Kolom IBRAHIM ISA
Selasa, 06 Maret 2007.

Separo Abad 'Ghana-nya Nkrumah'
<06  Maret 1957 – 06 Maret 2007>

Rakyat Ghana hari ini, 6 Maret 2007,   -- bahkan sejak tadi malam --,
berpesta ria,  membakar mercon, menabuh genderang, mendengungkan musik
nasional, menari-nari,  parade militer, serta mengibarkan dan
melambai-lambaikan bendera nasional kebanggaan Ghana:  Merah  -- 
Kuning -- Hijau, dengan Bintang Hitam ditengah-tengahnya. Pesta
Nasional itu masih berlangsung terus dengan riangnya. Katanya akan
berlangsung beberapa  hari.

Beralasankah bangsa Ghana merayakan Ultah Ke-50 Kemerdekaannya secara
demikian besar-besaran dan meriah? Jawabnya kiranya tidak ada lain:
SANGAT BERALASAN!  Secara umum warganegara Ghana, menganggap bahwa
perayaan nasional ini, memperkokoh persatuan bangsa, dan mengembangkan
serta memperdalam lebih lanjut kesedaraan berbangsa.  Ghana bukan saja
bisa survive dan mulai menoto kembali ekonomi negeri, dsb. Ghana juga
telah memulihkan kembali kehidupan demokratis setelah  lebih dari
duapuluh tahun lamanya hak-hak demokrasi bagi rakyat Ghana dipasung
oleh pelbagai rezim militer. Kemenangan demokrasi ini adalah hasil
perjuangan susah payah dan jangka lama.Sementara pengeritisi nyeletuk,
mengatakan bahwa ongkos 20 juta USD merupakan pengeluaran yang terlalu
besar untuk pesta itu. Tetapi suasana umum,  rakyat biasa merasa pada
tempatnya dan bolehlah sekali-sekali mengeluarkan ongkos demikian
besarnya untuk pesta nasional tsb. Tidak kurang dari enam kepala
negara dan pemerintahan Afrika yang diundang ikut menyemarakkan
suasana perayaan nasional. Juga  penyanyi Afro-Amerika yang terkenal
Stevie Wander  dan  mantan pemain bola ulung dunia dari Brazil, Pele,
 diundang datang hadir pada pesta  nasional Ghana tsb

*   *   *

Terlalu penting, dalam pengertian sejarah,  lebih-lebih lagi  penting
dalam arti pendidikan bagi generasi muda, untuk membiarkan  begitu
saja berlalu, hari  lahirnya Ghana Merdeka  limapuluh tahun yang lalu.
Limapuluh tahun yang lalu,  yaitu pada tanggal 06 Maret 1957, Kwame
Nkrumah memproklamasikan kemerdekaan Ghana di ibukota Accra. Nama yang
diberikan oleh orang asing untuk Ghana, yaitu Gold Cost, diubah
menjadi Ghana. 

