Saya sependapat dengan Kuncaraning, sebaiknya kita bisa fokus mengurus persoalan perbaikan ekonomi di Indonesia (baca: masyarakat). Tetapi pikiran saya tergelitik setelah mengkaitkan pernyataan keberatan Edo terhadap kemerosotan moral masyarakat, terutama pada generasi muda, karena pada perayaan Valentine sering kita jumpai kegiatan hura2. Mohon tanggapan dari Kuncaraning Sari & Edo. Salam & Terimakasih meow
----- Original Message ----- From: kuncaraning sari To: [email protected] Sent: Saturday, February 17, 2007 8:30 AM Subject: Re: [mediacare] Larang Valentine Day! Urusan kaya begini kenapa karus melibatkan pemerintah.. terserah masing-masing orang dunk! mau nggak ngerayain kek .. mau ngerayain kek.. masa bodo teing.. Coba deh.. mikirin yang penting2 dan prioritas spt banjir, pengangguran, korupsi,dll. Kenapa harus boikoi-boikotan dan larang-melarang, nanti kalo ini berhasil maka peryaan spt imlek dilarang lagi, dengan alasan bukan kebudayaan asli indonesia.. uuuuuh lagu lama. Padahal masyarakat kita sangat konsumtif.. kalo pake baju semua maunya bermerk atau berlebar Gucci, LV,Dand G,dll. Coba berpikir sedikit d.. berapa pemasukan negera dalam acara spt ini dari restoran, hotel, toko, mal,dll. Jaid kembali keorangnya masing-masing.. kagak usah demo-demo urusan kaya begini. Udah urusin azah tuch banjir, kelaparan, harga beras yang melonjak ( gile harga beras hampir sama dengan harga di Jerman) , korupsi,dll. Salam prihatin Sari --- Edo Bassalwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sebaiknya Pemerintah segera mengatur untuk tidak mengizinkan perayaan Valentine Days di Indonesia, karena itu cuma sebagai madu tapi beracun yang akan secara berangsur tanpa kita sadari akan merusak moral generasi muda kita. Forget VALENETINE DAYS! Kita harus menyayangi sesama kita bukan tg.14-Feb saja, akan tetapi setiap saat setiap detik, rasa kasih sayang itu harus ada dalam darah kita. Budaya barat yang tidak berkenan dengan moral kita, sebaik nya dilarang saja. Sekian dari: Edo.
