Nahh.. mbak Chairunisa pemikirannya lebih terbuka, jadi mustinya begitulah
memahami Al-Quran jangan seperti manusia didikte kalimat oleh Allah tanpa
boleh berfikir dan bernurani. Akal dan nurani juga kalau diasah dan diasuh
dengan tuntunanNya adalah kurnia untuk dipergunakan... atuuuhhh. Jangan
berdalih apa yang tertulis itulah yang harus dilakukan, kalau cuma begitu
maaahhh.. enak nian... otak dan nuraninya awet.. lha jarang dipakai dan
diasah.

Wassalam.


On 2/27/07, Chairunisa Mahadewi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Tidak semua perempuan yang mendukung poligami disebabkan karena dia
pelaku poligami atau produk dari keluarga poligami, justru banyaknya
perempuan yang mendukung poligami disebabkan oleh paham teologis yang dia
anut atau yang dia percaya.

Khususnya dalam Islam, kitab sucinya masih ditafsirkan dalam budaya
patriakis sehingga hasil penafsiranya bisa dipastikan dalam bentuk yang bias
gender. Karena tafsir yang bias gender seperti itulah sehingga kaum
perempuan di tempatkan sebagai manusia kelas 2 atau manusia setenagh
jadi-jadian, perempuan dijadikan manusia yang hanya menjadi pelengkap bagi
laki-laki.

Kalau kita telaah akar budaya bangsa kita sendiri sebenarnya kedudukan
perempuan dan laki-laki dalam kesetaraan. Kita lihat contohnya bagaimana
relasi hubungan suami dan istri, mereka bisa bersama-sama tampil di wilayah
publik dan memiliki fungsi sosial yang sama. Jadi jangan heran kalau dalam
budaya kita sebenarnya perempuan bisa tambil menjadi pemimpin seperti
misalnya Ratu majapahit, kerajaan Campa dan juga kerajaan Aceh dll.

Justru keterpurukan perempuan di Indonesia setelah masuknya budaya arab
yang turut serta dalam perkembangan Islam di tanah air. Islam memang datang
dari arab, dengan begitu tidak bisa Islam yang datang dari arab tidak bisa
lepas dari kungkungan warna dan karakter budaya arab yang memang patriakis.

Ketika Islam datang pada budaya Arab, justru semangat Islam adalah
membebaskan "keterjajahan perempuan" tapi ironisnya ketika Islam dengan
karakter budaya arab ini di terima oleh bangsa Indonesia justru menempatkan
prempuan sebagai kaum yang terjajah oleh laki-laki.

Jadi saya pikir yang paling mempengaruhi adanya budaya poligami adalah
"kesalahan dalam memahami penafsiran teologis khususnya agama Islam"

yang kedua adalah adanya gaya hidup matrialistis yang datang melalui
berbagai media dan mempengaruhi cara pandang masyarakat kita sedangkan
kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat kita sedang terpuruk dalam
kemiskinan. Banyak kaum yang termajinalkan akhirnya menghalalkan segala cara
agar bisa mendapatkan gaya hidup yang di angan-angankan dan dengan kondisi
kemiskinan dalam masyarakat kita prilaku menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan materi menjadi permisif.

*marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 Terbukti sampai sekarang tidak ada follow up-nya, berarti upaya
Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan Indonesia sendiri,
alias mereka nrimo saja.
============================================
sebagian kecil nerimo tapi bagian yang lebih besar lagi malah
mendukung. mengapa mendukung? banyak wanita2 yang ber-cita2 jadi
istri kedua , ketiga dst. asal suaminya itu kaya daripada hidup
bersama pemuda yang masih kere.

salahnya juga terletak pada budaya masyarakat indonesia sendiri
terutama masyarakat di pulau Jawa (Jawa dan Sunda) yang menilai
harga wanita itu dari kekayaan suaminya. istri yang kesekian bahkan
gundik2 orang kaya lebih dihargai, dihormati, di-sanjung2, di-
elu2kan (bukan di kamu2kan maksudku), dibanggakan sebagai teman dll.
dari pada istri pertama/satu2nya pemuda kere.

ini juga sulit disalahkan perempuannya sebab banyak juga (contohnya
aa gym) sebagai pemuda kere mengawini teh ninih, sama2 bekerja giat
tau2 sudah kaya kawin lagi.

jadi nomor satu disalahkan itu masyarakatnya.
kedua salah laki2 buaya binalnya
ketiga salah bini keduanya yang mata duitan
keempat salah bini pertamanya yang tidak punya harga diri
ini saya salahkan sebab membuat lelaki jadi tidak merasa bersalah
poligami.

jadi kalau ada wanita yang mendukung poligami ya pasti kalau dia itu
ber-cita2 atau sudah jadi istri kedua atau ibunya itu adalah istri
kedua. kemungkinan Debbie Sumual masuk salah satunya.

MJ




 ------------------------------
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get 
started!<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail>



Kirim email ke