wah anda2 ini sangat tendensius....
apakah anda tdk memperhatikan badan2 spt yudikatif, eksekutif dll...?
disitu kan ada fungsi2nya dan tugas2nya.
pemerintah (presiden/gubernur) memegang final decision dalam perkembangan
suatu daerah atau negara, sedangkan tugas perlemen atau dpr hanya sbg kontroler
saja ga menyentuh kpd hal2 yg teknis spt itu (perda atau pp tentang banjir),
justru yg mandul adalah pemerintahnya itu sendiri knp ga bisa
mengantisipasinya...seharusnya pemerintah mengeluarkan PP atau perda tentang
penanggulangan banjir, nah klo rancangan itu sdh terbentuk baru parlemen atau
dpr menilainya..kalaikannya dsb. jadi jelas kan disini peran parlemen ga mandul
justru peran pemerintah yg mandul.
kalaupun parlemen atau dpr yg mandul...kan hrsnya saudara lim cs juga
menghujat partai yg lain seperti PDS yg sesama anggota parlemen.
saya yakin walau saya diluar sistem PKS klo saudara lim menyuruh masang
spanduk spt yg saudara lim contohkan..mrk pun akan dg bangga dan senang hati
memasangnya
Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Beachboy betul 100%, pola pikir "berterima kasih kepada yang
berjasa" itulah yang hendak kita kembangkan sekarang ini. Betul-
betul hari ini, tidak bisa ditunda esok hari lagi, sebab sudah 61
tahun ini pola pikir Indonesia terbalik lik lik lik.
Dalam kasus banjir Jakarta jelas PKS TIDAK berjasa, repeat, PKS
tidak berjasa mencegah banjir. PKS telah alpa menjalankan tugasnya
di parlemen, karenanya PKS tidak berhak menerima pernyataan terima
kasih dari rakyat. Bantuan PKS di lapangan harus dilihat sebagai
penebusan dosa PKS yang gagal di parlemen. Tentu saja semua
orang/parpol bisa bersalah, namanya manusia, dan kita wajib
menyambut rasa menyesal dari orang/pihak yang bersalah itu. Di
Kristen ada yang namanya "mengampuni yang bersalah kepada kita".
Tapi apakah PKS menyesali kelalaiannya di parlemen? Silahkan PKS
menancapkan spanduk di setiap posko banjir yang dilayaninya,
bertuliskan "PKS teledor di parlemen, PKS menebus dosa di posko
banjir". Bila PKS melakukan itu, saya acungkan dua jempol tangan.
Tanpa itu, tindakan PKS menancapkan bendera di posko-posko banjir
adalah tindakan mendegradasikan diri sendiri dari parpol menjadi
posko banjir. Jelas ya.
Budaya Sinterklaas "anak baik dapat kado, anak nakal masuk karung"
harus betul-betul diresapi oleh orang Indonesia, kalau Indonesia mau
maju. PKS dalam hal ini harus masuk karung sebab telah lalai di
parlemen, bukannya malah mendapat kado, haiyaaa ......... cilaka
butulan nih Indonesia :-(.
Salam hangat, Danny Lim, Nederland
--- In [email protected], BeachBoy BaliAsli
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bung danny boy...
> yang terpenting adalah inti dari tindakan membantu para korban
banjir
> oleh siapa dengan tujuan politis ini itu kampanye politik ini itu
bla bla bla..ngapain peduli? who cares?
> emang para korban saat dibantu ngeliat
bendera/plakat/brosur/whatever2 yang dibawa oleh si penolong?
> jawabannya sudah jelas TIDAK
> yang diliat adalah adakah makanan/minuman dan kebutuhan lain yang
dibutuhkan oleh mereka saat itu.
>
> jadi "kita2 orang" juga jangan berpikiran negatif ngeliat yang
seperti itu
> kalo saja saya jadi korban banjir di jakarta, ada
ormas/oragama/orpol/orgil/ortu/or..or..yg laen mau membantu kita
dengan atau tak iklas, ya saya terima aja..wong saya lagi butuh
makan, minum, pakaian, rumah berteduh, obat de el el
> tul khan?
> mosok gara2 ngga suka/ngga simpati/bukan anggota de ele el sama
organisasi tertentu, saya si korban banjir pilih2 sang penolong?
> bego amat kalo begitu...
>
> nah perkara kemudian di hari lain setelah bencana terlewatkan, ada
yang mo balas jasa, simpati, sekedar perhatian atau merasa tersentuh
luar dalam...ya manusiawi khan. la udah dibantu orang ya musti
terima kasih juga
> bentuknya? tidak harus join organisasi tsb khan?
