Pengalaman adalah guru terbaik, demikianlah ucapan umum.  Bagus sekali kalau 
tidak perlu kuatir, tetapi  apa sebab dikatakan tidak  perlu dikuatirkan? 
Bukankah Taliban di Afghanistan  menjalankan Syarat Islam? Apa yang dipraktekan 
oleh Taliban antara lain  ialah wanita tidak boleh bersekolah, tidak boleh 
bekerja, wanita yang bekerja sebagai dokter diberhentikan dari tugasnya.

Sebagai tambahan  informasi  barangkali perlu diberitahukan pada zaman 
kekuasaan kesultanan Otoman [Turki] diwajibkan kepada petani-petani yang 
non-Muslim untuk membayar pajak 50%. Akibatnya banyak petani untuk tetap 
mempertahankan tanahnya sebagai sumber hitup pindah agama ke agama negara.

  ----- Original Message ----- 
  From: Leo TOBING 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, March 05, 2007 1:22 PM
  Subject: RE: [mediacare] Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam



  ada apa dengan syariat Hindu? syariat Budha? syariat Kejawen? Syariat 
Permalim? Apakah syariat-syariat tersebut tidak akan membawa umat untuk 
mentaati perintahNya?

  tanya kenapa?

  antara hukum negara (yang mengatur warga negara) dan syariat yang dijadikan 
hukum negara (agar mampu mengatur warga negara menurut hukum tertentu) ... 
apakah orang yang tidak pernah dihukum oleh pengadilan yang putusannya 
berdasarkan syariat pasti akan masuk surga karena sudah taat kepada 
perintahNya? (terbukti karena tak pernah ada permasalahan hukum).

  dan juga sebaliknya,
  orang/warga negara yang pernah dihukum di propinsi yang memberlakukan syariat 
di propinsinya pasti akan masuk neraka?

  belajarlah hingga ke negeri china ...
  disana ada "ying" dan "yang" ...
  disana ada yang "buruk" dan yang "baik" ... dan pejabatnya menyadari bahwa si 
"buruk" tak mungkin dimusnahkan dari bumi ini, dan si "baik" tak mungkin 
menguasai 100% dunia ini ... akhirnya mereka menciptakan harmonisasi antara si 
"baik" dan si "buruk" ...

  karena yang terlihat baik, bisa saja adalah buruk adanya ...
  yang terlihat buruk, bisa saja adalah baik adanya ...

  didalam hitam, selalu ada yang putih ...
  demikian juga di putih, selalu ada yang hitam ...
  membuat semuanya menjadi putih? hehehehehe ... mimpi kali yeee ....

  sehingga penyelamatan ke surga, bukanlah pekerjaan kolektif ...
  mencapai ke surga, adalah urusan pribadi masing-masing ...
  bahkan ibu-bapak kitapun tak mampu mengajak kita sampai di surga ...

  belajarlah sampai ke negeri china ... 

  Regards,
  LEO TOBING

  -----
  STOP! Domestic Violence!!!





----------------------------------------------------------------------------
    From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sunny
    Sent: Sunday, March 04, 2007 5:01 AM
    To: Undisclosed-Recipient:;
    Subject: [mediacare] Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam


    http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=284843&kat_id=23

    Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam


    Banda Aceh -RoL--  Seorang ulama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 
Tgk H Ibrahim Bardan menyatakan, warga non-Muslim tidak perlu khawatir terhadap 
pemberlakuan undang undang Syariat Islam di daerah itu.

    "Syariat Islam yang diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Aceh 
menjunjung tinggi HAM, dan bukan teroris atau radikalisme," katanya dalam di 
pondok Pesantren Lamcot Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 
Sabtu. 

    Dalam tausyiah saat membuka Musyawarah besar Himpunan ulama dayah 
(Pesantren) Shalifiah se Provinsi NAD, ia menegaskan, syariat Islam itu sendiri 
memiliki tujuan untuk membentuk jiwa setiap pribadi Muslim taat kepada perintah 
Allah SWT. 

    Dikatakannya, dalam menjalankan syariat Islam secara kaffah itu juga tidak 
lepas dari bagaimana memperkuat sistem pendidikan di Aceh, sehingga lembaga 
pendidikan umum tersebut dapat berjalan dan bernuansa Islami. "Seharusnya 
Pemerintah instruksikan ke lembaga pendidikan umum di Aceh tentang bagaimana 
penerapan Syariat Islam kepada anak-anak seperti yang selama ini dilakukan di 
pondok-pondok Pesantren," katanya.

    Ibrahim Bardan yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Panton itu menyatakan, 
jika lembaga pendidikan umum daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut kekurangan 
guru agama, maka pondok Pesantren siap membantu staf pengajar bidang agama 
Islam. 

    Di pihak lain, ia juga menyatakan, para ulama juga siap bekerjasama dengan 
seluruh elemen masyarakat untuk mengawal syariat Islam kaffah berjalan di 
provinsi ujung paling barat Indonesia itu.  Dia mengajak seluruh organisasi 
Islam di Aceh untuk bersama-sama saling mengisi dan membantu dalam upaya 
membangun umat sesuai dengan tuntunan syariat Islam di daerah tersebut.

    "Mari kita bersama-sama mengawal syariat Islam sebagai upaya memberdayakan 
umat tanpa melihat perbedaan terhadap masalah-masalah kecil yang bersifat 
sunnah," tambah Tgk H Ibrahim Bardan yang juga Ketua Umum Huda Provinsi 
NAD.antara/mim


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.7/710 - Release Date: 3/4/2007 1:58 
PM

Kirim email ke