Tidak hanya iklan susu bubuk yang disebutkan itu. Banyak sekali iklan-iklan produk yang menyesatkan yang ditayangkan di televisi kita. Yang banyak saya perhatikan adalah iklan dengan menampilkan sosok dokter atau ahli kesehatan. Tapi apakah benar-benar produk tersebut baik dari sisi ilmu kedokteran ? ya hanya dokter beneran yang tahu. Tapi dokter kita sekarang ini juga cendrung memilih mengumpulkan uang daripada mengutamakan pengabdian bagi masyarakat.
Dan bahkan ada beberapa produk yang menampilkan pejabat negara dalam iklannya. Contoh, Oli Top1. Saya sampai saat ini tidak mengerti bagaimana aparatur negara bisa sampai ikut-ikutan menjadi bintang iklannya. Apakah ada anggota dewan yang jadi komisaris Top1 Indonesia ? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu kebenarannya. Media juga sepertinya tidak ada yang sadar sih. OLI Top 1. Oli nomor satu dari amerika. Kata group dewa, "asli buatan amerika". Lewat email saya di milis, ini saya menantang semua ahli pencari berita, semua wartawan senior dan siapa saja untuk mendapatkan informasi tentang pabrik oli TOP1 di amerika sana. Saya sudah sangat lama coba mencari informasi itu, karena setiap orang yang saya kenal suka dengan mesin dan formula 1 pernah saya tanya, mereka juga tidak pernah melihat logo TOP1 sebagai sponsor Formula 1, moto GP dan sejenisnya. Adanya Castrol, Repsol, etc. Tapi tidak Top1. Jadi sebenarnya Top1 itu ada atau tidak ? Beneran buatan Amerika ? lalu di mana pabriknya ? Atau cuma kita aja nih yang di Indonesia yang dikibulin abis-abisan. Kalau Top1 sudah dibongkar habis, saya yakin produk-produk lain juga akan mikir-mikir kalau mau pasang iklan-iklan yang gak bener. Regards, Paulus Tanuri On 2/14/07, gre_dika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
belakangan ini, saya kerap melihat tayangan pariwara susu bubuk dengan 'merk' dancow 5+. dimana dalam tayangan tersebut, tergambar seorang bocah lelaki sehat yang dengan riang menjalani kesehariannya di sekolah. ceria bermain. berjiwa baikhati dengan menolong mengambilkan bola milik temannya yang jatuh ke selokan. mempunyai rasa ingin tahu besar sehingga mengejar dan mencari kodok hijau yang hinggap di pagar sekolahan. juga seperti bocah kebanyakan, setelah lelah bermain kemudian merasa lapar dan membeli jajanan di kantin sekolah. lantas lahap memakan donat padahal belum mencuci tangan setelah kesanakemari bermain. entah dengan anda. tetapi dari penangkapan yang saya dapat, ada sebuah upaya untuk mangabaikan kebersihan dengan sekadar 'mencuci tangan' atau dalam bahasa mudahnya, 'tidak perlu takut sakit, karena susu yang saya minum sudah sakti'. mungkin karena sudut pengambilan gambar yang selalu memusat ke arah 'tangan si bocah' dan akhir dari cerita tersebut yaitu penggambaran 'tokoh sakti' dalam susu yang sanggup memerangi keroyokan kuman. sangat disayangkan memang, kebagusan yang ada dalam pariwara tersebut justru hilang karena hal sederhana (mencuci tangan) yang terlewat begitu saja. dengan bermaksud baik, saya mengusulkan pariwara tersebut dibarui. tentu dalam kebaruannya nanti, pesan untuk 'tetap selalu menjaga kebersihan diri' menjadi perhatian yang tidak lagi sengaja diabaikan. demikian, dan bila kemudian datang tanggapan dari pihak-pihak berwenang, tentunya saya yang sepele ini akan merasa senang. terimakasih, salam ceriya, gre- Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links
