KUTIPAN DARI BERITA RADAR BANTEN
Wartawan HOT FM dianiaya oknum Kopasus
SERANG – Demonstrasi mahasiswa di Bulog Banten rupanya membawa sial bagi
wartawan. Pasalnya seorang wartawan radio Hot FM bernama Fatihin (31) alias
Rere, malah dipukuli oknum anggota TNI dari Kesatuan Koppasus pada Senin (5/3).
Pemukulan kepada Fatihin ini bermula saat ia dan salah seorang wartawan Banten
Raya Post bernama Sofiyan berboncengan hendak pulang. Tapi di tengah perjalanan
tiba-tiba keduanya melihat mahasiswa yang ada di dalam angkot diserang
segerombolan oknum Kopasus yang naik bus dinas dan berseragam silat Merpati
Putih. Karena ingin tahu kejadian keduanya mendekat sambil mencoba melerai
perkelahian tak seimbang. Namun niatan baik kedua wartawan itu malah disambut
dengan bogem mentah dan tendangan oleh oknum Kopasus padahal keduanya sudah
mengatakan bila mereka watawan. Akibatnya Fatihin tersungkur dan menderita
sejumlah luka di wajahnya yaitu pipi kanan robek dan membengkak begitu juga
bibirnya yang pecah. Tak hanya Fatihin sejumlah wartawan yang
kebetulan melintas di lokasi dan berniat meliput kejadian juga sempat
dihalang-halangi oleh oknum Kopasus tersebut.
Sementara menurut keterangan saksi Sofiyan, insiden ini bermula saat puluhan
mahasiswa Kumala Cabang Serang dan Komunitas Soedirman 30 hendak pulang setelah
demonstrasi di Bulog. Karena lama menunggu angkot mereka akhirnya melakukan
longmarch. Sesampainya di depan Komplek Titan Arum Jl Raya Serang –Cilegon Desa
Drangong, Kecamatan Taktakan rombongan demonstran ini mendapatkan angkot. Namun
karena demonstran yang mau naik angkot jumlahnya banyak, sempat membuat macet
jalanan sehingga mobil yang berada dibelakangnya termasuk yang mengangkut oknum
Kopasus terhalang. Oknum Kopasus itu berusaha mengingatkan mahasiswa agar tidak
mengganggu arus lalulintas dengan cara membunyikan klakson berkali-kali.
Setelah berhasil lolos dari kemacetan tiba-tiba oknum Kopasus langsung turun
dari bus dinas dan berhamburan sambil menghajar mahasiswa yang katanya sempat
mengucapkan kata-kata kotor kepada Kopasus.
“Kita waktu itu sedang lewat dan hendak meliput sambil melerai tapi kenapa
kita kena pukul juga,”ujar Sofiyan yang sempat ditarik kerahnya.
Penganiayaan kepada wartawan ini baru berhenti saat Kepala SPK Polres Serang,
Ipda Erick mencegah oknum Kopasus. Sementara Rere yang tergeletak ditengah
jalan langsung diamankan. Dan oknum TNI tersebut diminta segera meninggalkan
tempat kejadian.
Sementara itu, Komandan Grup 1 Kopassus, Kol. Edi Suprianto saat dikonfirmasi
wartawan membenarkan kejadian itu namun ia belum menerima laporan resminya.
Ketika ditanya soal keterlibatan anggotanya, Dan grup Kopasus mengatakan masih
diselidiki.
“Sepertinya iya, tapi belum ada laporan. Ngapain sih sesame saudara saling
pukul, saya tidak pernah anjurkan seperti itu,”ujarnya.
Ketika ditanyai tentang sangsi yang akan dikenakan kepada anggotanya, Dan
Kopasus belum bisa memastikan sangsi tersebut.
Pihak Manajemen Hot Radio yang diwakili oleh Direktur sekaligus penanggung
jawab Hot Radio Adhi, saat dihubungi mengatakan sudah melakukan mediasi dengan
pihak Kopasus. “Kami tadi sudah bertemu dengan Dan Kopasus dan beliau sudah
meminta maaf, bahkan anggotanya yang melakukan penganiayaan juga sudah meminta
maaf.
“Saya kira ini solusi terbaik bagi kedua belah pihak, dan karena sudah damai
besok kami akan cabut laporan yang masuk di POM,”tegasnya..
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/