Menyambung obrolan soal korupsi,
Kita sering banget demo anti korupsi dengan kata2 ganyang koruptor dan
sebagainya. Grafiti2 di seluruh penjuru kota juga banyak yg menghujat koruptor
dan mengharamkan korupsi. Kalau lagi pada demo, itu otot leher sampai nongol
meneriakkan hukum koruptor seberat2nya, dan sebagainya.
Tentu, saya juga setuju dengan perang melawan korupsi dan menginginkan
koruptor dihukum secara adil.
Tapi, yang sering tidak disadari adalah korupsi itu seringkali hanya
diasosiasikan dengan "pejabat pemerintahan" dan "pemakaian uang negara sekian".
Jangan lupa, bahwa kecil atau besar jumlahnya, asalkan itu bukan uang milik
sendiri dan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, itu juga korupsi. Meminta
uang pendaftaran SIM dan bikin KTP di luar biaya resmi, itu juga korupsi
(lantaran memanfaatkan jabatan). Mengharapkan uang damai di jalan2, itu juga
korupsi walaupun jumlahnya "cuma" Rp 50 ribu. Termasuk pula preman2 parkir yang
--sudah tidak resmi--menarik biaya parkir lebih dari yang seharusnya, tanpa
karcis pula (ngerti sih, kalau gak begini bukan preman namanya). Belum korupsi
waktu kerja.
Jadi, berteriak ganyang koruptor boleh saja, tapi jangan kita korupsi juga
dong. Kita ini suka memaklumkan situasi, sih. Alaaahh.. cuma Rp 5 ribu doang,
alaaah.. ini kan uang rokok aja..
Katanya uang rokok, tapi kalau dikasih rokok merengut, minta mentahnya.
Debbie
Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Belanda kagak pernah memakai hukum Islam malah lebih bersih korupsi
dari negara-negara Timur Tengah. Kalau tidak salah Belanda menduduki
urutan 10 besar dunia dalam hal kebersihan korupsinya, jauuuuh di
atas negara-negara Timur Tengah. Jadi membanggakan hukum Islam
sebagai pembasmi korupsi tentu tidak pada tempatnya.
Pwmotongan tangan, pemancungan kepala, hukum tembak, hukum gantung
adalah barbar, cocok di abad pertengahan tapi tidak cocok di jaman
modern ini. Uni Eropa paling anti bentuk penganiyaan fisik, termasuk
terhadap narapidana sekali pun. Namun dalam hal hukuman mati yang
disahkan UU negara masing-masing, ada persamaan erat antara AS
(Kristen/sekuler), China (Budha/Konghucu), Arab (Islam) dan
Indonesia (Islam). Praktis semua agama terwakili dalam praktek
hukuman mati. Bedanya, AS dan China menjadi bebas korupsi, Arab dan
Indonesia tetap saja amburadul. Jadi dari kelompok negara-negara
barbar, tokh Arab dan Indonesia masih menduduki urutan buncit,
uhuk :-(.
Salam hangat, Danny Lim, Nederland
--- In [email protected], fery zidane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> di dalam Islam hukum tsbt sangat hati2 digunakan...misalkan bila
ada pencuri dan memang dia mencuri krn utk makan (pokok) maka
dibebaskan dari hukuman, tapi bila mencuri tetapi dia sdh
berkecukupan ...nah ini yg wajib dihukum, jadi bukti bahwa pencuri
juga bisa jadi mencuri bukan utk makan (pokok) contohnya koruptor.
> trs apa koruptor dibiarkan saja..? contoh kasus di china sana ,
koruptor kelas kakap dihukum gantung (bahkan menteri) abis itu china
sepi korupsi...jelaskan hukum itu berhasil...(hukum Islam ).
> trs knp saudara budi dan HS tdk protes ke sana (mayoritas agama
penduduk sana kan budha, hindu, kong hu cu dll) knp HS ga menghujat
agama itu...toh di milist ini banyak juga kok yg beragama itu
>
> Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > budi.sulistiyo@ wrote:
> > Buat member milist lainnya, sehubungan belum adanya
> > juklak teknis dari MUI tentang kotak uang amal yg dicuri,
> > maka bila terjadi di kampung saudara/i, berikan saja.....
