jakarta 19 januari  2007
        Walikota Sabang Meninggal secara Misterius
   

  Apa yang terjadi dengan Walikota Sabang Kol(inf) Husein Main dan Kapolres 
Sabang,yang meninggal secara misterius.
  Pada tahun 1984, ada perluasan kantor kapolres sabang. 
  Dihalaman depan kantor tersebut terdapat kuburan ulama Aceh Tengku Ie Masin. 
Atas perintah Walikota dan Kapolres, diadakan penggalian dan pemindahan kuburan 
tersebut. Tetapi kesalahan besar terjadi, karena pemindahan tersebut dilakukan 
ditempat bekas pembuangan tinja (WC).
  Akibatnya... para pelaku: yang menyuruh pembongkaran, walikota Sabang 
Kol(inf) Husein Main dan Kapolres Sabang serta para penggali kuburan dan yang 
menebang pohon diatas kuburan tersebut, meninggal secara misterius tidak lama 
setelah pemindahan kuburan itu.
  Juga terjadi gempa secara misterius sehari lebih dari 100 kali selama 3 
bulan. Banyak warga pendatang yang pindah ke daratan pulau Sumatra.
  Isu yang beredar mengatakan pulau Sabang akan tenggelam. 
  Sabang yang diguncang gempa, tetapi banda Aceh dan sekitarnya yang rusak 
parah. 20 tahun kemudian, tepatnya 26 desember 2004 gempa dahsyat melanda Aceh 
dan Tsunami, lebih dari 500.000 jiwa yang meninggal.
  Para pemengang kekuasaan diharap untuk menggali dan memindahkan kuburan 
tersebut ketempat yang layak sebagaimana mestinya.
  


  Walikota Sabang Tenggelam,Akibat Sabotase Kapal Itu
   
           
      
     KMP Gurita yang tenggelam 

Sabang, Banda Aceh - Musibah terbesar sepanjang tahun 1996 terjadi di Teluk 
Balohan, Sabang. Kapal Motor Penumpang (KMP) Gurita yang mengangkut 378 
penumpang, tenggelam ke dasar laut. Dari jumlah penumpang itu, 40 orang dapat 
diselamatkan, 54 ditemukan tewas dan 284 orang di nyatakan hilang bersama-sama 
dengan KMP Gurita yang tidak berhasil di angkat dari dasar laut.   
   
  KMP Gurita merupakan alat transportasi utama yang menghubungkan pelabuhan 
Malahayati, Banda Aceh dan pulau Sabang. Penyebab kapal feri itu tenggelam 
karena kelebihan muatan. Kapasitas angkutnya hanya untuk sekitar 210 orang. 
Namun yang diangkut sebanyak 378 orang. 
   
  Disabotase
  Kapal KM. Gurita tersebut tenggelam karena di sabotase, perebutan kekuasaan 
antara sipil dan militer. Oktober 1995, pemilihan Walikota Sabang, calon Sekda 
Sabang TM Yusuf SH versus kandidat militer Kol(inf) Bustari  Mansyur.
  Walikota sebelumnya Kol(inf)Sulaiman Ibrahim tidak berkenan TM Yusuf maju 
untuk pilkada, akhirnya TM Yusuf, SH. Kehilangan istri beserta anak-anaknya, 
akibat tenggelam kapal gurita ini. Juga kandidat Walikota Sabang Drs M Nasir 
dan istri, era 80-an, pemilihan pilkada, calon Drs M Yusuf Walad, MBA. Beliau 
adik kandung mantan Gubernur Aceh (Prof Dr Muzakir Walad, memimpin sebagai 
Gubernur Aceh dua periode, 1968-1973 dan 1973-1978). Hasil pilkada yaitu Drs M 
Yusuf Walad sebanyak 13 suara, dan Drs M Nasir sebanyak 7 suara.
  Pada 19 Januari 1996, Jumat malam kejadian tersebut, jabatan terakhir Drs M. 
Nasir adalah Asistan II Walikota Sabang. Tapi media massa, baik cetak maupun 
elektronik tidak berani memberitakan hal tersebut. Berita terbaru, tepatnya 
lima hari kejadian tsunami Aceh, dini hari jam 01:00 WIB tanggal 1 Januari 
2005, di daerah Menteng, saat acara renungan doa akhir tahun, mantan Gubernur 
Aceh yang berkuasa saat terjadi musibah KMP Gurita.
  Prof Dr Syamsuddin Mahmud (periode 1993 - 1998 serta 1998 - 2000), bertemu 
dengan putra almarhum Drs M Nasir. Ia terkejut dan tidak mengetahui  bahwa 
Asisten II Sabang, DRS.M.Nasir dan Istri ikut tenggelam juga. Ini karena 
laporan anak buahnya yang tidak memberikan data yang akurat dan menyembunyikan 
informasi. Perlu diketahui oleh khalayak sejagat, bahwa Wakil Gubernur Aceh 
saat itu adalah seorang Brigjen (Inf)Zainuddin AG. sebagai Ketua Tim Bakornas.
  Gurita tenggelam 19 Januari 1996 Jumat malam. Pencarian kapal berlangsung 
mulai malam tersebut, sabtu(20/1) dan minggu(21/1). Sejak Senin (22/1) 
bertepatan awal Ramadhan, pencarian dihentikan, karena Minggu (21/1) malam, ada 
pertemuan rahasia antara istri mantan Walikota Sabang, Ratna Sulaiman Ibrahim 
dengan putra Asisten II Walikota Sabang, Drs M Nasir, di kawasan Blang Oi, 
Banda Aceh. Ia hanya mengecek berita, apakah Drs M Nasir, benar telah tenggelam 
beserta istri, tapi tidak satupun anaknya yang  ikut. 
   
