Buat Mas Mahmud Abbas, 
Jika antum langsung mengklaim tidak ada dasar hukunya dalam Islam itu salah 
besar, apalagi sampai mengharamkan.

Bukankah Islam itu agama yang sempurna, niscaya hukumnya juga sempurna. jika 
kita belum menemukan dalil hukumnya, itu bukan berarti tidak ada dalam hukum 
Islam.

Agama Islam itu sangat manusiawi, menjunjung tinggi kecerdasan berfikir, 
menjaga kemashlahatan bersama, dan selalu up to date (likullia zaman wa makan).

memang Valentine tidak ada dalam sunnah Rasulullah, namun hal itu secara 
kebetulan dari ajaran agama lain, sebab hanya kebetulan kejadian dan perayaan 
itu dilingkungan agama lain (selain Islam.). 

nah, Jika ada yang berlebihan dalam perayaan itu, bukankah Islam sendiri 
mempunyai Konsep "Syad al-Dzari'ah" atau konsep Ushul Fikih yang lain. 
terkait ada yang berlebihan tadi, itu yang salah bukan salah tradisinya namun 
salahkan orang yang melakukannya. kalau perlu tegur, ingatkan dan ajari mereka 
yang berlebihan. bukankah manusia itu tempat 'al-Khoto' (salah) wa 'nisyan' 
(lupa), sebagaimana definisi al-Insan (manusia) dan al-Nisyan (pelupa) berasal 
dari akar kata yang sama?
wallahu a'lam...
Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Tolong dicermati mas JP : bahwa itu bukan sekedar himbauan tetapi 'menyatakan 
HARAM' karena : 
1. tidak ada dasar hukumnya dalam Islam (=penerapan yang serampangan)
2. berasal dari keyakinan lain yang berbeda dengan nilai-nilai Islam (=kurang 
paham mengenai latar belakangnya) 
3. sering dimaknai dengan kebebasan mengekspresikan kasih sayang kepada 
pasangan yang berlainan jenis (=yang begini juga memang tidak sejalan dengan 
agama apapun dan tidak sejalan juga dengan latar belakang spirit/semangat 
valentine). 

Yang berupa himbauan adalah merayakannya jangan di tempat terbuka.

So.. saya menyatakan pernyataan itu tidak/kurang bijaksana dan kurang didasari 
oleh pengertian latar belakang yang benar. Dan saya kira penerapan hukum Islam 
yang demikian adalah kurang bijaksana. 

Wassalam.




On 2/22/07, jp2success <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
     Apakah tidak ada nilai positif dari himbauan ini ???????
 
 1. MPU, menyatakan haram untuk umat Islam yang khususnya yang berada 
 di NAD, saya rasa tidak ada yang yang salah atas himbauan tersebut, 
 bagi umat lain yang mau merayakannya, tidak perlu tersinggung dengan 
 himbauan tersebut.
 
 2. MPU menghimbau bukannya mau report-report, akan tetapi sudah 
 menjadi suatu kewajiban untuk perduli, dengan masa depan generasi 
 mudanya (saya rasa nggak salah juga).
 
 3. MPU juga kelihatannya lembaga yang kompetent untuk mengeluarkan 
 himbauan terebut (cmiiw).
 
 Jadi tidak adakah nilai positif dari himbauan tersebut ?????????
 
 Firman

 
 --- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > http://www.antara.co.id/seenws/?id=53107
 > 
 > Umat Islam Haram Rayakan 'Valentine's Day'
 > 
 > Banda Aceh (ANTARA News) - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama 
 (MPU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muslim Ibrahim 
 menyatakan haram bagi umat Islam untuk merayakan "Valentine's Day" 
 yang dikenal sebagai hari kasih sayang tersebut.
 > 
 > "Perayaan tersebut berasal dari agama lain dan tidak ada dasar 
 hukumnya dalam syariat Islam. Jadi, mengikuti perayaan hari kasih 
 sayang itu hukumnya haram bagi umat Islam," katanya kepada ANTARA 
 News, di Banda Aceh, Selasa.
 > 
 > Pernyataan itu disampaikan doktor lulusan Universitas Al-Azhar 
 Kairo tersebut terkait dengan "Valentine's Day" yang akan diperingati 
 Rabu (14/2).
 > 
 > Muslim menjelaskan, budaya yang diadopsi dari barat tersebut tidak 
 sesuai dengan ajaran Islam karena itu berbeda dengan nilai-nilai 
 Islam terutama dari sisi keyakinan dan pemikirannya.
 > 
 > Selama ini Valentine's Day sering dimaknai sebagai hari kebebasan 
 untuk mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan yang berlainan 
 jenis. 
 > 
 > Dia mengatakan, masih banyak momentum besar lainnya yang bisa 
 dirayakan seperti Lebaran, Tahun Baru Hijriyah dan perayaan besar 
 agama Islam. Semua ini perlu mendapat perhatian, bukan pada momen 
 yang bertentangan dengan ajaran Islam. 
 > 
 > "Saya berharap generasi muda kita bangga dengan kultur daerah 
 (Aceh) yang sarat dengan nilai Islami serta dapat mempertahankan 
 identitas dirinya. Saya juga menghimbau orangtua untuk membina remaja 
 agar tidak ikut-ikutan merayakan hari tersebut," tambahnya. 
 > 
 > Muslim menyerukan kepada semua pihak yang akan merayakan acara 
 "Valentine's Day" di NAD agar tidak melaksanakannya di area terbuka 
 seperti pantai dan pusat keramaian lainnya serta dapat menghormati 
 budaya masyarakat Aceh.(*)
 > 
 > 
 > Copyright © 2007 ANTARA
 > 
 > 
 > 
 > 13 Februari 2007 17:58
 >
 
 

     
               
        



 
     
                       

         
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

Kirim email ke