Nggak tahu kenapa .. saya kok jadi rajin dan gatel ngebalesin milis di mediacare.
Kaget juga baru tahu kalau Bang Ade Armando sekarang sudah punya dua istri.Selamat yaa Bang.... Selamat juga pade Nina...bisa menerima Ade apa adanya... Poligami..poliandri...lucu juga kalau terusan dibahas dan dibesarin buat menjatuhkan.menaikan popularitas orang........sebab menurut saya punya pacar banyak sama dengan punya istri/suami banyak, soal orientasi seks... pernah gak kebayang puluhan tahun hidup dengan orang yang sama dalam satu atap, satu kamar tidur.........betapa membosankannya kepura-puraan..... Teknologi dan ilmu pengetahuan mengantarkan kita pada pentingnya benchmarking,misalnya, rumah tangga juga butuh benchmarking, istri dan suami perlu lebih dari satu, kalau bisa dan sah diformalkan ya diformalkan kalau tidak ya diselingkuhkan asal nggak sampai konflik... semua ada dalilnya ada prosedurnya,..silahkan.... Benchmark mengantarkan kita pada peningkatan kualitas menghadapi suami agar istri lama kompetitif dengan istri baru, agar suami timbul api nyala cemburu dan perhatian pada istri dengan jujur pada soal uang gaji, uang korupsi dan lain-lain sebelum istrinya kebelet beneran minta cerai .... Jangan sudutkan perempuan dengan membesar-besarkan poliandri dan poligami,aktivis perempuan juga sebaiknya jangan mentabukan poligami,seks itu enak kok... dimadu itu macam ekstasi kok...ada rasa sakit yang nikmat karena ada cinta dan kencan ditengah kebosanan berumah tangga dengan orang yang sama .......jujur saja kalau jadi diri sendiri dan punya kesempatan serakah kita semua pasti mau aja serakah asal tidak dinilai/dibilang serakah....hanya sedikit orang yang berani menyatakan dirinya serakah dengan segala dalil. ... orang orang demikian adalah orang orang yang tidak munafik......... spottnews.com Armand Azhari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya sih ngerti dan setuju bahwa poligami itu pasti menyakitkan bagi pihak perempuan (istri pertama). Tapi bukan berarti si istri pertama tidak diberikan pilihan lho. dalam berbagai postingan disini teman-teman dari jurnal perempuan atau aktivis perempuan lainnya terus mengomentari bang ade. Adakah yang menyadari bahwa istri pertama juga memiliki pilihan untuk tidak dipoligami. Dia bisa memilih untuk bercerai ketimbang dipoligami. Memang pilihan yang sangat berat, tapi tetap saja sebuah pilihan. Setahu saya bang ade sudah memberikan pilihan itu. Pilihan yang diambil ternyata mbak nina tidak mau dicerai. Perlu diingat bahwa kedua perempuan yang dibicarakan disini adalah perempuan-perempuan dewasa, pintar, dan mandiri. sebagian besar dari kita mungkin sudah tahu bahwa mbak nina adalah seorang perempuan yang sangat berdaya dan tegas. Bahkan mbak nina juga sangat dikenal sebagai seorang feminis (Gimana nih tanggapan teman-teman feminis ketika salah seorang rekan seperjuangan mereka bersedia di poligami?). Mbak nina sering diminta jadi pembicara untuk berbagai isu mengenai perjuangan hak perempuan. Saya yakin semua argumen yang kita ungkapkan disini bukan nggak pernah diutarakan oleh mbak nina. Nyatanya dipoligami tetap menjadi pilihannya. Saya juga pernah kenal istri keduanya bang ade. Dia perempuan yang pintar dan mandiri. (setahu saya dia sendiri saja sudah sejahtera banget secara finansial, jadi sama sekali bukan karena karena alasan kesejahteraan). Kedua perempuan dewasa yang cerdas ini sudah mengambil keputusan mereka sendiri (dengan asumsi bahwa mereka nggak mengambil keputusan ini dibawah pengaruh obat bius atau todongan senapan, hehehe). harusnya kita semua menghargai keputusan mereka. kalau ada pertanyaan yang perlu diajukan harusnya diajukan kepada para perempuan yang terlibat disini. Kenapa mereka mau dipoligami. Karena posisi bang ade disini hanya bisa memberikan pilihan. pengambil keputusan berada ditangan kedua istri. salam armand azhari --- Leo TOBING <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya setuju, dalam hidup orang bisa berubah! > Namun demikian, sebagai orang yg berakhlak, mari > kita menuju kepada > perubahan yg lebih baik ... Yg tidak egois, dan mau > berkorban untuk sesama > (eehh...eehhh ... Jangan ke sesama dulu deh, tetapi > ... Mau berkorban untuk > isteri dan anak-anak). > > Bagaimana berkorbannya? > Yaitu, dengan menahan diri dari keinginan badan > untuk macarin cewe lain. > > Kita ingat cerita lama, konon ... Anak beranaknya > nabi Ibrahim, hasil dr > poligami, hingga jaman kini-pun masih gak enakan > hubungannya. > > Saya hanya menilai, bahwa pria yg berpoligami, > adalah manusia yg egois dan > ego-sentris ... Tidak pernah mau berkorban demi > isteri dan anak-anak, hanya > mikirin diri sendiri. > > Sedangkan dalam agama, kita selalu diajarkan untuk > berjuang melawan > keinginan badan dan memungkirinya dengan cara > berpuasa ... > > Apa arti puasa bagi mereka yg berpoligami? Hanya > menahan nafsu lapar > sajakah? > > Walaupun telah salah mengambil keputusan, jangan > juga khawatir ... Segera > ambil keputusan untuk memperbaiki diri menuju > kesempurnaan. Mengakui bahwa > keputusan yg diambil adalah salah, dan berjanji > untuk tidak mengulanginya > lagi ... Adalah awal untuk melakukan pertobatan. > > Dalam hidup orang bisa berubah, mari merubah menuju > kesempurnaan, dan jangan > permisive sehingga perubahan menuju kehancuran > dianggap sebagai perubahan yg > wajar. > > > Regards, > LEO TOBING > > > --- > | email: [EMAIL PROTECTED] > | cellular: 0815 966 5555 > | Y!M: leo.tobing > > ~ My precious, precious child, I love you and I > would never leave you ~ > > > > __________________________________________________ > Apakah Anda Yahoo!? > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki > perlindungan terbaik terhadap spam > http://id.mail.yahoo.com > __________________________________________________________ TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/
