Valenti dei itu cuma mode bung.

Dunia ini penuh dengan mode. Itu salah satu dari
ribuan sisi globalisasi. Jadi tidak perlu etrlalu
risau.

Kita lebih baik membangun keluarga kita masing-masing
dengan ajaran tata-laku yang baik. Saya tidak melarang
anak saya mengirim kartu sana sini. Tetapi saya
mengingatkan dia seperti apa yang anda bilang. Tiap
hari adalah hari kasih sayang.

Kalau pemerintah anda minta menanganinya, maka jangan
lupa, bahwa orang-orang di pemerintahan akan menyambut
gembira pekerjaan ini. Tetapi jangan pula anda keburu
puas. Sebab yang mereka lihat adalah proyek. Dan....
duit.

Mengapa mereka senang  dengan proyek begini ini? 
Pertama jika proyek 'dungu' ini diterima maka perarti
mereka hanya perlu membahas kedunguan proyek ini. Akan
ada ratusan sesi dengar pendapat di DPR, pake honor.
Akan ada kunjungan studi banding ke luar negeri, pake
spj.

Kedua, macam apa Undang Undang yang akan dibuat? Anda
tentu akan bingung, tetapi birokrat tidak bingung
selama ada anggarannya. Bahkan, semakin rame
dibicarakan, maka semakin tidak dipastikan kapan
selesai Undang Undangnya.Lalu akan ada anggaran tiap
tahun.

Ketiga, jika kemudian tidak ada RUU yang dibuat, maka
itu tidak pula akan menyebabkan para birokrat harus
dipaksa mundur. Gagal mengatasi banjir saja tidak
perlu mundur, apalagi cuma gagal melarang valentin
dei!

Dan jika dihitung, andaikata usul anda jadi, maka dari
sejak diusulkan sampai dengan dinyatakan tidak perlu
lagi dibuat UUnya, mungkin anda telah dirugikan Rp 100
miliar untuk rapat, perjalanan-perjalanan, seminar,
loka-karya. Belum lagi jika suatu ketika acara
valentin ini redup sendiri.

Oh iya, katanya ini sih tradisi Kristen. Tetapi
sepetinya engga lah iya?





--- Edo Bassalwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Sebaiknya Pemerintah segera mengatur untuk tidak
> mengizinkan perayaan Valentine Days di Indonesia,
> karena itu cuma sebagai madu tapi beracun yang akan
> secara berangsur tanpa kita sadari akan merusak
> moral generasi muda kita. 
> 
> Forget VALENETINE DAYS! Kita harus menyayangi sesama
> kita bukan tg.14-Feb saja, akan tetapi setiap saat
> setiap detik,  rasa kasih sayang itu harus ada dalam
> darah kita. Budaya barat yang tidak berkenan
> dengan moral kita, sebaik nya dilarang saja.
> 
> Sekian dari:
> Edo.
> 
> 



 
____________________________________________________________________________________
Sucker-punch spam with award-winning protection. 
Try the free Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html

Kirim email ke