Ok, pertama tama kalau Ba'asyir seorang ulama yg professional tentunya
kunjungan nya ke istana hrs di comfirm ( disetujui, disyahkan) pihak istana,
kalau kedatangan nya tidak diterima president itu menunjukan bahwa utk membuat
official appointment saja dia gak bisa, apa dia pikir karena dia seorang ulama
lalu seenaknya bisa masuk ruang kantor president ?
Kedua, bagiamana dia mau memberi surat tazkiroh ( whatever the hell that is),
berupa peringatan bahwa indonesia ancur lebur karena kedurhakaan bangsa dan
negara kepada Tuhan atau krn meninggalkan ajaran syariat islam, bagiamana pula
lelaki sepinter dia tidak bisa melihat sumber malapetaka dinegri ini?
malapetaka yg terjadi ber tubi2 di indonesia adalah karena krisis moral dan
values manusia nya mister towel head !!!!!!!
Saya berharap SBY tidak akan mudah terkecoh oleh politik SI yg sudah jelas
tidak cocok dengan kebudayaan nasional, hal apapun yg extreem itu tidak sehat,
tidak stabil, tidak normal, dan Baa'syir termasuk golongan ini, sayang sekali
mash ber juta2 rakyat indonesia yg bodoh dan mudah dibrain wash oleh janji2 utk
masuk surga dunia akherat, Baasyir dan 20 ulama lain nya melakukan hal yg
normal dalam negara demokrasi, mereka bebas membeberkan ideaology nya, tetapi
mereka tidak ber hak utk merubah system yg sudah berlaku di indonesia yaitu
pancasila dgn UU nya .
SI bukan kebudayaan indonesia, SI adalah kebudayaan yg sudah jauh tertinggal
dlm kebudayaan jaman, kita sudah tak bisa lagi pergi kerja naik onta, atau men
syahkan kaum wanita2 utk dicambuki krn melakukan senggama sementara para
lelaki seenak dengkulnya berbini banyak, cuih !
Jadilah seorang muslim yg baik bukan yg extreem, jangan menggadai nama Tuhan
atau Islam utk urusan politik tengik seperti ini.
salam' O
Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Gatra.Com
All Daily News Magazine
HOME Majalah Contact Us Gatra Mobile Menu Anggota Log Out Gobang KURS
User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?
Alkisah
- Fakta Langka
Mancanegara
- Asia
- Timur Tengah
- Amerika
- Afrika
- Australia & Pasifik
- Eropa
Apa & Siapa
Ekonomi
Hukum & Kriminalitas
Sehat
Lingkungan
Nasional
Olahraga
Teknologi & Sains
Wisata & Hiburan
Nusantara
- Sumatera
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Bali & Nusa Tenggara
- Maluku & Papua
Suplemen
- Teras BRI
Haji
[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
NASIONAL
Ba`asyir Dikecewakan Yudhoyono
Jakarta, 22 Pebruari 2007 12:04
Pemimpin Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Ustadz Abubakar Ba`asyir menyatakan
kecewa karena kedatangannya ke kantor presiden tidak diterima oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono ataupun juru bicara presiden Andi Mallarangeng.
"Saya tentu kecewa, kita tidak diterima Presiden, tetapi hanya oleh stafnya
jubir Andi Mallarangeng," kata Ba`asyir saat berada di luar Istana Merdeka di
Jl Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (22/2).
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Ba`asyir beserta sekitar 30 orang ulama
lainnya, mendatangi kantor presiden dengan maksud menyerahkan surat peringatan
atau tazkiroh kepada Yudhoyono.
Rombongan Ba`asyir tiba di pintu gerbang kantor presiden di Jl Veteran III,
yang berada di sisi timur bagian belakang Istana Merdeka. Namun mereka kemudian
diarahkan oleh aparat keamanan menuju Istana Merdeka dengan berjalan kaki,
karena dijanjikan untuk bertemu dengan Andi Mallarangeng.
Ba`asyir mengaku telah mengirimkan surat untuk menyampaikan surat tazkiroh itu
kepada Yudhoyono pada 19 Februari 2006. Pada saat itu, Yudhoyono tengah
menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.
Melalui surat tazkiroh yang ditandatangani sekitar 20 ulama itu, Ba`asyir
menuangkan isi peringatan kepada Yudhoyono tentang kekeliruan yang sangat fatal
di Indonesia dalam mengurus negara, yakni dengan meninggalkan syariat Islam.
"Sejak zaman Soekarno hingga saat ini, syariat Islam ditinggalkan, sehingga
akhirnya yang menderita seluruh rakyat," katanya.
"Bencana yang terjadi karena kita melecehkan hukum Allah," katanya.
Kepada staf juru bicara yang menemuinya, Ba`asyir meminta agar Yudhoyono
membaca dan memperhatikan surat tersebut.
Ba`asyir dan rombongan yang menggunakan beberapa mobil akhirnya meninggalkan
depan Istana Merdeka, dan menuju kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, untuk
menyampaikan surat serupa kepada pimpinan DPR dan MPR. Meski kecewa, Ba`asyir
mengaku bersyukur karena yang terpenting baginya adalah telah menyampaikan
surat peringatan tersebut kepada sesama muslim. [EL, Ant]
Versi Cetak Kirim Berita ke Teman Komentar Anda
<< 22 February 2007 >>
Su M T W Th F Sa
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28
All Daily News Magazine
Copyright © 2002-04 Gatra.com. Designed and maintenance by Gatracom.
[Non-text portions of this message have been removed]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan baik dan harmonis.
Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus formal, tidak saling menghujat
dan tidak diskriminative.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yahoo! Groups - Join or create groups, clubs, forums & communities. Links
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.