Mungkin akan  ada  yang akan berkomentar: Mengapa  dikatakan
'Ghana-nya Nkrumah'? Tentu, Ghana bukan punya Nkrumah pribadi! Ghana
adalah milik rakyatnya yang pada  waktu itu (1957) berjumlah 7,1 juta
 <tahun 2005 bejumlah 21.08 juta orang>. Kemerdekaan Ghana
limapuluhtahun yang lalu adalah berkat perjuangan panjang dan susah
payah,  dengan mencucurkan keringat dan darah dari seluruh rakyat
Ghana. Tetapi malang bagi rakyat Ghana, seperti  yang sering terjadi
dalam  lika-likunya perjuangan kemerdekaan yang rumit dan pelik, 
Ghana yang  baru merdeka itu,  suatu ketika berakhir dengan suatu bencana.
 Kaum reaksioner dalam negeri melalui suatu kup militer (1966) dengan
keterlibatan  aktif CIA, mengubah Ghana yang merdeka dan berdaulat
menjadi suatu negeri yang membuntut kekuasaan asiang, yang bergantung
pada luarnegeri untuk kelanjutan rezimnya. Suatu peristiwa yang sering
terjadi pada periode  itu,  ketika  masing-masing blok, terutama AS
dimana-mana mengusahakan agar rezim yang berkuasa memihak Barat dalam
pertarungan 'Perang Dingin' ketika itu. 
*    *    *
Kusebut  'Ghana-nya Nkrumah', tentu ada maksudnya. Selain untuk
membedakan Nkrumah dengan penguasa diktator  militer Jerry Rawlings,
yang berkuasa selama duapuluh tahun melalui suatu kup (yang kemudian
terjadi), ---  maksudnya menyebut 'Ghana-nya Nkrumah',  adalah untuk
mengenangkan jasa-jasa Nkrumah sebagai pemimpin utama perjuangan
kemerdekaan bangsa Gold Cost (nama ketika itu),  yang berhasil membawa
rakyatnya ke pintu gerbang kemerdekaan nasional. Kwame Nkrumah adalah
juga bapak bangsa Ghana. Ia dikenal oleh rakyatnya sebagai OSAGYEFO,
Bapak Bangsa.

Dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia politik: Tak ada gading
yang tak retak, juga Nkrumah punya kekurangan-kekurangannya. Salah
satu kekurangan serius Nkrumah ialah, bahwa ia menerima kedudukan
untuk menjadi 'Presiden seumur hidup'. Tambah lagi kesalahan berat
berikutnya yang dibuat Nkrumah, yaitu menjadikan Ghana   sebagai
'Negara Satu Partai' . Berarti hanya  Convention People's Party,
parpol yang berkuasa, yang boleh eksis . Artinya Nkrumah tak
membolehkan adanya partai lain selain partainya sendiri  yang
berkuasa. Untuk tindakannya yang anti-demokratis itu, diberikan
pelbagai  alasan, seperti demi persatuan nasional yang kompak dalam
perjuangan melawan kekuatan retrogresif yang disokong oleh Barat, dsb.
Dengan demikian Nkrumah mulai menggerowoti hak-hak demokrasi yang ia
sendiri dulu ikut memperjuangkannya melawan kolonialisme Inggris.

Namun,   ------  kekurangan-kekurangan pada  Nkrumah itu tidak
sedikitpun mengurangi jasa-jasanya terhadap tanah air dan bangsanya.
Tidak mengurangi pengaruh dan pamornya sebagai kampiun perjuangan
melawan kolonialisme. Sebagai seorang nasionalis progresif, Nkrumah
juga mengarahkan perhatian dan keterlibatannya pada nasib dan
perjuangan bangsa-bangsa Afrika lainnya yang masih meringkuk,
terkungkung di bawah kolonialisme Inggris, Perancis, Portugis, Spanyol
dan rezim Apartheid Afrika Selatan.  Nkrumah  adalah juga seorang
(Pan)Afrikanis yang konsisten. Ketika itu  (1957) Ghana baru
satu-satunya negeri Afrika Hitam yang merdeka.. Sesudah mencapai
kemerdekaan Ghana, perjuangan Nkrumah  tidak berhenti disitu. Ia
memandang jauh kedapan, melampaui batas-batas negerinya sendiri.
Bagaimana  agar rakyat Ghana bisa memberikan sumbangan lebih besar
dalam perjuangan seluruh bangsa-bangsa Afrika untuk bebas dari
kolonialisme dan imperialisme Inggris, Perancis, Portugis, Spanyol dan
Apartheid Afrika Selatan. Nkrumah dengan penuh antusiasme dan semangat
yang berkobar-kobar mencurahkan tenaga dan fikirannya demi mencapai
tujuan Pan-Afrikanisme, Afrika untuk bangsa Afrika, Afrika bebas dari
segala bentuk penguasaan dan ekspolitasi kolonialisme dan imperialisme.  

