[EMAIL PROTECTED] Peraturan yang ada dalam kitab suci menurut kata hati seorang manusia kadang tidak sesuai. Yang Di Atas membuat peraturan jauh ke depan..... sampai akhir jaman pun peraturan itu terbuat. seperti contoh yang di buat, masalah : PERBUDAKAN. Pada jaman Nabi terdahulu memang banyak sekali masalah perbudakan, Tetapi pada akhir jaman nambi Muhammad pun banyak membebaskan budak, untuk dijadikan manusia yang sederajat. Oleh karena itu sampai dengan sekarang namanya perbudakan telah dihapuskan. So, jangan pernah berbicara masalah agama dilakukan dengan nalar, atau berbicara dengan bahasa idealisme! Itu tidak akan pernah bisa menyatu! Agama itu harus dimengerti, dihayati, dilaksanakan perintahNYA dan jauhi laranganNYA. Saya beritahu kesemua orang idealisme! Jangan pernah berbicara masalah agama dengan pandangan Idealisme!
Ray Indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kawan, Terkadang, dalam berdebat, kita menggunakan kitab suci (dari agama apapun) sebagai penguat argumentasi. Tapi, bukankah ada hal-hal yang ada di kitab suci tapi tidak lagi relevan dengan zaman sekarang? Contohnya: - Perbudakan atau perhambaan. Banyak kitab suci menyebutkan praktik ini, tapi 'kan tidak cocok untuk zaman sekarang... Kan tidak mungkin kita lalu memperbudak orang dan mengatakan "di kitab suci saya, ini dibenarkan". - Penjajahan. Banyak kitab suci juga menyebutkan praktik ini - memerangi bangsa lain lalu menjajahnya, termasuk merampas wanita dan anak-anak bangsa yang dikalahkan. Ini pun tidak cocok untuk zaman sekarang... Intinya, terkadang kitab sucipun harus dilihat dengan konteks dan latar belakang zaman. Bukankah demikian
