*500 TAHUN **TIMOR** LORO SAE* oleh: Geoffreyc.Gunn
500 Tahun Timor Loro Sae adalah buku pertama dalam bahasa Inggris yang mencatat secara luas sejarah pulau kecil Timor, setelah sebelumnya tercatat hanya di buku-buku berbahasa Portugis. Kini, setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kiranya buku ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas. Berbekal sumber-sumber dan arsip-arsip sejarah berbahasa Eropa, Gunn berhasil menyatukan beberapa pandangan mengenai /Funu/ bangsa Timor, sebuah ciri ritual peperangan dan pengusiran orang asing khas bangsa Timor. Sejarah ternyata menunjukan bahwa kasus penaklukan Timor tidak dapat disandingkan begitu saja dengan model klasik penaklukan colonial seperti penaikan pajak dan /mission civilitrize/. Bahkan, seperti yang dijelaskn buku ini, Timor dan kepulauan Flores-Solor lebih berfungsi sebagai pusat bisnis dari perdagangan musiman, terutama bagi perdagangan kayu cendana Timor yang termayhur itu, yang dijalankan oleh orang-orang Cina, Makao, Portugis, dan bangsa-bangsa lain. Dari tahun 1500-an hingga abad 18, para kolonialis Belanda dan Portugis sudah cukup puas dengan mengumpulkan upeti dari orang Timor dengan imbalan janji kesetian. Namun dengan suksesnya penerapan sistem perkebunan kopi oleh Gubernur de Castro pada tahun 1860an, sistem pemerintahan kolonial Portugis menghadapi beberapa tantangan. Tapi benarkah para pemberontak yang mencoba membebaskan Timor pada akhir abad 19 dan awal abad 20 semata karena mereka anti pajak? Apakah pemberontakan besar Boaventure pada awal abad 20 telah membawa serta benih-benih nasionalisme Timor? Bisakah pemberontakan Boaventura dan serangkaian pemberotakan lain di Timor dipandang sebagai salah satu bentuk/ funu /orang Timor? Apakah kapitalisme kolonial Portugis di Timor meletakkan dasar-dasar bagi berjalannya sebuah negara? Selanjutnya, apakah model pemerintahan Portugis di Timor lebih tepat dikategorikan sebagai pemerintahan protektorat daripada pemerintahan kolonial? Bagaimana seharusnya kita memandang tradisi dan unsur-unsur pembentuk identitas bangsa Timor, mengingat begitu lamanya peran misionaris gereja Katolik di Timor. Serangkaian pertanyaan yang diajukan buku ini sekiranya dapat menjadi bahan-bahan pengembangan wacana mengenai Timor. Tidak hanya bagi bangsa Timor sendiri, tapi juga bagi bangsa lain yang menaruh perhatian pada perjuangan bangsa Timor dalam merebut kemerdekaan, baik ketika perjuangan mereka berada di titik puncaknya (yang dipicu oleh kekalutan politik dan ekonomi Indonesia pada tahun 1988) dan ketika perjuangan bangsa Timor berujung pada kemerdekaan. Buku ini bisa Anda dapatkan di Toko Buku Murah (sekitar belakang Bank Bukopin MT Haryono). Jl. Cikoko Barat II, No 11, Pancoran, Jaksel. Harga buku Rp. 80.000,- Dapatkan diskon 30%. Alamat kami bisa ditempuh lewat samping Gedung Film atau samping POM Bensin MT Haryono.
