Doa dan harapan saya sebagai salah satu rakyat Indonesia adalah, semoga semua
move yang dilakukan oleh banyak partai saat ini (termasuk PDIP) memang benar-2
niat tulus untuk rakyat. Bukan karena sedang tebar pesona menjaring massa,
demi melicinkan jalan ke istana.
Tapi, ahh...kok lagi-2 saya pesimis ya...
----- Original Message -----
From: Tejo Sulaksono
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; wahana news ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; media care ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL
PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Suara Karya ; Jaringan Islam Liberal ; Gus Dur
; ANTARA ; Budiman Sudjatmiko
Sent: Tuesday, February 27, 2007 1:30 PM
Subject: [mediacare] Re: [nasional-list] Tagana (>Taruna Siaga Bencana)
Kelihatan sekali setelah cukup bebenah didalam, termasuk "mengumpulkan" 11
juta pemilik Kartu Tanda Anggota, PDIP mulai aktip banget keluar. Sbg oposisi
di DPR, juga dengan kegiatan Baguna dan Tagana. Dengan Baitul Muslimin menjalin
penyatuan barisan sama kekuatan-kekuatan agamis yang Islami. Dllnya.
Bagana dan Tagana pasti membikin PKS semangkin susah tidur tenang. Lalu PKS
mulai mikir-mikir berat mau ikut-ikutan jadi oposisi juga. Silahken aja deh.
Yg penting kan PDIP harus terus berfokus sama pengentasan kemiskinan wong
cilik dan meningkatkan aktifitas konkrit dalam kegiatan ini.
TSL
gsuryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hari ini team Baguna PDI-Perjuangan datang ke DepSos Pusat untuk
mendapatkan
perlengkapan Tagana seusai mendapat pelatihan di bulan Desember lalu.
Selain mendapatkan perlengkapan juga para peserta mendapatkan penjelasan
yang bisa dibilang singkat dan mudah dimengerti ( maklum keterbatasan waktu
yang acaranya cukup mendadak ).
Dimana untuk tahun 2007 ini DepSos membuat target melatih TAruna siaGA
bencaNA sebanyak 10.000 anggota, yang dijelaskan bahwa semua personal
TAGANA
berasal dari beragam profesi, ormas, maupun partai politik, dimana
keputusan
ini di ambil berdasarkan ketidak mampuan DepSos untuk melakukan mobilisasi
PNS untuk menghadapi bencana yang cukup besar, dengan sedikit memberikan
contoh negara Jepang, dimana di Jepang disaat terjadi bencana bisa
melakukan
mobilisasi personal sampai angka 2 juta orang, sedang Indonesia yang
sama-sama memiliki kendala bencana cukup besar belum memiliki personal yang
memadai.
Pemilihan bekerja sama dengan ormas sampai dengan partai politik, bukan
semata untuk mendukung partai politik tertentu, melainkan memang didalam
struktur partai yang sudah eksis memiliki kemampuan memobilisasi personal
sampai ke tingkat Kelurahan, dengan demikian gerak cepat tanggap bisa lebih
di optimal kan.
Pemerintah dalam hal ini DepSos mendapat tambahan anggaran APBN yang
disetujui oleh DPR untuk membuat Tagana, hal ini diperlukan persetujuan DPR
karena biaya pelatihan personal Tagana perorangnya cukup tinggi, dimana
selain pelatihan selama 5 hari, plus mendapat perlengkapan yang menurutku
sangat memadai ( training pack, rompi, sepatu, baju, celana, tempat minum,
topi ).
Dan menurut info, setiap bulannya anggota Tagana mendapatkan sedikit uang
transport senilai 50.000 rupiah perbulan, dengan sebab agar anggota Tagana
tidak mangkir karena tidak memiliki uang transport di saat dibutuhkan.
Baguna sebagai BAdan penangGUlangan bencaNA PDI-Perjuangan mempunyai misi
yang sama dengan Tagana dimana kerja sama dilakukan disaat bencana terjadi
dengan DepSos sebagai induk dan pusat kontrolnya, biarpun gerakannya lebih
dahulu dibandingkan dengan DepSos ( partai memiliki SOP 4 jam setelah
mendapat berita, dan untuk DepSos...........), sedang disaat tidak terjadi
bencana maka Baguna melakukan kegiatan sosial bekerja sama dengan
departemen
lainnya, semisal fogging hal ini terjadi karena memang PNS di setiap
departement tidak memiliki personal yang cukup, demikian pula dengan bakti
sosial seperti sunatan massal, pengobatan gratis dan sejenisnya.
( dalam hal ini tentunya menjadi terlihat seperti 'kampanye' ), dan memang
hal ini menjadi lumrah malah akan menjadi lebih baik dibandingkan hanya
dilakukan dimasa kampanye saja.
Untuk bencana lokal ( semisal longsor ) maka Baguna bergerak tanpa perlu
melakukan koordinasi dengan DepSos setempat, melainkan langsung melakukan
koordinasi dengan pemerintahan setempat untuk melaporkan akan melakukan
kegiatannya. ( Camat, Lurah sd RW dan RT ).
Sebuah informasi menarik adalah peranan MEDIA MASSA dimana sampai saat ini
bisa dibilang media massa sepertinya tabu untuk membuat berita mengenai
Tagana, entah karena tidak memiliki nilai jual entah karena bentukan
pemerintah, didalam penjelasan hari ini, salah satu narasumber mengatakan
didalam kasus bencana di Aceh, Tagana sudah bergerak dengan banyak tenaga,
sedang yang kena sorot media massa malah bantuan asing, padahal dengan
adanya informasi media massa mengenai Tagana, minimal masyarakat luas akan
mengetahui bahwa pemerintah sudah berusaha bergerak mengatasi bencana yang
sedang terjadi.
Juga dijelaskan bahwa masyarakat Indonesia lebih terbiasa kepada fokus pada
saat terjadi bencana, dan tidak fokus pada saat pra bencana dan pasca
bencana, seperti halnya banjir jakarta beberapa waktu yang lalu, dimana
semua terpusat pada saat terjadi bencana, sedang sebelumnya dilupakan (
masalah sampah ).
Akhir kata, semoga Tagana kedepannya akan terus eksis dan mampu mempunyai
personal setidaknya mendekati angka yang dimiliki oleh negara Jepang.
sur.
------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with
voicemail
This e-mail message may contain legally privileged and/or confidential
information. If you are not the intended recipient(s), or the employee or agent
responsible for delivery of this message to the intended recipient(s), you are
hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail
message is strictly prohibited. If you have received this message in error,
please immediately notify the sender and delete this e-mail message from your
computer.