Rekans Mediacare,
Saya forward postingan dari milis HR sebagai penambah info dan ramenya
diskusi.

Dear Rekans,
Kisah pewayangan baik dari wayang purwa (Jawa) ataupun wayang dari kisah Epos 
Mahabharata/ Ramayana, sering ditayangkan sebagai salah satu seni entertain 
yang pernah hidup di dalam dunia budaya Indonesia. Memang sangat disayangkan 
ada beberapa kisah ketokohannya sering diplesetkan hingga berkesan negatif. 
 
Kali pertama ini saya hendak mengangkat Tokoh Sekuni/Sangkuni yang dilihat dari 
kacamata HR. Hikmah dan masukan apa sih yang bisa kita dapatkan dari tokoh yang 
satu ini?
Tokoh ini memiliki karakter yang kuat dan begitu besar perannya dalam memicu 
terjadinya perang Bharatayudha. Tidak bisa dipungkiri Sekuni berkarakter bandel 
seperti mesin diesel, provokator ulung dan tajam, pintar dan mampu men-set 
(brainwash) mind dan way of thinking seseorang dari positif menjadi negatif, 
dari nol menjadi full of desire, dari tidak tahu menjadi tahu serta dari 
berkarakter pendiam menjadi pemanas.
 
Kalo dibawa ke dunia HR, mungkin tokoh ini adalah seorang Trainer/Menthor yang 
mumpuni. Ini terbukti dari keberhasilannya mendidik lahir batin seseorang 
menjadi tokoh sekaliber Duryodhana yang sakti mandraguna, penuh dengan desire, 
ambisius dan punya kemampuan mempengaruhi orang banyak.
Sekuni juga menjadi tokoh kunci kemenangan dalam adu kepintaran berkat 
kelicinannya bersilat lidah memutarbalikkan sikon dari tidak mungkin menjadi 
mungkin.
Terlepas dari kesan negatifisme yang melekat pada dirinya, ini merupakan salah 
satu strength yang harus dimiliki oleh seorang menthor/trainer dan bahkan 
seorang manager sekalipun ketika dalam posisi sebagai problem solver.
Dibutuhkan pemikiran dan kecepatan serta ketepatan berpikir selayaknya Sekuni, 
ketika menghadapi masalah dalam perusahaan.
 
Kalo dihubungkan dengan moral dan mental seorang HR, mungkin hal positif yang 
bisa diambil dari tokoh ini adalah kemampuannya dalam menciptakan sistem kerja 
tim yang solid walaupun banyak tantangan yang harus dihadapi. Terbukti dari 
keberhasilannya mengatur siasat tim yang menggiring Pandawa Lima ke dalam arena 
judi dan memenangkannya dengan gemilang serta meng-KO pesaingnya dengan KO ngga 
bangun2 selama 12 tahun. 
Wow...ketokohannya juga patut diacungi jempol karena mampu mengheningkan satu 
balairung manusia2 sakti yang sedang berkumpul menyaksikan adu judi tsb.
 
Nah, sejauhmanakah kita sebagai seorang Insan HR mampu mengadopsi nilai2 
kepatutan pada tokoh ini?
 
Semoga menjadi sebuah renungan yang bermanfaat dan menarik.
 
DM



 
____________________________________________________________________________________
Get your own web address.  
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL

Kirim email ke