waduuhhh ... jangan kejauhan pak laporannya ... lapor ke polres saja .... agar kapolres menangani hal itu ... kalau polres tak menangani pengaduan masyarakatnya, bapak bisa melakukan pra-pengadilan dan/atau melapor ke propam, bahwa perwira dimaksud tidak melakukan tugasnya dalam melayani masyarakat dan mengusut pelaku2 penyerbuan ke konferda. mengapa dilaporkan ke polres? ini ada ulasan politisnya ... karena banyak juga perwira yg ingin menjadi perwira di polres, sehingga ... bila ada laporan ke propam atau gugatan ke pra-pengadilan, posisi perwira di polres akan dinilai kurang kredibel dalam performance appraisal-nya. propam polda dan pengadilan juga merupakan sebuah institusi diluar polres itu sendiri, sehingga mampu menggerakkan "roda perekonomian" yang bekerja diantara para pihak :-) (eheemmm ... semoga bapak mengerti maksud saya). dan bila tak terselesaikan juga melalui mekanisme hukum yang ada, maka dengan berat hati kita harus bisa menyimpulkan bahwa pemerintah daerah setempat memang sengaja mendorong masyarakatnya untuk melakukan konflik horisontal yang menuju ke "civil war", untuk itu perlu digalang kekuatan sosial-politik untuk menciptakan posisi tawar menawar anda. Regards, LEO TOBING ------------------- NO PEACE WITHOUT JUSTICE!
_____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Serikat Tani Nasional Sent: Thursday, March 08, 2007 4:22 PM To: [email protected] Subject: Re: [mediacare] Kronologis Penyerangan FPI pada Konferda I Papernas Jatim Buat Mas Leo, Konferda I PAPERNAS Jatim telah jauh hari mengantongi ijin dari kepolisian, Dan DPP PAPERNAS pada hari itu juga telah mengadukan masalah ini langsung ke mabes polri. Akan tetapi, kayaknya juga tidak banyak ditanggapi...bahkan DPD I PAPERNAS DIY hingga sekarang tidak bisa mendapat ijin dari Polda DIY dengan alasan yang tidak jelas. Kasus ini sebenarnya sudah terjadi berulangkali, bahwa ijin dari kepolisian sudah diterima..bahkan aparat kepolisian hadir dilapangan..tapi tidak berani bertindak tegas terhadap kelompok milisi sipil yang mengatasnamakan agama atau ras biasanya ...kan seharusnya yang ditangkap FAKI atau apapun namanya itu, karena merekan unjuk rasa, menyerang konferda tanpa mengantongi "ijin resmi" dari kepolisian. sudah terlalu sering hal ini terjadi di masa lalu sebelum reformasi ... sekarang kayaknya kembali lagi .... akan lebih berbahaya lagi ....semoga kita semua yang masih memikirkan dan beraktifitas untuk memperbaiki republik ini menjadi lebih baik dapat mempertahankan demokrasi yang telah mengorbankan nyawa pada reformasi 98 dahulu ... Salam, Serikat Tani Nasional On 3/6/07, Leo TOBING <[EMAIL PROTECTED]> wrote: apakah konferda I papernas telah mengantongi ijin kepolisian untuk menyelenggarakan konferda di hotel selecta itu? kalau sudah, lapor polisi mas .... biarkan sistem hukum turut bekerja, dan kita lihat kinerja aparatur kita dalam melindungi hak-hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi demi menghindari konflik horisontal. kalau aparatur tak bisa melaksanakan konstitusi, berarti aparatur sedang turut "bermain" juga dan mendorong percepatan "civil war" di indonesia ... Regards, LEO TOBING ----- STOP! Domestic Violence!!! _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of heri latief Sent: Tuesday, March 06, 2007 3:37 AM To: SP Cc: Tedjo Priyono; la luta; Kang Becak; dipo; Danoe edan; SeLmA! Subject: [mediacare] Kronologis Penyerangan FPI pada Konferda I Papernas Jatim Chalik Hamid <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Verzonden: maandag 5 maart 2007 14:13 Kronologis Penyerangan FPI pada Konferda I Papernas Jatim Surabaya, CyberNews. Front Pembela Islam (FPI) menyerbu lokasi pelaksanaan Konferda I Papernas Jatim di Hotel Selecta, Kota Batu. Akibat serangan ini, sejumlah peserta Konferda yang berasal dari cabang di 20 kota/kabupaten dengan perkiraan peserta 