Mas Arifin, Yang terjadi dahulu itu tidak seperti saat ini, dulu itu persaingan terjadi di masjid2 swadaya masyarakat yg bisa saja awalnya bercorak (bukan milik ) NU kemudian berubah ke Md, atau sebaliknya. Sedangkan yang terjadi saat ini adalah sabotase ASET, masjid yg jelas2 dibangun oleh Md/NU kemudian digrecoki PKS, sudah baca belum kata pengantar dari redaksi Suara Muhammadiyah??
Bung Ibnu: "PKS, sejauh yang saya tahu sich tidak seperti yang temen-temen di milis bicarakan" itu artinya anda belum begitu jauh mengetahui temen2 sampeyan di PKS atau bisa jadi spt yang saya pernah tuliskan, ketika sampeyan bercermin, pikiran dan perhatian anda tidak pada wajah anda tapi pada orang lain, sehingga anda tidak melihat ada noda di wajah anda. Klo saya sih mah dah kenyang, satu hal yg salut dari pks, mereka begitu menghormati ustadz-nya sehingga sulit membedakan antara taqlid dengan tsiqah ... "Muhammadiyah atau NU target utamanya tidak didesain untuk hanya besar secara organisasi saja, tetapi justru kemaslahatan umatlah yang menjadi tujuan utamanya..." Klo komentar ini saya sepakat, disitulah letak perbedaannya dengan PKS, kalau pks mereka juga berpikir kemaslahatan partai dan jika terjadi benturan antara kemaslahatan politik dengan umat maka ya yang diutamakan adalah kemaslahatan POLITIK PKS, dua kali kenaikan BBM, kasus blok cepu exxon adalah contoh kasusnya. Jadi kemaslahatan umat itu akan didukung jika akan memberikan dampak positif bagi kepentingan politik, ko' mirip dengan partai yang tidak pakai label agama ya???