  Sabotase Pertama
  Sebelumnya, Januari 1981, sabotase pertama, Drs M Nasir, beserta rombongan 
dari seluruh daerah Aceh dan Sumatra Utara, mengadakan penataran di Medan, saat 
liburan rombongan berangkat ke danau Toba, tetapi terjadi kecelakaan bus, 
rombongan banyak yang terluka, termasuk Drs M Nasir, kaki kiri luka parah, 
tertusuk besi kursi. Akhirnya dirawat di rumah sakit Medan selama 3 bulan serta 
hampir saja diamputasi kaki kirinya. Walaupun tidak jadi diamputasi, kaki 
tersebut selama hidupnya selalu membuat masalah luka permanen, kadang bernanah, 
membiru, gatal-gatal merah, membuat sakit sekujur tubuh. Dengan tenggelam kapal 
KM.Gurita Ini, berakhirlah penderitaan selama hidup Asisten II Walikota Sabang 
Drs.M Nasir.
Sebelumnya, januari 1981, Sabotase pertama, DRS.M.Nasir, beserta rombongan dari 
seluruh daerah Aceh dan Sumatra Utara, mengadakan penataran di Medan, saat 
liburan rombongan berangkat ke danau Toba, tetapi terjadi kecelakaan bus, 
rombongan banyak yang terluka, termasuk DRS.M.Nasir, kaki kiri luka parah, 
tertusuk besi kursi. Akhirnya di rawat dirumah sakit Medan selama 3 bulan serta 
hampir saja diamputasi kaki kirinya. Walaupun tidak jadi diamputasi, kaki 
tersebut selama hidupnya selalu membuat masalah luka yang permanen, kadang 
bernanah, membiru, gatal-gatal merah, membuat sakit sekujur tubuh.
    Dengan tenggelam kapal KM.Gurita Ini, berakhirlah penderitaan selama hidup 
Assistent II Walikota Sabang DRS.M.Nasir.
   
  
 
    Resident
   
  DRS.M.Nasir
  Jl. T.Chik Ditiro Lk I / Jl. Raden Saleh No.3
  Kota Atas 
  Sabang-NAD 23511
  INDONESIA
  Telp (62652) 21061
  
 
  Walikota Sabang
  Jl.Diponegoro No.40
  Kota Atas
  Sabang-NAD 23511
  INDONESIA
  Telp (62652) 21040/21018
  Fax  (62652) 21121
   
  Polres Sabang 
  Telp (62652) 22264
  Polda   NAD    
  Telp ( 62651) 635533 Sentral (62651) 638260
Mabes Polri
  Telp (6221) 7218638



    

wassalam


  
Rachmad
  INDEPENDENT
  Pemerhati Public & Media
  rbacakoran at yahoo dot com
   
    

   

 
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

Kirim email ke