*Penanganan dan Kebijakan Pemerintah Pasca Bencana Banjir*

*Jakarta 14/02/2007* – Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama dan Badan
Pertanahan Nasional (BPN) akan membebaskan biaya pembuatan surat-surat
penting semisal sertifikat tanah dan akta nikah yang rusak atau hilang
karena banjir. Hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat yang kehilangan
dan sangat membutuhkan surat-surat tersebut dalam waktu singkat.

Untuk pengurusan sertifikat tanah yang rusak, BPN telah membuka loket khusus
bagi para korban banjir. Cukup datang dengan membawa sertifikat yang rusak,
identitas pemegang hak atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat keterangan
Kepala Desa/lurah yang menyatakan daerah tersebut sebagai daerah banjir.

Pengajuan pergantian sertifikat yang rusak tanpa biaya akan diberlakukan
selama tiga (3) bulan terhitung mulai tanggal 15 Februari hingga 15 Mei
2007.

Sementara itu, berbagai bantuan telah didistribusikan langsung kepada
masyarakat. Departemen Kesehatan telah mendistribusikan peralatan kesehatan,
insektisida, dan disinfektan ke beberapa wilayah di tiga provinsi. Depkes
juga telah menggiatkan sosialisasi dan himbauan tentang demam berdarah
dengue (DBD) yang biasanya muncul 2 minggu pasca banjir. Hal itu karena
menurut catatan Depkes, sudah ada 97 pasien DBD dan 639 pasien diare di DKI
Jakarta.  Sedangkan di Banten dari 660 pasien demam berdarah, 17 diantaranya
meninggal dunia.

Departemen Sosial juga telah menyalurkan bantuan makanan, berupa telur
sebanyak 3 ton untuk wilayah DKI Jakarta, ½ ton di Kab Tangerang, dan ½ ton
di  Kota Tengerang. Sementara Kabupaten Bekasi rencananya akan disalurkan
pada esok hari (15/02).

PMI pun sudah menyalurkan perlengkapan kebersihan personal berupa sabun,
sikat gigi, dan odol; 3000 *school kid* yang berisi perlengkapan sekolah,
dan 4.100 paket makanan, dan 2 truk air sanitasi di wilayah Jakarta, Banten,
dan Jawa Barat.



*Data Provinsi*

Sementara itu, data terakhir yang dilaporkan Satkorlak DKI Jakarta
menyebutkan, kondisi pasca banjir di Jakarta relatif membaik. Hal tersebut
terlihat dari sudah tidak adanya genangan air dan jumlah korban pun tidak
bertambah, yaitu 48 orang meninggal.

Pihak Pemda DKI juga telah melakukan berbagai upaya pembersihan sampah dan
lumpur. Tidak kurang dari 248.000 m3 sampah telah diangkut dengan
menggunakan 9.874 kendaraan truk sampah.

Sementara itu, di Kabupaten Karawang terdapat 9.732 jiwa pengungsi, sebagian
besar mereka berada di tenda-tenda penampungan. Pengungsi terbesar berada di
daerah Batu Jaya dikarenakan bobolnya tanggul. Sementara korban meninggal
tetap 24 jiwa.

Penambahan data pengungsi tersebut bukan dikarenakan genangan air atau
banjir kembali melanda Jawa Barat, melainkan karena berfungsinya kembali
kantor-kantor pelayanan publik yang melakukan pendataan.

Untuk Provinsi Banten, genangan masih terlihat di 3 lokasi di daerah Gembor,
Priuk dengan ketinggian maksimal 21 cm. Hal tersebut dikarenakan daerah
tersebut merupakan cekungan yang sulit surut dan hanya bisa diatasi dengan
pompa.

Penyedotan air sangat mendesak untuk dilakukan. Pemda Banten sudah
menurunkan 5 buah mesin pompa, namun karena pompa yang dimiliki berdaya
sedot rendah, pembuangan air akan memakan waktu sedikit lama.

Untuk itu, Departeman Pekerjaan Umum pada rapat koordinasi Bakornas yang
diadakan di Departemen Komunikasi dan Informatika malam ini (14/02), akan
meminjamkan 1 buah mesin pompa dengan daya sedot besar, 250 liter air per
detik.

Sementara jumlah pengungsi menurun menjadi 4.868 untuk Kabupaten Tangerang
yang tersebar di 10 lokasi pengungsian, dan 3.313 jiwa di Kota Tengerang di
13 lokasi pengungsian. Korban jiwa bertambah satu orang, dari 13 menjadi 14
orang.

