Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hampir sama 
namanya dan ternyata hampir sama pula kwalitasnya, yaitu bukannya bekerja di 
parlemen tapi di posko banjir. Bahwa musibah banjir akibat keteledoran pemda 
Jakarta dan pemerintah pusat itu jelas, tapi jelas pula bahwa parlemen pusat 
(DPR RI) dan daerah (DPRD) juga punya andil kebobrokan ini, dan PDS ada di 
dalam parlemen. Rakyat tidak memilih PDS sebagai posko banjir, tapi sebagai 
parlemen yang wajib mengontrol pemerintah. Sudahkah PDS melaksanakan tugasnya 
di parlemen? Saya berani taruhan Teh Botol Sosrodjojo, PDS belum bekerja 
apa-apa. Kini setelah banjir datang, PDS bertindak seperti pahlawan kesiangan 
dengan menancapkan benderanya di posko-posko? Orang Belanda bilang "zeer 
goedkoop".

Apalagi judul email ini kok berbunyi "Umat muslim sedunia, ...... " apa 
hubungannya dengan banjir di Jakarta? Di negara demokratis seperti Belanda dan 
(rasanya) Korea Selatan tempat bermukim pak Njoo, pro kontra dijamin oleh UU, 
namun pro-kontra lain maknanya dengan gontok-gontokan. Saya harap pak Njoo 
terus rajin ber-pro-kontra, tapi berhenti bergontok-gontokan. Okki dokki pak 
Njoo? 

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

  ----- Original Message ----- 
  From: Tionghoa Indonesia 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; Anton ; BMDS INTERNASIONAL ; Temu Eropa ; Tionghwa 
Indonesia ; Watch Indonesia ; JATAM ; Keuskupan Jayapura ; KP JMD ; Kincirangin 
; rita Konsultan Mercu Buana ; Politik Mahasiswa ; [email protected] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Front mahasiswa nasional ; [EMAIL 
PROTECTED] ; Wahana News ; [EMAIL PROTECTED] ; Tempo Ok ; Lanny P. 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; Suara Pembaruan ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Tionghoa Indonesia ; 
Tommygiaris ; Uluan 
  Sent: Friday, February 09, 2007 6:30 AM
  Subject: [KincirAngin] Urgent,!!! Umat Muslim Sedunia..."Mau bernasib baik???"


  " . Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan 
menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; 
Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini." (Yesaya 45:6-7)


  Ini adalah Firman Tuhan, dan bagian yang sangat menggangu adalah kalimat yang 
mengatakan bahwa Tuhan menciptakan "nasib malang". Dalam pikiran kita 
seringkali kita menghubungkan nasib malang dengan dosa. Akan tetapi Tuhan tidak 
mungkin identik dengan dosa, Tuhan tidak menciptakan dosa. Tuhan menggunakan 
kata "malang" dalam berbagai cara, dan pertama-tama Ia menggunakan kata 
"malang" dalam hubungannya dengan "hari penghakiman yang terakhir". Dan itu 
adalah hal yang sangat-sangat buruk. 

  Di seluruh dunia ini ada sekitar 6 milyar jumlah penduduk, dan hanya ada 
persentasi yang sangat kecil saja yang diselamatkan. Oleh karena itu, semua 
orang yang lain masih berada di bawah murka Tuhan karena dosa-dosa mereka dan 
setiap orang yang tidak diselamatkan harus berdiri secara pribadi di hadapan 
tahta penghakiman Tuhan untuk menjawab atas dosa-dosa mereka. Dan hal ini pasti 
akan terjadi. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus sudah pernah dihakimi dan kemudian 
dihukum karena dosa-dosa umat-Nya pada saat di atas kayu salib.

  Letusan gunung berapi atau gempa bumi juga adalah hal-hal yang sangat buruk, 
karena itu menghancurkan banyak harta benda dan jiwa. Gempa bumi, banjir atau 
bencana alam apa saja adalah hal-hal yang membawa "kemalangan", dan Tuhan juga 
mengambil tanggung jawab penuh untuk hal-hal ini. Akan tetapi semua hal-hal ini 
adalah peringatan tentang hari penghakiman yang terakhir. 

  ----------cut----------------

Kirim email ke