29 tahun di Pemprov? weleh-weleh, apa sih hasilnya? Harus diwaspadai sudah 
vested bener dan birokratis abis. Lihat saja cara menjawab saat wawancara 
langsung saat banjir, ngeyel nggak wisdom, nggak mau terima saran dst. Apasih 
modalnya? Seperti gak ada yang lebih baik dari yang jelek saja.
  Maaf, vulgar aja nih.
  Prinarotomo
   
  

bayu pelangi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Foke ini nekat abizzz....
  Berita dukungan dari MD pada foke ternyata dibantah sendiri oleh MD di 
berbagai media.
  Belum menjabat sudah berani melakukan kebohongan publik.
  Weleh...
   
  Foke ini juga ngeyel abizz, 
  Padahal sudah disindir untuk mundur oleh ma dan disindir oleh berbagai pihak 
"berpotensi menggunakan fasilitas pmerintah" jika nggak mundur
   
  Salam
  boy
   
  ======
  DL - Di bawah ini terbaca ".......... Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 
Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Damai Sejahtera (PDS), dan Partai 
Golongan Karya (Golkar) mendukung Fauzi Bowo" dengan alasan " ...... Fauzi 
sudah 28 tahun berkarier di lingkungan Pemprov DKI. Tentunya, dia sudah 
berpengalaman dalam mengatasi masalah di Jakarta" Oooo ..... jadi Fauzi Bowo 
sudah berpengalaman di Jakarta jadi resultatnya Jakarta kebanjiran? Pertanyaan 
yang timbul, tidak adakah orang Indonesia di antara 230 juta penduduknya yang 
dapat memimpin Jakarta sedemikian rupa, sehingga Jakarta tidak lagi kebanjiran? 
Bila tokh penduduk Jakarta memilih Fauzi Bowo dan tahun 2008 Jakarta kebanjiran 
lagi, itu namanya "eigen schuld dikke bult". 

SUARA PEMBARUAN DAILY 
----------------------------------------------------------

Dukungan terhadap Fauzi Bowo Menguat


Wagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang juga Ketua Tanfidyah Nahdlatul Ulama (NU) 
DKI Jakarta, berjabat tangan dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din 
Syamsudin, di ruang kerja Din Syamsudin, Sabtu (17/2). [Pembaruan/Steven S 
Musa] 

[JAKARTA] Empat partai politik (parpol) telah memastikan mendukung Wakil 
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjadi calon Gubernur DKI pada pemilihan 
kepala daerah (pilkada) DKI tahun ini. Keempat parpol itu adalah Partai 
Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Damai 
Sejahtera (PDS), dan Partai Golongan Karya (Golkar). 

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta, Chudlary Safii mengatakan, 
dukungan terhadap Bang Fauzi (panggilan akrab Fauzi Bowo) didasari atas 
pengalaman yang dimiliki Fauzi Bowo di lingkungan Pempov DKI Jakarta. "Pak 
Fauzi sudah 28 tahun berkarier di lingkungan Pemprov DKI. Tentunya, dia sudah 
berpengalaman dalam mengatasi masalah di Jakarta," ujar Chudlary di Jakarta, 
Sabtu (17/2). 

Dia menegaskan, partainya akan terus menggalang kekuatan bekerja sama dengan 
parpol lainnya agar mendukung Fauzi Bowo. Ia memperkirakan, potensi dukungan 
suara kepada Fauzi Bowo dari partainya cukup signifikan. 

Dukungan lainnya juga datang PBR. Bahkan, partai yang memiliki dua kursi di 
DPRD DKI itu telah mengumumkan Fauzi Bowo sebagai calon tunggal pada pilkada 
mendatang. 

Sekjen PBR, Muhiddin Mucthar mengatakan, partainya sudah lama 
"menggadang-gadang" Fauzi Bowo untuk didukung menjadi Gubernur DKI Jakarta 
periode 2007-2012. "Ini dukungan pertama dan terakhir bagi PBR terhadap cagub," 
ujar Muhiddin. 

Langkah yang sama juga dilakukan oleh PDS. Tim Lima yang dipimpin Ketua Umum 
DPP PDS, Ruyandi Hutasoit, secara aklamasi memilih Fauzi Bowo sebagai calon 
tunggal untuk cagub pada pilkada mendatang. 

Selain alasan menguasai permasalahan Kota Jakarta, dipilihnya Fauzi Bowo atas 
dasar aspirasi konstituen, khususnya kalangan gereja. 