>
> pola pikir pola pikir yang seperti inilah harus dikembangkan dalam
masyarakat kita
> jadi kita engga merasa dengki sama apa yang orang lain lakukan
> kita ini butuh kebersamaan bukan kecurigaan melulu
>
> beachboy
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]>
> To: KincirAngin <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: PMKRI Petojo <[EMAIL PROTECTED]>; Media Care
<[email protected]>
> Sent: Friday, February 9, 2007 12:04:58 AM
> Subject: [mediacare] Posko Banjir Bukan Ajang Kampanye Parpol
>
> DL - Tentu saja posko banjir BUKAN ajang kampanye politik. Parpol
yang menancapkan benderanya di posko banjir telah mendegradasikan
dirinya dari parpol menjadi posko banjir. Parpol seperti itu sudah
jelas tidak punya level parpol, tapi level posko banjir. Tindakan NU
membentuk/membantu posko banjir dengan memakai bendera NU, bukan
bendera PKB, saya acungkan dua jempol tangan. Sekaligus menghimbau
PKB di parlemen lagar ebih keras mengontrol pemerintah pusat/daerah
menanggulangi problematik banjir. Gubernur DKI mendatang tidak bisa
tidak HARUS tokoh yang mengerti problematik air.
>
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
>
>
> Posko Banjir Bukan Ajang Kampanye Parpol
> [JAKARTA] Pemberian bantuan dalam penanganan bencana saat ini
tampaknya banyak yang tak tulus lagi. Berbagai bendera p;artai
politik yang dipasang di posko yang didirikan di sekitar lokasi
bencana lebih mirip arena kampanye. Pemberitaan di media massa yang
dibesar-besarkan juga menunjukkan adanya kepentingan tertentu
dibalik bantuan tersebut.
> "PBNU hanya dapat menghimbau agar bantuan yang diberikan kepada
para korban jangan didasarkan pada kepentingan politik jangka pendek
partai politik. Sebagai ormas keagamaan kami ingin menolong
masyarakat yang terkena banjir, tak ingin mencari popularitas. Kami
menunjukkan identitas NU secukupnya saja," tandas Koordinator
Penangulangan Bencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Avianto
Muhtadi dalam keterangan media di Jakarta, Rabu (7/2).
> Harus diakui, dalam bencana yang terjadi belakangan ini, banyak
partai politik atau ormas yang memberikan bantuan kepada masyarakat,
tapi dalam misi mereka, selalu diiringi dengan berbagai bendera
besar-besar di posko atau menyebarkan selebaran tentang keberadaan
organisasi mereka.
> Kadang bantuan sifatnya hanya seremonial, melakukan serah terima
bantuan dengan mengundang wartawan, lalu tak ada bekasnya lagi.
> Dikatakan, berdasarkan pengalamannya di lapangan dalam penanganan
banjir di Jakarta beberapa tahun belakangan ini, fenomena tersebut
masih kental terlihat. Salah satu aktivis dari parpol yang dikenal
cukup intens memberikan bantuan menanyakan kepadanya "Selebarannya
mana mas?". Demikian pula, saat mo- bil PBNU datang, selalu
ditanyakan oleh posko la- in bantuan apa saja yang diberikan.
> Dalam membantu masyarakat, tim dari PBNU juga tak pandang bulu,
siapapun mereka, apapun agamanya akan dibantu. Bantuan langsung
diberikan kepada korban banjir yang belum terjangkau oleh relawan
lain. Dengan sigap, relawan NU dan banser masuk ke gang-gang yang
belum dimasuki relawan lainnya, padahal sangat memerlukan bantuan.
> "Selama ini, posko lebih banyak didirikan di jalan besar yang
mudah diakses, padahal banyak korban banjir yang ada di gang-gang
yang susah diakses. Mereka tak mau jauh-jauh dari rumah untuk
menjaga har-ta yang mereka miliki," katanya.
> Anggota Banser pun rela menerjang banjir dan untuk menggendong
orang tua yang sakit akibat keterbatasan perahu karet yang tersedia.
Menurut Avianto, dari 30 perahu karet milik pemerintah, 16 buah
bocor ketika digunakan dalam evakuasi.
> "Kita usahakan dimasa mendatang kita bisa membeli perahu. Ini
sangat penting untuk memban- tu kelancaran proses evakuasi korban
banjir," tambahnya.
> Salat Ghoib
> PBNU akan menyelenggarakan salat ghoib dan tahlilan di Musholla An
Nahdlah, Kamis malam Jumat besok (9/2). "Kita mendoakan mereka agar
dosanya diampuni dan amalnya diterima oleh Allah SWT. Mereka adalah
para saudara kita yang harus kita perhatikan, meskipun sudah
meninggal," tutur Ketua LDNU KH Nuril Huda.
> Para korban banjir yang meninggal ini disebabkan oleh tersengat
listrik, hanyut dan tenggelam. Kor-ban terbanyak berasal dari
Jakarta Timur mencapai 16 orang sementara lainnya dari Bekasi,
Tangerang dan wilayah Jakarta lainnya kecuali Jakarta Selatan yang
tidak ada korban meninggal.
> Acara akan dimulai dengan sholat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan
dengan sholat ghoib baru kemudian tahlilan.
> "Kita juga berdoa agar Indonesia bisa tertimpa dari berbagai
bencana yang tak henti-hentinya melanda. Ini sangat penting karena
manusia tak memiliki kemampuan apa-apa tanpa bantuan dari Allah,"
imbuhnya. [E-5]
>
>
> Last modified: 8/2/07
>
>
>
>
>
__________________________________________________________
_______________
> Looking for earth-friendly autos?
> Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
> http://autos.yahoo.com/green_center/
>
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.