Disebut Sebagai Negara Terkorup, Saudi Bangkit Perangi Korupsi

Selasa, 27 Peb 07 14:04 WIB


Sejak PM kerajaan Saudi menyatakan perang terhadap korupsi dan membentuk
program nasional melawan korupsi berikut menyeret pelakunya ke meja hijau
tanpa pandang bulu, dukungan untuk pemerintah kerajaan semakin marak.

Respon rakyat Saudi yang menyatakan dukungan itu bahkan menyerupai sebuah
mobilisasi umum untuk menghapuskan berbagai bentuk kolusi dan korupsi yang
menyebabkan kerugian milyaran dollar bagi kerajaan Arab Saudi.

Kementerian Saudi pun dalam sidangnya pekan lalu yang dipimpin langsung oleh
raja Abdullah bin Abdul Aziz sepakat untuk menerapkan strategi anti korupsi
yang akan dilakukan dengan membuat sebuah lembaga nasional yang khusus
menangani masalah tersebut.

Menteri Informasi Saudi Eyad Madani mengatakan, "Sayap institusi tertentu
akan dibuat khusus untuk memerangi korupsi, selain itu juga akan diterapkan
undang-undang yang terkait langsung tentang penanganan korupsi di mana ruang
lingkup kerjanya membolehkan menyidik semua pejabat dengan kedudukan apapun,
dan tidak ada jabatan apapun yang tidak bisa disentuh dengan undang-undang
ini. "

Ia juga mengatakan, kesepakatan untuk memerangi korupsi baru berlangsung
satu pekan ini dan masih perlu waktu minimal delapan bulan untuk
implementasinya. Namun warga Saudi telah merasakan sebuah perubahan
signifikan dalam kinerja pemerintah kerajaan.

Mereka menilai, upaya penanganan korupsi itu lebih cepat lebih baik untuk
dilakukan. Sampai saat ini, fokus korupsi yang disorot baru dalam lingkup
pemantauan korupsi keuangan, dan kelak akan diperluas dalam bentuk yang
lain.

Kebangkitan semangat Saudi untuk memerangi korupsi terpicu setelah sebulan
lalu sebuah institusi dunia menyebut Saudi sebagai salah satu negara yang
tingkat korupsinya cukup tinggi, di mana Saudi berada di urutan ke-78 dari
160 negara terkorup di dunia. (na-str/iol)

 

Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45e3bb26.htm

<<attachment: image001.jpg>>

<<attachment: image002.jpg>>

Kirim email ke