Membaca tulisan Bpk. Oetaryo Mantan Perwira Markas Pusat PETA Thn 1945, yang 
dikirimkan oleh Bpk. Pandji R Hadinoto tg. 16 Feb 2007, saya ingin memberi 
komentar: 1. Menjadi lebih jelas lagi peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke 
Rengas Dengklok. Begitu pula pertentangan antara Angkatan Laut dan Angkatan 
Darat Jepang ketika menghadapi peristiwa kemerdekaan Indonesia. 2. Semula Peta 
dibentuk Jepang di Jawa yang berpusat di Bogor bertujuan untuk mempertahankan 
diri dari serangan Sekutu. Pak Harto adalah salah satu alumni Bogor. Ketika itu 
pulau Sumatera bersama Semenanjung Malaya dikuasai oleh Angkatan Laut Jepang 
(terpisah dari administrasi p. Jawa). Semula pusat kendalinya berada Singapura, 
kemudian dipindah ke Bukittinggi. Untuk wilayah ini dibentuk "semacam PETA" 
yang bernama Gyugun. Pusat latihannya bersifat otonom di setiap kresidenan 
(Padang, Medan, Pagar Alam, Palembang). Pusat latihan Gyugun Padang berada di 
bawah tanggung jawab Komando Resimen Infantri 37, Divisi ke
 4 (Osaka), dengan komandan Mayor Akiyama. Gubernur Jepang di Padang, Kenzo 
Yano meyakinkan masyarakat setempat "....sudah tiba saatnya bagi bangsa 
Indonesia untuk bangkit mempertahankan tanah airnya... Izin untuk untuk 
mendirikan tentara sukarela sekarang dimungkinkan... agar pertahanan pulau 
Sumatera kokoh lagi". Diberitakan 10.000 pemuda Sumatera telah berhasil 
direkrut. (Mestika Zed: Biografi Kolonel Achmad Hussein 2001). Sejarah serta 
tujuan terbentuknya Peta dan Gyugun, adalah sama. Selanjutnya peranan mereka di 
dalam menegakkan NKRI, saya kira sama saja, yaitu cikal-bakal TNI bersama-sama 
dengan laskar-laskar Hizbullah, Sabilillah, Pesindo, TEMI dsb. (sebelum 
diintegrasikan). Pendapat saya: TNI berasal dari BKR. BKR terdiri dari 
unsur-unsur PETA, GYUGUN, HEIHO (telah dilatih berperang oleh Jepang), bekas 
KNIL (diantaranya Jenderal Oerip S) serta unsur laskar (tidak dilatih berperang 
oleh penjajah). Lain halnya dengan sebutan APRIS dan APRI yang sudah dimasuki 
oleh
 eks KNIL sesudah KMB. 3. Alasan apa Soekarno merubuhkan tugu proklamasi asli 
dan menggantinya dengan bangunan yang tidak memiliki nilai sejarah sama 
sekali/bukankah Soekarno telah menggelapkan sejarah. Apakah ada alasan tertentu 
dari Soekarno ketika merubuhkan tugu proklamasi di Pegangsaan tsb. Mengapa 
Angkatan 45 tidak berupaya mengembalikan tugu tsb ke bentuk semula. Wassalam 
Abraham Ilyas admin: http://www.nagari.org 

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

Kirim email ke