282 orang tidak bisa masuk hotel. Berikut kronologisnya: Pukul 12.15 wib : Peserta Konferensi Daerah I Papernas dari daerah mulai berdatangan di Hotel Selecta. Kota/Kab yang awal hadir yaitu Kab Blitar (10 orang), Kab Gresik (32 oran), Kab Mojokerto (18 orang), Kab Jombang (6 orang). Pukul 12.25 wib : Registrasi Kepesertaan dari kab/kota yang sudah hadir. Datang kota/kab lain yang berdatangan yaitu Kota Malang (20 orang) Pukul 12.35 wib : Peserta masuk Aula Hotel sebagai persiapan pembukaan konferda. Untuk menunggu pembukaan yang rencananya dimulai pukul 14.00 wib, selama -/+ 2 jam peserta menyelinginya dengan musik � musik, orasi ilmiah dan puisi. Pukul 13.50 wib : Tokoh masyarakat yang diundang mulai hadir, seperti dari kalangan Agamawan yaitu Romo Ghany dari Surabaya. Peserta juga kembali berdatangan seperti dari Kab Jember (18 orang) Pukul 14.10 wib : ketika kawan peserta sudah berada di Aula untuk dikondisikan pada acara pembukaan kemudian dating sekitar 50 massa dari Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) Jatim dan Front Pembela Islam (FPI) menggunakan sepeda motor. Di Hotel ini juga sebelum peserta konferda hadir sebenarnya sudah hadir aparat kepolisian dari Polres Batu sekitar 2 satuan setingkat kompi (SSK) dengan peralatan lengkap. Pukul 14.20 wib : Sambil berorasi �Tak Ilmiah� dan membentangkan poster pembubaran konferda papernas, massa yang mengklaim diri dari Front Umat Islam yang berasal dari 9 organisasi yaitu Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI), Serikat Penanggulangan Komunis Gaya Baru (SP-KGB), Center for Indonesia Communities Studies (CICS), Forum Ukhuwah Islamiah (FUI), Yayasan Kanigoro, Ikatan Keluarga Madura (IKAMRA), Pemuda Muhammadiyah, Front Anti Komunis (FAK), Hisbul Wathon (HW). Mereka juga membakar bendera, baliho Papernas yang ada di sepanjang jalan menuju hotel Selecta. Pukul 14.25 wib : Peserta secara keseluruhan masuk aula sekaligus konsolidasi, briefing untuk membuat system pengaman internal. Sekitar 25 orang jadi Bapor yang berada di pintu masuk utama aula. Karena massa bersikeras memaksa masuk ke aula polisi membuat barikade � barikade. Di belakang barikade itulah bapor ditempatkan.Selama 2,5 jam��massa yang dimotori FPI itu tetap menjalankan aksinya.Dan selama itu pula negoisasi � negoisasi dilakukan tetapi berjalan alot dan hasilnya selalu buntu karena pihak kepolisian yang cenderung pengecut untuk membubarkan massa dari FPI yang jelas � jelas melanggar hukum dikarenakan tidak ada izin melakukan aksi. Pukul 17.00 wib : Negoisasi terakhir dengan mereka. Karena ada indikasi akan dimulai penyerangan. Pukul 17.30 wib : massa FPI udah mulai ngotot masuk dengan bermaksud menembus barikade polisi, aksi berlangsung selama 1 jam. Dengan sekuat tenaga dan gagah berani kawan � kawan peserta mempertahankan diri di dalam ruangan aula. Dan kawan peserta dari kota lain(Sby,Sidoarjo,lamongan,tuban) yang hadir terlambat dialihkan ke tempat lain di bawah koordinasi panitia luar. Sambil mempersiapkan diri membantu bila diperlakukan. Dan mereka sempat memecahkan kaca aula. Pukul 18.35 wib : Aksi mulai berhenti. Selama 2 jam peserta bertahan di dalam ruangan sambil menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan yang berada di luar. Pukul 20.35 wib : Panitia dan pimpinan yang berada di luar masuk ke ruangan melalui pintu belakang. Dan menginstruksikan segera diadakan konferda darurat dengan lansung masuk agenda pemilihan struktur. Karena kita ada kesepakatan dengan pihak kepolisian jam 22.00 kita akan membubarkan diri. Pukul 22.00 wib : selesai konferensi dan persiapan pulang. ( mh habieb shaleh/Cn08 ) ,_.___ -- ------- Komite Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional [Sementara] Jl. Bogin A 2 Perumahan Budi Agung Bogor 16133 Mobile +62 856 807 5066 Email : [EMAIL PROTECTED] Site : www.serikat-tani.org -------