Kukatakan  'Ghana-nya Nkrumah, adalah dengan maksud  untuk
mengkontraskannya  secara tajam dengan 'Ghana-nya Jerry Rawlings',
seorang militer yang merebut kekuasaan melalui suatu kup dan berkuasa
kurang lebih duapuluh tahun, dengan kejam menindas kekuatan demokratis
negeri, melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap pemimpin-pemimpin
oposisi dan memerintah negeri dengan 'tangan besi'. 

*    *    *   

Mendengar atau membaca nama Kwame Nkrumah, secara otomatis terkenang
masa-masa perjuangan kemerdekaan di Asia dan Afrika, terutama di
Afrika,  yang sedang berkobar dan bergelora pada  pertengahan dan
akhir tahun limapuluh serta permulaan tahun enampuluhan abad ke-20.
Mendengar atau membaca nama Kwame Nkrumah, dengan sendirinya terdengar
kembali  gegap gempitanya suara Bung Karno, Presiden Republik
Indonesia, yang mengumandangkan di muka 29 wakil-wakil bangsa-bangsa
Asia dan Afrika, pada Konferensi Bandung, 1955: ---  A NEW ASIA AND
AFRICA HAS BEEN BORN. Suatu Asia dan Afrika Baru telah lahir!! Suatu
ungkapan yang visionair dan membuka zaman. Suatu ramalan yang menjadi
kenyataan hidup.

*    *     *
Dibawah pimpinan Kwame Nkrumah,  dengan orientasi sosialisnya, Ghana
dengan tegas mengayunkan langkah-langkah besar yang memajukan negeri
dan bangsa. Ia telah mengangkat bangsa Ghana dari kemiskinan dengan
cara menciptakan suatu sistim welfare-state,  yang dimulai dengan
pelbagai program/proyek pembangunan, mendirikan banyak sekolah dan
balai pendidikan. Nkrumah juga menginstruksikan pemerintahnya
membangun jalan-jalan raya dan jembatan-jembatan untuk memajukan
komunikasi dan perekonomian negeri. Demi kepentingan  kesehatan
bangsa, ia membangun sistim pengadaan air di pedesaan dan
langkah-langkah lainnya untuk memajukan kesehatan umum.

ANALISIS TAHUN 1965
Dalam  tahun 1965, sebagai salah seorang anggota Delegasi Indonesia ke
Asia dan Timur Tengah,  menjelang berangkat ke Ghana, kubuat sebuah
analisis politik mengenai Ghana. Analisis tsb dibuat  sebagai 'input
analisis politik'  untuk  Ketua Delegasi RI dibawah pimpinan Menteri
Pertama dan Menlu Dr Subandrio. Ketika itu dilakukan  kunjungan ke
sebelas negeri-negeri Afrika  dan Timur Tengah. Delegasi RI yang
dipimpin Dr Subandiro itu diberi  nama 'Misi Safari Berdikari'.  Tugas
  misi tsb adalah dalam rangka  diaktifkannya peranan Indonesia 
menggalakkan persiapan Konferensi Bandung Ke-, yang seyogianya
direncanakan akan dilangsungkan di Aljazair (1965).
Ketika itu kutulis antara lain sbb:
'Seperti halnya dengan kebanyakan negeri-negeri Afrika lainnya yang
baru saja merdeka, sejarah perjuangan Ghana erat hubungannya  dengan
sejarah perjuangan pemimpin dan Presidennya. Membaca sejarah  Kwame
Nkrumah sekaligus mengetahui riwayat perjuangan rakyat Ghana untuk
kemerdekaan, istimewa perjuangan  rakyat Ghana sesudah Perang Dunia
II. Ghana memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 6 Maret
1957.  Ghana adalah salah satu negeri Afrika yang menempati kedudukan
pelopor dalam perjuangan anti nekolim. Garis politik luarnegeri Ghana
bisa dikatakan mempunyai tujuan politik: 1. Meneruskan perjuangan anti
nekolom hingga seluruh Afrika merdeka, dan 2. Terbentuknya Persatuan
Afrika yang dalam pendapatnya merupakan syarat untuk merdeka dan
majunya seluruh Afrika.'

