Berduka untuk Iwan Munthe....tapi pekerjaan masih banyak bung. Bung Iwan tentu tiada senang bila sampai kematiannya, perjuangan reforma agraria semakin terjal.. --------------- Diumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk siap-siap kembali pada masa kolonialisme...ironi baru yang dibuat para penguasa kita untuk menyerahkan tanah air tanpa perlawanan sedikit pun pada kaum modal. Secara diam-diam DPR RI komisi 6 membahas RUU penanaman modal asing, seperti kejar tayang, RUU tersebut di'paksa' mesti selesai pada masa sidang ini, aliasnya Maret..
Kalu mau draft lengkapnya silakan kontak KPA dan Bina Desa...copy sendiri, karena bentuknya hard copy.... Berikut ini pokok-pokok BAHAYA dalam RUU tersebut : 1. Pasal 1, modal asing boleh 100 menanamkan modalnya di Indonesia. 2. Pasal 6, prinsip perlakuan sama pada semua modal dari negara mana pun. 3. Pasal 7, anti terhadap NASIONALISASI, penyelesaian sengketa dengan arbitrase internasional (kite udah pasti kalah kalao yang ini). 4. Pasal 8, Modal BEBAS ALIHKAN ASSET. 5. Pasal 10,11, dst tentang ketenagakerjaan, mempermudah tenaga kerja asing, penyelesaian sengketa dengan tripartit, (apa sich namanya kalau buruh dikontrak melalui badan penyalur buruh??).. 6. Pasal 20, HGU 95 TAHUN, HGB 80 TH, HAK PAKAI 70 TAHUN.....nah loh kayak jaman kultur stelsel aja...lebih parah dari agrarische wet-nya Belanda sendiri....gile bener...jelas-jelas melanggar UUPA 60 7.Pasal 21, penyelenggaraan usaha di atas hak atas tanah negara.... Belum lagi pasal pengurangan pajak, kejahatan korporasi yang hanya dinyatakan dalam soal pajak dan penggelembungan dana, tidak ada kategori kejahatan ecosoc, dll-nya..... BANGUN !!! LAWAN!!!! TOLAK PENJAJAHAN BARU timoer achmad Ya'kub <[EMAIL PROTECTED]> wrote: SANG PEJUANG REFORMA AGRARIA DAN PEMBELA PETANI ITU TELAH PERGIĀ Malam di hari Selasa 6 Maret 2007 pukul 21.24 WIB. Riduan Ginting Munthe, atau yang biasa dipanggil Iwan Munthe, telah pergi dipanggil sang Khaliq, setelah berjuang melawan komplikasi penyakitnya, mulai dari infeksi paru-paru, pembengkakan jantung dan ginjal. Almarhum mulai dirawat sejak tanggal 21 Februari 2006 di rumah sakit Permata Bunda, Medan, dan masuk ICU pada tanggal 27 Februari 2007. Selanjutnya karena kekurangan fasilitas rumah sakit tersebut, mantan Sekjen FSPI periode 1999-2003 ini, dipindahkan ke rumah sakit Gleneagles, Medan, pada tanggal 3 Maret 2007 dan tetap di ruang ICU. Dokter sudah menyatakan menyerah dan berharap akan adanya keajaiban. Ternyata Sang Kuasa mentakdirkan beliau untuk meninggalkan kita. Sampai akhir hayatnya, Almarhum, yang kelahiran 6 September 1965, adalah anggota MPTP FSPI sejak tahun 2003 dan sebagai Pimpinan Task Force FSPI untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami. Beliau adalah orang yang berperan besar melahirkan PERMATA (Perhimpunan Masyarakat Tani) Aceh dan FSPI, pernah di SPSU pada tahun 2002 sampai 2004, serta punya andil di Flower Aceh dan Yayasan Biduk Alam, Langsa. Ia adalah seorang pejuang rakyat sejati. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Susilawati, aktivis yayasan KKSP (Kelompok Kerja Sosial Perkotaan), Medan dan dua orang anak bernama Laksa (laki-laki), yang diilhami dari kata Laksanakan Reforma Agraria, berumur 8 tahun dan Diah (perempuan), berumur 4 tahun. Bagi kita yang ditinggalkan, tiada lain untuk mendoakan semoga amal kebaikannya diterima Allah SWT. Tentu kita terus akan memperjuangkan apa yang dicita-citakan, dengan mencontoh semangat yang telah Almarhum gelorakan. __________________________________________________________ Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. Try the Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html --------------------------------- Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
