Narulita Widyasari ( itha)

Promotion Executive

Ged. Gramedia Majalah. lt.1

Jl. Panjang no 8 A

Kebon jeruk

Jakarta barat

Telp. 533 0150, ext : 32130

Fax. 5330174






-----Original Message-----

From: GiveUP <[EMAIL PROTECTED]>

To: [EMAIL PROTECTED]

Date: Wed, 14 Feb 2007 07:10:04 +0700

Subject: [mediacare] sejarah valentine`s day (penting dibaca)







VALENTINE'S DAY, BERAWAL
DARI PERAYAAN YANG SUCI
       ANDA
sering tidak tahu apa itu perayaaan hari Valentine yang sebenarnya?
Saat ini banyak orang-orang yang tak tahu sejarah terciptanya
valentine. Maka dari itu, ketahuilah sejarah Valentine jika Anda ingin
merayakan Valentine. Menurut sumber yang sangat dipercaya, Valentine
berawal dari sebuah perayaan Lupercalia yang tak lain adalah rangkaian
upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari).

      

Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish
love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama ?nama
gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan
gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun
untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta
perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini,
kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk
dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih
subur.

      

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini
dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti
nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara
pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The
Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Dan pada 496 M Paus
Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan
Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St.Valentine
yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book
Encyclopedia 1998).

      

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan
ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya
dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak
pernah ada penjelasan siapa St. Valentine termaksud, juga dengan
kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap
sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

      

Tapi menurut versi PERTAMA, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap
dan memenjarakan St. Valentine. Ia adalah seorang Bishop (Pendeta) di
Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun dikejar-kejar karena
mempengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam
agama Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi.

      

Sebelum kepalanya dipenggal, Bishop (Pendeta) itu mengirim surat kepada
para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga bisa melihat
dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. ?Dari
Valentinemu? demikian tulis Valentine pada akhir suratnya itu. Surat
itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga tanggal tersebut ditetapkan
sebagai Valentine?s Day atau Hari Kasih Sayang.

      

Versi KEDUA, menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara
muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada
orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah,
namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda
sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M
(lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

      

Versi KETIGA, perayaan ini dihubungkan dengan St. Valentine, seorang
Pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 masehi, dibawah kekuasaan
Kaisar Claudius II. St. Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-orang
Romawi dan dimasukkan ke dalam penjara, karena dituduh membantu satu
pihak untuk memusuhi dan menentang Kaisar. St. Valentine ini berhasil
ditangkap pada akhir tahun 270 masehi. Kemudian orang-orang Romawi
memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit Palatine) dekat altar Juno.

      

Adapun kebiasaan mengirim kartu Valentine yang sering dilakukan pada
saat perayaan hari kasih sayang tersebut, sebenarnya tidak ada kaitan
langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans
dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang
St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di
Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya
dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia
Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

      

Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine? Ken Sweiger dalam
artikel Should Biblical Christians Observe It?? mengatakan kata
Valentine berasal dari Latin yang berarti : ?Yang Maha Perkasa, Yang
Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan
Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken
Sweiger- jika kita meminta orang menjadi, to be my Valentine, hal itu
berarti menduakan Tuhan (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa) dan
menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun lambang Cupid
(berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra
Nimrod the hunter dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan
sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

      

Di Indonesia, perayaan valentine's day mulai membudaya di kalangan
masyarakat kita khususnya dikalangan kawula muda, sekitar akhir tahun
1980-an berbarengan dengan munculnya televisi-televisi swasta yang
banyak mengupas dan menayangkan berita ataupun film-film yang
bertemakan perayaan tersebut. Sejak itulah, perayaan valentine's day
digandrungi oleh para generasi muda, sebagai akibat dari penetrasi
budaya asing yang masuk lewat pemberitaan berbagai media baik cetak
maupun elektronik.

      

Perayaan ini pun dikenal oleh mereka sebagai perayaan hari kasih
sayang, yang menurut mereka adalah moment yang paling tepat untuk
mengungkapakan perasaan cita dan kasih sayang kepada orang-orang yang
dekat di hati. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe,
hotel-hotel atau tempat-tempat yang romantis, di mana setiap pasangan
memberikan hadiah berupa kue coklat atau bunga yang bertuliskan 'I wish
you will be my valentine' kepada yang lain.

      

Yang lebih mengejutkan, ada beberapa acara yang sering digelar
diberbagai tempat rahasia di Metropolitan, belakangan ini, pesta
perayaan valentine's day dirayakan dengan perbuatan-perbuatan yang
amoral dan jauh dari temanya itu sendiri. Banyak kita dapatkan di
pemberitaan televisi maupun koran-koran sekelompok anak muda yang
menghabiskan malam perayaan tersebut dengan pesta seks dan narkoba.

      

Padahal untuk menyatakan cinta dan menyebarkan cinta, secara langsung
dan tak langsung ada pada sifat dan sikap setiap manusia yang baik
disetiap harinya. Dan itu lebih bermanfaat. Ngga pada perayaan yang
melulu hura-hura. Nah sekarang, bagaimana dengan Anda, akankah Anda
terus berhura-hura setiap tahunnya? Cape deh!






Yahoo! Mail

Use
Photomail 
[http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/evt=38867/*http://photomail.mail.yahoo.com]
 
to share photos without annoying attachments.

Need Mail
bonding?

Go to the Yahoo!
Mail Q&A 
[http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396546091]
 
for great
tips from Yahoo! Answers 
[http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396546091]
 
users.  

    
    

Kirim email ke