Selanjutnya . . . . .  'Dalam pidatonya pada  pembukaan Konferensi
Ke-4 Organisasi Setiakawan Rakyat-Rakyat Asia-Afrika yang
dilangsungkan di Winneba (60 km dari  ibukota Ghana, Accra), bulan Mei
1965,  Nkrumah telah membuat pernyataan-pernyataan politik yang maju
sekali. Antara lain ia mengutuk agresi Amerika Serikat di Vietnam dan
Dominica. Ia menganjurkan diadakannya persatuan kekuatan-kekuatan anti
imperialis seluruh dunia (sangat dekat dengan ide CONEFO Indonesia.)
Meskipun ia menganjurkan penyelesaian soal 'Malaysia' secara damai,
namun dikatakannya bahwa hal ini baru bisa dilaksanakan bila kaum
imperialis keluar dari situ'.  
Bagian yang menyinggung masalah 'Malaysia' ini jelas menanggapi
politik 'Konfrontasi Malaysia' yang sedang dilancarkan oleh Indonesia
di bawah pimpinan Presiden Sukarno.

Politik luarnegeri Nkrumah yang menggalang persatuan seluruh Afrika, 
membangun kekuatan Pan Afrikanisme, dalam perjuangan melawan
kolonialisme dan imperialisme,  merupakan duri dimata kaum kolonialis
dan imperialis. Ditambah lagi dengan orientasi sosialis yang ditempuh
oleh Nkrumah dalam membangun negeri membikin dunia Barat semakin tidak
menyukai Kwame Nkrumah.  Nkrumah harus  disingkirkan. Mereka
merancangkan suatu komplotan dengan kaum militer dalam negeri dan
akhirnya berhasil menggulingkan pemerintah Kwa Nkrumah melalui suatu
kup militer. Dalam periode 'Perang Dingin',  berlaku logika politik
seperti berikut in: ---  'Siapa yang tidak bersamaku adalah menentang
aku, adalah musuh aku'. Dan oleh karena itu harus dihancurkan. Inilah
juga nasib dari  pemerintahan Presiden Sukarno, yang melalui
Konferensi Bandung, berusaha mempersatukan kekuatan kemerdekaan Asia
dan Afrika, menuju suatu KELAHIRAN BARU ASIA-AFRIKA, yang bebas dari
kolonialisme dan imperialisme.   

Kwame Nkrumah sebagai wakil negara (waktu itu namanya) Gold Cost,
Pantai Gading, turut hadir dalam Konferensi Asia-Afrika yang historis
itu.  Kehadiran Kwame Nkrumah di Bandung pada bulan April 1955 ,
meskipun belum mewakili suatu negeri yang  benar-benar merdeka, namun,
menunjukkan perkembangan perjuangan kemerdekaan nasional di Asia dan
Afrika. 

Dua tahun berlalu setelah dimaklumkannya PRINSIP-PRINSIP KONFERENSI
BANDUNG,  untuk KEMERDEKAAN   NASIONAL  dan PERDAMAIAN,  Kwame Nkrumah
memproklamasikan kemerdekaa Ghana. Jelas ini bukan sesuatu yang
kebetulan.  Menunjukkan bahwa angin segar semangat perjuangan
kemerdekaan yang bertiup dari Bandung,  menampakkan gemanya di Ghana
dan banyak negeri Afrika lainnya pada akhir limapuluhan dan permulaan
tahun enampuluhan abad ke-20 y.l.

Pelajaran  penting lainnya, yang dapat ditarik dari sejarah 50 tahun
kemerdekaan Ghana, ialah, betapapun diktatur militer ditegakkan dan
didukung oleh imperialisme, akhirnya, oleh kekuatan perlawanan rakyat,
rezim militer yang betapa kuatnyapun akhirnya ditumbangkan, dan
hak-hak demokrasi berangsur-angsur ditegakkan kembali!

*    *    *



Kirim email ke