Pencalonan Fauzi Bowo juga mendapat dukungan dari Partai Golkar DKI Jakarta. 
Hal itu terungkap dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Rapat Kerja Daerah 
(Rakerda) II Partai Golkar pada 14-15 Februari 2007. Seluruh anggota Dewan 
Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II dan I, Ormas Hasta Karya, serta DPD II 
Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu mendukung Fauzi Bowo sebagai kandidat 
tunggal partai berlambang pohon beringin tersebut, untuk memimpin Jakarta 
periode 2007-2012 mendatang. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, Ade Surapriatna 
mengatakan, keputusan memilih Fauzi Bowo sebagai calon tunggal karena figur 
Fauzi Bowo diyakini lebih tepat dan kapabel dibanding figur lainnya. 

Ade yakin, keputusan dalam Rapimda dan Rakerda II yang memunculkan Fauzi Bowo 
sebagai calon tunggal akan didukung sepenuhnya oleh DPP Partai Golkar. Sebab, 
berdasarkan perhitungan suara di pada Rakerda II ini suara DPD sudah bulat. 

Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Nomor 5/DPP/Golkar/IX/2005 tentang 
Pedoman Pelaksanaan Pilkada, DPP memiliki suara 40 persen, DPD I 20 persen, DPD 
II 30 persen, dan Hasta Karya 10 persen. "Kalau digabung tingkat DPD I dan II 
dan ditambah Hasta Karya itu sudah 60 persen," katanya. 

Ade menambahkan, akan menggalang kekuatan dengan partai lain bersama-sama untuk 
mendukung Fauzi Bowo. 

Muhammadiyah 

Selain Parlpol, ormas Muhammadiyah juga mendukung Fauzi Bowo. Ketua Umum 
Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin, menyatakan mendukung pencalonan 
Fauzi menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2017. 

"Sebagai ormas, kita memang tidak bisa berpolitik praktis. Tapi kita akan 
memberikan dukungan secara moril kepada Fauzi Bowo," ujar Din Syamsudin, saat 
Fauzi Bowo sebagai Ketua Tanfidyah Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, berkunjung 
ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (17/2). Pertemuan silaturrahim 
yang berlangsung sekitar satu jam itu, membahas seputar pencalonan Fauzi Bowo 
sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 mendatang. 

Knjungan Fauzi yang diantar Ketua Pimpinan Wilayah DKI Jakarta Sam'an Mischan, 
semakin menunjukkan bahwa hubungan NU dan Muhammadiyah dari hari ke hari 
semakin harmonis. Kedua ormas Islam itu, terlihat sering melakukan kegiatan 
sosial dan keagamaan secara bersama-sama. 

"Tidak menutup kemungkinan kami akan membangun koalisi antara NU dan 
Muhammadiyah dalam pilkada mendatang. Kita juga akan membangun hubungan dengan 
ormas-ormas lain dan merangkul partai-partai lainnya bersama-sama mendukung 
Fauzi Bowo," lanjut Din Syamsudin. 

Karena itu, pihaknya akan menganjurkan kepada warga Muhammadiyah untuk memilih 
pemimpin yang amanah, berpengalaman, dan fasih membaca Al-qur'an. "Semua 
kriteria itu ada pada diri Fauzi Bowo," jelasnya. 

Sikap Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang mengemban amanah, kata Din 
Syamsudin, akan selalu mendukung para peminpin yang mengemban amanah umat dan 
memiliki moral yang bagus. "Tidak hanya di Jakarta saja, tapi kita juga 
mendukung pemimpin yang memiliki moral yang bagus, mulai dari bupati, gubernur, 
hingga pemilihan presiden," ungkapnya. 

Selain itu, kata Din Syamsudin, NU dan Muhammadiyah tingkat DPW DKI Jakarta 
juga bertekad akan saling memberikan kontribusi untuk menciptakan situasi 
keamanan yang kondusif menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang 
pertama kalinya di DKI Jakarta 8 Agustus 2007 mendatang. 

Di tempat yang sama, Ketua DPW Muhammadiyah Sun'an Kisman mengatakan, sesuai 
dengan kaidah kepribadian ormas Muhammdiyah yang disepakati pada tahun 1960-an, 
Muhammadiyah akan senantiasa menjalin hubungan dengan ormas manapun, termasuk 
NU, khususnya untuk masalah masalah kemaslahatan umat. 

"Kami akan bekerja sama dengan ormas yang lain untuk mendukung Fauzi Bowo," 
katanya. [M-16] 

 
   
  

 
     
  

         

 
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question 
on Yahoo! Answers.

Kirim email ke