Untuk mengatasi kebersihan yang banyak dikeluhkan masyarakat, Pemda Banten
sudah menurunkan tidak kurang dari 120 truk sampah, 5 *dump truck*, dan 13
truk sewaan yang disebar ke berbagai wilayah.

Sampah yang diangkut, menurut laporan Dinas Kebersihan Banten, sudah
mencapai 8.000 m3 atau diperkirakan 1/3 dari total keseluruhan sampah yang
muncul akibat banjir. Pembersihan ini mendapat bantuan dari anggota
TNI/Polri, PNS, dan masyarakat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan melakukan karbolisasi dan
penyedotan *septic
tank* yang peralatannya merupakan bantuan dari Departemen Kesehatan.

------------------

Suprawoto, Kepala Badan Informasi Publik

Gedung belakang Depkominfo Lt. 2,  Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta
Pusat 10110

Telp/HP : 021 – 3840841/0811899071

Email : [EMAIL PROTECTED]

            [EMAIL PROTECTED]



*MEDIA CENTER DEPKOMINFO - BAKORNAS PB*

Gedung Belakang Depkominfo, Lantai 1

Jalan Medan Merdeka Barat 9 Jakarta Pusat 10110

Telepon 021–3840841 Faksimil 3503735 Email [EMAIL PROTECTED]

* *

* *

*MEDIA UPDATE*

* *

*JUMLAH KORBAN, PENGUNGSI, BANTUAN  DAN PROSES PEMULIHAN*



Tanggal 14 Februari 2007 Pukul 21.00

*Informasi ini dikeluarkan oleh Satuan Koordinator Pelaksana (Satkolak )
Penanganan Bencana dan Pengungsi DKI **Jakarta**, Jawa Barat dan Banten. *

* *

*KORBAN JIWA*



Di DKI Jakarta jumlah korban meninggal hingga tanggal 14 Februari 2007 pukul
16.00 WIB tercatat 48 orang, tidak ada penambahan jumlah korban jiwa.

Di Jawa Barat jumlah korban meninggal hingga tanggal 14 Februari 2007
tercatat 24 orang meninggal, tidak ada penambahan jumlah korban jiwa.

Di Provinsi Banten jumlah korban meninggal hingga tanggal 14 Februari 2007
bertambah satu orang hingga total menjadi 14 orang.



*PENGUNGSI*



DKI Jakarta: pengungsi hingga tanggal 14 Februari 2007 pukul 16.00 WIB
berjumlah 2.243 jiwa, yaitu tersebar di 3 Kecamatan dan 5 Kelurahan di
wilayah Jakarta Timur. Jumlah pengungsi ini menurun dari jumlah sebelumnya
2.726 jiwa.

Di Jawa Barat pengungsi hingga tanggal 14 Februari 2007 berjumlah 3.433 KK
atau 13.732 jiwa, yang terdapat di Kabupaten Karawang 2.433 KK atau
9.732jiwa dan kabupaten Bekasi 100 KK atau 400 jiwa, jumlah ini
tercatat menurun
dari jumlah pengungsi sebelumnya.

Di Provinsi Banten jumlah pengungsi sampai tanggal 14 Februari 2007
berjumlah 2.668 KK atau 8.181 jiwa, yang terdapat di Kabupaten Tangerang
1.679 KK atau 4.868 jiwa dan Kota Tangerang 989 KK atau 3.313.

* *

*KERUSAKAN*



Di DKI Jakarta tercatat 10956 rumah rusak akibat banjir di wilayah Jakarta
Pusat, sedangkan di wilayah Jakarta Timur tercatat 5288 dan 39 lainnya
hanyut. Fasilitas kesehatan yang terendam terdiri dari 25 Puskesmas dan 1
Pustu.



*PERMASALAHAN KESEHATAN*





Dari 17 Rumah Sakit di DKI Jakarta tercatat sebanyak 473 orang pasien DBD
masih dalam perawatan. Jumlah pasien DBD baru, tercatat sebanyak 111 orang.
Juga terdapat 639 pasien diare.

Di Jawa Barat para korban yang masih berada di tempat pengungsian diberikan
fasilitas berupa penampungan sementara, pelayanan kesehatan dan pelayanan
dapur umum.

Di Provinsi Banten pasien rawat jalan sebanyak 14.858 orang dengan jenis
penyakit ispa, kulit, diare, gastritis dan myalgia. Untuk DBD, dari 660
pasien, 17 diantaranya meninggal dunia.