> > Toh uang di dalam kotak itu buat beramal alias buat orang
> > yang membutuhkan........maling kotak amal jelas-jelas
> > orang tidak mampu, kalo mampu, mana mungkin jadi maling!!!
> >
> >
>
> Memang anda benar, secara manusiawi kita wajib melindungi manusia
> manapun juga. Mencuri itu bukanlah kesalahan fatal yang pantas
> dicabut nyawanya dengan cara2 hukum picis penyiksaan yang lebih
biadab
> dari pencurian itu sendiri.
>
> Kalo juklak MUI bisa dibaca dalam alQuran dimana pencuri cukup
> dipotong tangan, tapi ada umat yang percaya bahwa mencabut nyawa
> pencuri akan lebih besar pahalanya, untuk masalah ini sifatnya
> hanyalah individual, karena kalo memang ajaran agama damai dan
kasih
> sayang, tak perlu memotong tangan pencuri. Dizaman modern
sekarangpun
> UU-negara sekuler tidak memotong tangan pencuri, cukup saja
sipencuri
> mengembalikan barang yang dicurinya, dan hanya didenda sesuai
dengan
> penghasilan sang pencuri, bahkan dipenjara sekalipun tidak pernah
> terjadi di Amerika terhadap semua pencuri. Padahal Amerika tidak
> pernah mengaku UU-nya sebagai agama damai seperti agama damai Islam
> yang dari Allah ini.
>
> Tapi bagaimana umat yang diracuni ajaran agamanya ini bisa dibujuk
> untuk tidak menegakkan syariah Islam yang jelas2 menghukum potong
> tangan untuk pencuri, dan tidak ada satupun ayat2 AlQuran yang
> menyatakan bahwa pencuri itu boleh dibebaskan kalo tidak mampu ???
>
> Kalo AlQuran saja sudah memvonis pencuri harus potong tangan, wajar
> umatnya merasa lebih berpahala kalo sekalian mencabut juga
nyawanya.
> Setiap umat Islam merasa lebih berpahala kalo bisa mengamalkan
> agamanya dengan cara2 lebih ekstreem.
>
> Kalo kita bandingkan ajaran Yesus yang katanya "harus mengasihi
> musuhmu" malah umatnya memusnahkan bangsa Indian, apa yang terjadi
> kalo Yesus mengajarkan "musuh agama halal dijagal" ????
>
> Demikianlah, bukan hal yang bisa dibenarkan untuk kitab yang
disucikan
> mengajarkan hal2 yang kejam karena dalam prakteknya umatnya akan
> melakukan hal2 yang lebih kejam lagi dari yang ditulis dalam kitab
> sucinya. Demikianlah, potong tangan untuk pencuri hasilnya cabut
> nyawa pencuri, tidak beda, ajaran mengasihi musuh, malah menjadi
> pemusnahan musuh2 agamanya. Sama halnya, Islam yang menghalalkan
> nyawa penyembah berhala, hasilnya adalah teror diseluruh dunia
> terhadap umat yang menolak menyembah allahnya. Apakah kita sebagai
> umatnya tidak bisa belajar dari pengalaman2 begini ??? Apa yang
> terjadi pada orang lain tidak kecil kemungkinannya juga akan
menimpa anda.
>
> Mencuri adalah tindakan yang memalukan, siapapun akan merasa runtuh
> harga dirinya kalo dituduh sebagai pencuri, semua tidak ingin jadi
> pencuri, tapi kalo memang terpaksa tidak ada pilihan yang lebih
baik,
> apa boleh buat???? Semua tergantung kebijaksanaan anda apakah
memang
> bijaksana menyiksanya sebelum mati terbunuh yang dalam hal ini
tidak
> terlepas juga bisa dialami anda sendiri. Nasib kita bukan ditangan
> Allah, demikianlah nasib si pencuri juga bukan ditangan Allah
tetapi
> ditangan anda yang diracuni kepercayaan adanya Allah.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
> in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
>