senangnya membaca tulisan fau, yang mengena dan tetap sopan.
bung ade, seandainya ini hanya masalah pengungkapan pendapat, tentunya tak
akan serumit ini. tapi, sedikit banyak, ada perasaan terluka dari orang-orang
yang terlanjur mempercayai bahwa anda berdiri di belakang perjuangan HAM, yang
diantaranya terlanggar oleh banyak prakterk poligami (tentu tak semua).
Saya pribadi tiba-tiba berempati (agak terlalu dalam bahkan) terhadap istri
pertama anda ketika membaca komentar anda tentang '10 fakta istri baru ade
armando'. Betapa dia (istri I anda) dalam posisi tak berdaya mengetahui
suaminya mencintai perempuan lain, yang (sedihnya) juga mencintai suaminya.
pertanyaan yang saya usulkan, untuk ditanyakan pada diri Anda sendiri,
seandainya istri anda ada dalam posisi anda, apakah yang akan ia lakukan?
padahal ia tak punya pilihan untuk melakukan poliandri. apakah anda begitu
terpojokkan pada pilihan untuk menikahi perempuan ini sehingga pilihan yang
menyakitkan orang-orang yang sekian lama mendampingi anda tetap harus diambil?
istri pertama anda mungkin lebih beruntung, karena toh kalau ia tak sanggup
lagi pilihan cerai bisa diambil, tetapi bagaimana dengan anak-anak anda?
salam
deenee
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Fau yang baik, senang membaca komentar Anda.
Tapi saya mengerti bahwa masyarakat Indonesia masih harus belajar
menghargai perbedaan keyakinan tanpa harus menghina dan menghujat.
Butuh waktu..., tapi saya percaya kita bergerak ke sana.
salam
ade armando
> IMO, jatuh cinta itu mungkin suatu hal yang tidak bisa diplot, sama
> siapa saja, kapan, kenapa, dst.
> Dalam kasusnya Ade, mungkin (mungkin ya) ybs jatuh cinta lagi dan
> memilih mendapatkan cinta keduanya ini walau harus menyakiti cinta
> pertama.
>
> Soal takdir atau tidak, itu tergantung cara pandang. Kalau orang
> menyerah dan memilih dikuasai penuh oleh perasaannya, maka dia bisa
> bilang "ini takdir". Kalau orang menang terhadap perasaannya (tepatnya
> terhadap tindakannya) maka dia bisa bilang seperti yang dikatakan sdr.
> Agung: "takdir adalah pilihan"... "dan saya memilih bahwa cinta tidak
> harus memiliki" (cieee.. klise ya.. tp benar juga kan?).
>
> Perasaan mungkin sulit dilawan, tapi bisa dikuasai.. dan yang jelas
> manusia harus mampu mengontrol tindakan. Kalau ngga, tentunya kita
> udah ngegamparin semua orang yang menyinggung perasaan kita, termasuk
> boss kita :D
>
> Jatuh cinta juga masalah perasaan. Ada yang lagsung klepek klepek...
> ada yang bisa kelihatan dingin2 saja... Tapi tindakan: apakah saya
> akan berusaha memiliki semua orang yang saya cintai, atau saya memilih
> satu komitmen saja, itu pilihan. Pasti pilihan yang tidak mudah, kalau
> sudah klepek klepek. Tapi soal takdir? Takdir adalah pilihan :)
>
> "Kebetulan" yang jatuh cinta lagi adalah sang suami (muslim) yang
> merasa bisa mendapat pembenaran dari agama (walau sebelumnya
> diyakininya esensi agamanya adalah monogami *smile*... yah namanya
> "kepepet").
>
> "Kebetulan" yang jatuh cinta lagi memilih ingin memiliki cinta
> keduanya ini walau sadar akibatnya si cinta pertama sakit dan bisa
> saja lepas plus anak2 mungkin tersakiti juga (lagi2 adalah pilihan..).
>
> "Kebetulan" yang jatuh cinta lagi ini "terlanjur" jadi public figure,
> terlanjur pula sudah menulis dan berkoar ttg monogami dan cinta
> keluarga monogami, terlanjur pula dicap sebagai feminist laki2.
>
> IMHO, sebagai pribadi, Ade punya hak melakukan yang dia mau, toh
> resikonya dia yang tanggung. Sama seperti kita2. Jatuh cinta,
> monogami, poligami, selingkuh, solitaire, selibat, konsisten,
> inkosisten, dsb... itu sebenarnya berhubungan dg nilai diri kita
> dimata Tuhan dan pasangan kita. Ranah privat.
>
> Sebagai tokoh publik, mau tidak mau, dia harus menerima semua celaan,
> kritik, kecaman, dll. Ranah publik.
>
> Disini saya setuju yang Ade bilang: pilihan yang berat. Yah namanya
> juga pilihan ya... :)
>
>
> salam,
>
> fau
> yangseringberbuatsalah
>
>
> --- In [email protected], retnadi aini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> wadhuh, wadhuh, ternyata pernyataan bang ade jadi
>> berkembang luas sekali ya...
>>
>> sebelumnya, terima kasih ya bang ade utk pernyataannya
>> yg sangat mengejutkan buat kami semua..
>> tentu saja, tak hanya mengejutkan, pernyataan itu
>> tentu juga mengecewakan bagi sebagian besar dr kami..
>>
>
>
>
>
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
>
> Klik:
>
> http://mediacare.blogspot.com
>
> atau
>
> www.mediacare.biz
>
> ====================
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/