"yang tidak lebih dari ungkapan iri hati dua orang pathetic looser."
Loser maksudnya? Apakah orang-orang yang kalah/pecundang tidak boleh sekedar iri hati saja? Saya juga sering iri hati terhadap orang-orang yang dengan hanya goyang-goyang kaki dianterin "angpau" amplop gemuk tak henti-hentinya, dan punya isteri cantik sampai dua-tiga (ditambah satu yang kurang cantik hehe). Padahal mereka di mata saya tak ada apa-apanya. Kalau iri hati saja ndak boleh, ya keterlaluan banget tuh. Sato --- Teddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung streetnews dan bung pria biasa, Sayang sekali postingan anda tidak mencerminkan sama sekali kecerdasan dan kedewasaan orang yang berkecimpung di media. Hanya mengandung unsur cercaan dan prejudice yang tidak bertanggung jawab. Kebetulan saya kenal baik dengan dua orang yang dijadikan topik pembicaraan di thread ini, baik bang Ade maupun Citra. Saya orang yang respek sama mereka berdua sebagai kawan dan sebagai rekan kerja. Saya bukan pembela poligami. Tapi seandainya memang jalan itu yang mereka pilih (saya pakai kata seandainya karena saya belum berhasil dapat konfirmasi dari mereka berdua dan karena saya tidak mau berandai-andai) saya pikir mereka punya hak untuk itu. Ada batas privacy yang menurut saya adalah urusan mereka. Toh Ade Armando bukan lagi pejabat publik, begitupun dengan Citra. Komentar bung pria biasa yang seolah-olah Ade Armando menikahi Citra dan beruntung karena Citra kaya dan cantik, saya pikir terlalu dilebih-lebihkan. Saya pernah kerja bareng Citra di sebuah institusi dan dia berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut karena kualitas intelektualnya dan bukan karena koneksinya karena saya tahu betul di tempat saya bekerja dulu tidak ada hubungannya dengan latar belakang dia anak siapa. Dia punya kualitas sebagai pribadi yang jauh lebih baik daripada yang anda kira Bung. Kalau akhirnya dia dan bang Ade memilih meresmikan hubungan mereka, saya pikir itu adalah hak mereka. Seburuk apa pun, setidak setuju apapun anda, itu adalah hak pribadi mereka yang saya rasa tidak perlu dikutak-kutik dalam ranah publik. Saya bukan PRnya bang Ade ataupun Citra, tapi saya hanya ingin melihat kasus ini ditanggapi secara proporsional. Saya malah lebih respek pada posting-posting yang mempertanyakan konsistensi bang Ade terhadap statemenr-statement atau perjuangan-perjuangan yang dulu pernah dia gembar-gemborkan. Lebih obyektif dan lebih berintelektual dibanding posting seperti anda berdua yang tidak lebih dari ungkapan iri hati dua orang pathetic looser. Salam, TWR '95 ____________________________________________________________________________________ Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question on www.Answers.yahoo.com
