Gampang saja ya Bang Ade mau nggak sih istrinya punya suami lagi biar setara saja...
maria ----- Original Message ----- From: Eko Bambang Subiantoro To: [email protected] Sent: Monday, February 19, 2007 11:28 AM Subject: Re: [mediacare] Dukung Bang Ade Armando:Mari menerima KetidakMunafikan! sdr buku miring, Anda tidak punya nama? saya kira ini bukan persoalan munafik atau tidak munafik, ini persoalan kepercayaan dan apresiasi yang selama ini diberikan teman-teman yang peduli akan masalah kekerasan terhadap perempuan kepada bang ade armando. Pemikiran bang ade armando bagus, apalagi berkaitan dengan persoalan media, yang tentunya harapan bagi teman-teman aktivis perempuan yang selama ini sebal dengan tayangan media yang melakukan kekerasan. Tidak sekedar itu, saya kira teman-teman juga percaya bahwa bang ade armando mempunyai pemahaman yang baik soal kekerasan, karena memahami persoalan perempuan tidaklah mudah, kalau memang orang tersebut tidak serius. Jurnal perempuan pernah membuat diskusi tentang kekerasan terhadap perempuan, salah satunya jelas poligami. Salah satu pembicara yang diundang adalah ade armando, karena bang ade dipercaya bisa membawa misi kesetaraan. Secara pribadi saya menolak poligami, karena poligami saya yakini sebagai perlakuan kekerasan terhadap perempuan. Jika bang ade berpoligami sebagai pilihan, maka kami yang menolak poligami juga dengan sadar tidak lagi percaya dengan bang ade sebagai agen untuk anti kekerasan terhadap perempuan. saya kira teman-teman yang menolak poligami buka saja sekedar main-main. Teman-teman tidak saja membutuhka orang-orang yang mempunyai pemikiran, tetapi juga tindakan. Visi seseorang akan dilihat dari tindakan dan ucapan. Banyak orang pintar, namun dalam beberapa tindakan menjadi tidak konsisten. Konsistensi inilah yang dibutuhkan, sehingga kepercayaan dan apresiasi orang-orang tidak mudah untuk dicederai. Untuk itulah apakah salah mereka yang kecewa dengan bang ade armando karena merasa kepercayaanya dicedarai? Sekali lagi, jika poligami dianggap sebagai pilihan, maka pilihan pula ketika kita gantungkan kepercayaan yang selama ini diberikan. Karena kecerdasan bang adelah kami menjadi kecewa. Dan ini bukan persoalan menufik atau tidak munafik. salam, Eko Bambang Subiyantoro Pada tanggal 07/02/18, bukumiring <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Mbak Titiana Adinda..saya kasihan sama Bang Ade...kenapa Anda dan sejumlah orang lain tidak bisa menerima ketidakmunafikan ? Pasti Anda munafik.... Setelah 20 tahun lewat...saya baru tahu Bang Ade Armando punya dua istri.Dulu saya adik kelas Bang Ade di Fisip UI... Bang Ade sama sekali belum dikenal,...sekarang Bang Ade demikian terkenal tidak heran sebab yang saya tahu Bang Ade itu orangnya pendek, ada kumisnya,..senyumnya simpatik...saya jadi membayangkan Napoleon Bonaparte... konon Napoleon juga pendek dan banyak perempuannya. Bang Ade cuma punya 2 belum tiga...kalau lebih banyak lagi perempuannya pasti Bang Ade akan sehebat Napoleon atau Bung Karno ... Bagaimanapun saya salut pada Abang...Selamat yaa Bang.... Selamat juga pade Nina...bisa menerima Ade apa adanya... Poligami..poliandri...lucu juga kalau terusan dibahas dan dibesarin buat menjatuhkan/menaikan popularitas orang........sebab menurut saya punya pacar banyak sama dengan punya istri/suami banyak, ini hanya soal orientasi seks... pernah gak kebayang puluhan tahun hidup dengan orang yang sama dalam satu atap, satu kamar tidur.........betapa membosankannya kepura-puraan..... Teknologi dan ilmu pengetahuan mengantarkan kita pada pentingnya benchmarking,misalnya, rumah tangga juga butuh benchmarking, istri dan suami perlu lebih dari satu, kalau bisa dan sah diformalkan ya diformalkan kalau tidak ya diselingkuhkan asal nggak sampai konflik... asal jangan sampai istri mengadu ke kantor secara formal hingga suami/istri diturunkan jabatannya,....semua ada dalilnya ada prosedurnya,..silahkan.... Dimadu,memadu atau Selingkuh adalah Benchmark yang mengantarkan kita pada peningkatan kualitas menghadapi suami agar istri lama kompetitif dengan istri baru, agar suami timbul api nyala cemburu dan perhatian pada istri dengan jujur pada soal uang gaji, uang korupsi dan lain-lain sebelum istrinya kebelet beneran minta cerai .... Jangan sudutkan perempuan dengan membesar-besarkan poliandri dan poligami,aktivis perempuan juga sebaiknya jangan mentabukan poligami,seks itu enak kok... dimadu itu macam ekstasi kok...ada rasa sakit yang nikmat karena ada cinta dan kencan ditengah kebosanan berumah tangga dengan orang yang sama .......jujur saja kalau jadi diri sendiri dan punya kesempatan serakah kita semua pasti mau aja serakah asal tidak dinilai/dibilang serakah....hanya sedikit orang yang berani menyatakan dirinya serakah dengan segala dalil. ... orang orang demikian adalah orang orang yang tidak munafik...... Mbak Titiana..dan yang lainlain,.. marilah kita meniru Nina... belajar menerima ketidakmunafikan dengan tulus...... Salam, saya adalah juga berjender perempuan! (Mohon Maaf kalau ada yg tidak berkenan dan tersinggung ini sekedar tukar pikiran,..)