*PENANGANAN SAMPAH*



Di DKI Jakarta, tidak kurang dari 248.000 m3 sampah telah diangkut ke TPA
Bantar Gebang dengan menggunakan 9.874 kendaraan truk sampah.

Di Jawa Barat, petugas SATLAK PB dan masyarakat membersihkan kembali rumah
masing-masing serta fasilitas-fasilitas umum yang penuh lumpur sebagai
akibat banjir.

Di Provinsi Banten, dengan melibatkan 32 personil untuk mendukung
pengangkutan sampah  dan penyedotan tinja secara gratis dilakukan di
Kecamatan Cipinang dan Ciledug. Meningkatkan pelayanan sampah dengan 120
truk sampah, 5 *dump truck*, dan 13 truk sewaan. Sampah yang telah terangkat
sebanyak 8.000 m3 atau diperkirakan 1/3 dari total keseluruhan sampah yang
muncul akibat banjir.



*LANGKAH YANG TELAH DIAMBIL PEMERINTAH*





-          Melakukan pendataan KTP, KK, akta kependudukan dan ijazah yang
hilang atau rusak.

-          Badan Pertanahan Nasional (BPN) membebaskan biaya pembuatan
sertifikat tanah dan telah membuka loket khusus bagi para korban banjir.
Cukup datang dengan membawa sertifikat yang rusak, identitas pemegang hak
atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat keterangan Kepala Desa/lurah yang
menyatakan daerah tersebut sebagai daerah banjir. Pengajuan pergantian
sertifikat yang rusak tanpa biaya akan diberlakukan selama tiga (3) bulan
terhitung mulai tanggal 15 Februari hingga 15 Mei 2007.

-          Departemen Agama membebaskan biaya untuk pengurusan surat nikah
yang rusak karena banjir.

-          Departemen Kesehatan telah mendistribusikan peralatan kesehatan,
insektisida, dan disinfektan ke beberapa wilayah di tiga provinsi serta
melakukan penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan terutama sosialisasi
Demam Berdarah Dengue (DBD) yang akan berkembang 2 minggu pasca banjir.

-          Melakukan pengangkutan sampah ke TPA bantar gebang untuk wilayah
DKI Jakarta dan untuk wilayah Provinsi Banten melakukan pembuangan sampah ke
TPA rawa kucing. Penambahan sewa truk pengangkut sampah.

-          Departemen Sosial telah menyalurkan bantuan makanan, berupa telur
sebanyak 3 ton untuk wilayah DKI Jakarta, ½ ton di Kab Tangerang, dan ½ ton
di  Kota Tengerang.



*DISTRIBUSI BANTUAN MAKANAN DAN LAINNYA*

* *

Di Jawa Barat, telah didistribusikan 32 ton beras, 26800 mie instant, 4180
botol kecap, 4180 botol sambal, 4180 botol sarden dan 4180 botol minyak
goreng serta 15 perahu dolphin.

Di Provinsi Banten, memaksimalkan pelayanan puskesmas di 23 lokasi serta
bantuan seragam sekolah. Departeman Pekerjaan Umum akan meminjamkan 1 buah
mesin pompa dengan daya sedot besar, 250 liter air per detik untuk menangani
masalah penyedotan air di Banten.

PMI telah menyalurkan perlengkapan kebersihan personal berupa sabun, sikat
gigi, dan odol; 3000 *school kid* yang berisi perlengkapan sekolah, dan
4.100 paket makanan, dan 2 truk air sanitasi di wilayah Jakarta, Banten, dan
Jawa Barat.



*BANTUAN LUAR NEGERI*



-          Pemerintah telah menerima dan menyalurkan bantuan luar negeri
dalam rangka penanganan banjir di Provinsi DKI Jakarta melalui koordinasi
Bakornas PB yaitu dari Jepang, Malaysia, Belanda, UNHCR, Perwakilan Dagang
Taiwan, Pemerintah Thailand dan Yayasan Carrefour International.

-          Sedangkan untuk bantuan luar negeri yang dilaporkan kepada
Bakornas PB yaitu dari Ausaid, USA, Islamic Relief, UNOCHA, UNDP, UNFPA,
ACF, CWs, IFRC, Save the Children US dan Oxfam GB.



****



Suprawoto, Kepala Badan Informasi Publik

Gedung belakang Depkominfo, Lt. 2 Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta
Pusat 10110

Telp/HP : 021 – 3840841 / 0811899071

Email : [EMAIL PROTECTED]

           [EMAIL PROTECTED]




--
tabik,

dimas aditya nugraha
081808152410

Kirim email ke