Dari Bumi Kembali Ke Bumi 

karena Lumpur lapindo itu adalah lumpur yang keluar dari perut bumi akibat 
pengeboran yang dilakukan oleh lapindo, mungkin akan bisa menyelesaikan masalah 
kalau Lapindo membuat beberapa lubang bumi, lewat pengeboran, sehingga lumpur 
itu kembali ke perut bumi. 

mungkin nggak ya 

tapi dikaji dulu secara ilmiah usulan ini, masuk akal tidak. 
supaya tidak buang uang dan tambah sengsarakan rakyat. 

Jangan tunggu 31 tahun, jawa akan terbelah dua oleh lumpur. 

salam 
dian 



  ----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Wednesday, February 21, 2007 3:58 PM
  Subject: [mediacare] Lumpur Akan Menyembur 31 Tahun



  Refleksi: Para ahli ilmu paranormal sudah mencoba menyetop semprotan lumpur 
dengan melemparkan dua anak kambing ke dalam lumpur panas, tetapi tidak mempan, 
mungkin karena kambing-kambing itu terlalu kurus sehingga tidak mengenyangkan 
perut bumi. Pakar ilmu kafir prof Mori tak banyak bisa memberikan bantuan 
selain menyatakan ilmunya tidak punya teknologi yang mampu menghentikan 
semburan lumpur. Sekarang masih  ditunggu ialah sobat pakar-pakar ICMI 
mengaplikasi ilmu gaib surgawi agar penduduk Sidoarjo tidak perlu butuh 31 
untuk  bisa kembali ke kampung halaman mereka; insyaalloh.   

  http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/022007/21/0401.htm


  Lumpur Akan Menyembur 31 Tahun
  Tak Ada Teknologi yang Mampu Menghentikan 
  JAKARTA, (PR).-
  Lumpur Lapindo diperkirakan akan terus mengalir sampai 31 tahun mendatang 
karena hingga kini tidak ada teknologi yang mampu menghentikan luapan lumpur 
yang menyengsarakan itu. Satu-satunya penanganan yang bisa dilakukan hanya 
membuang lumpur ke tempat tertentu agar tidak membanjiri kawasan sekitarnya.

  Demikian disampaikan James J. Mori, Professor Disaster Presentation Research 
Institute Kyoto University, dan Kepala BPPT Said D. Jenio, di kantor BPPT, Jln. 
M.H. Thamrin, Jakarta, Selasa (20/2). "Sulit untuk menghentikan. Tak ada 
teknologi yang mampu, kecuali kalau ada beberapa orang pintar Indonesia yang 
punya ide brilian," ujar Mori. "Seperti halnya gunung meletus, bagaimana kita 
menghentikannya," ujar Said menambahkan.

  Menurutnya, lumpur sebagai bagian dari fenomena alam menyembur karena dipicu 
oleh pengeboran. Volume semburan terus meningkat dari 5.000 m3 per hari menjadi 
156.000 m3 per hari, sehingga permukaan tanah beberapa daerah turun hingga 15 
cm dalam radius 2 km. Ini akibat keluarnya lumpur dari dalam tanah sehingga 
terjadi kekosongan di lapisan tertentu.

  Baik Said maupun Mori memperkirakan, semburan akan berlangsung hingga 31 
tahun ke depan. Biasanya semburan lumpur yang sudah pernah terjadi bisa 
berhenti dalam 10 tahun. Keduanya menilai, lumpur Lapindo lebih besar sehingga 
akan lebih lama. 

  Tanggul kritis

  Sementara itu, kondisi tanggul tempat penampungan lumpur (pond) Lapindo 
Brantas Inc. di Desa Jatirejo, Kec. Porong, Sidoarjo, Selasa pagi kritis, 
karena ketinggian genangan lumpur mulai sejajar dengan ketinggian tanggul. 
Selain akibat peningkatan volume semburan, juga tidak mengalirnya lumpur ke 
arah selatan menuju Kali Porong.

  Akibatnya, kondisi rel kereta api (KA) dan Jln. Raya Porong yang terletak 
tepat di bawah tanggul, kembali terancam. Meski begitu, aparat kepolisian 
setempat belum mengambil tindakan terkait keselamatan pemakai jalan raya.

  "Jika nanti tanggul ini sampai jebol, siapa yang bisa menolong warga sini 
(Jatirejo), termasuk pengguna Jalan Raya Porong. Situasi cukup mengkhawatirkan, 
apalagi sering turun hujan di malam hari," kata Parma, salah seorang warga Desa 
Jatirejo. 

  Secara terpisah, juru bicara Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur di 
Sidoarjo (PSLS), Rudi Novrianto mengatakan, kondisi tanggul di Jatirejo memang 
kritis, tapi masih terkontrol dan lumpur di pond mulai bisa dialirkan ke Kali 
Porong, melalui spillway (saluran pelimpah). 

  Menjelang akhir masa tugasnya 8 Maret, Timnas PSLS dibingungkan oleh kondisi 
tanggul di sekitar lokasi bencana luapan lumpur. Setelah berhasil menutup 
tanggul utama dan tanggul bekas jalan Tol Porong-Gempol, Timnas kembali 
disibukkan oleh pengerjaan projek penguatan tanggul di Desa Jatirejo, Kec. 
Porong. 

  Relokasi warga

  Direktur Pusat, Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam, BPPT, Yusuf 
Surachman mengatakan, satu-satunya cara menghindari bahaya semburan lumpur, 
merelokasi penduduk dari desa di sekitar sumur Banjar Panji. "Tak ada lagi cara 
atau teknologi untuk mengatasi semburan lumpur ini, termasuk teknik bola beton 
yang baru-baru ini disarankan," kata Yusuf. 

  Menurutnya, metode rangkaian bola beton (methode of chains ball) hanya untuk 
mengurangi volume semburan lumpur, tidak mengurangi potensi lumpur yang keluar. 

  Teknologi relief well (pengeboran miring sebagai skenario ketiga-akhir), 
telah dianggap gagal. Dari hasil pengamatan satelit, areal di radius 2-3 km 
dari sumber semburan sudah turun 15 cm (0,8 cm per bulan). Namun, areal di 
bagian utara-timur mengalami kenaikan. (dtc)***


   

  __________ NOD32 2072 (20070220) Information __________

  This message was checked by NOD32 antivirus system.
  http://www.eset.com

Kirim email ke