ok guys...
kalau begitu, sampai kapan pun gak akan ada hukum (entah hukum agama atau
bernegara) yg mampu mengatur secara maksimal kita semua. pasti akan selalu ada
pelanggaran.
entah itu SI, Syariat Kristen, Syariat Budha, Syariat Hindu atau apapun...
yg jadi masalah adalah...kalau kita nya saja sudah tidak takut dgn entah
Syariat/hukum apapun...pelanggaran akan selalu ada
apalagi kalau gaya bicara kita adlh..."semua dikembalikan ke individu
masing2"...percaya deh pelanggaran itu akan selalu ada...
Jussy Puturuhu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memang sangat risih mendengarnya bahwa syariat islam yang ingin
diterapkan di indonesia, padahal jika kita semua melihat bahwa hukum SI yang
sudah diterapkan Saudi Arabia atau di negara islam lainnya, itu saja tidak
pernah membuat jera masyarakat islam disana. Kenapa demikian? Apakah hukum SI
yang masih sangat lemah atau hukum SI itu memang tidak bisa mengubah moral
masyarakat disana? Saya kira kembali kepada moral individu itu sendiri
bagaimana menerapkan ajaran agama dalam hidupnya.
Banyak contoh, saudari-saudari kita yang bekerja disana harus menerima
aniaya, diperkosa bahkan harus mati atau boleh dikatakan saudari2 kita tidak
mendapatkan perlakuan yang baik oleh majikan2nya di Arab sana tetapi hukum
disana justru tidak menjerat pelakunya? malah saudari2 kita hanya bisa pulang
dengan wajah lebam, hamil dan sebagainya.
Karena itu apakah hukum SI dapat mengubah moral seseorang?
wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Apa hebatnya Syariat Islam itu....SaudiArabia saja yang sejak jaman
Nabi sudah menerapkan aturan tersebut, tetap saja ditemukan banyak orang untuk
dipotong angota badan dan/atau dipacung setiap waktu(Rabu/Jum'at)....(kalikan
dengan bulan, kalikan dengan tahun, kalikan lagi dengan abad!!!!!)...Ini adalah
suatu fakta Ilahi bahwa TIDAK ADA SESUATU YANG SEMPURNA DIDUNIA INI bahkan
dinegara dimana Islam Lahir.
Apakah setelah menerapkan Syariat Islam, maka Saudi Arabia jadi negara
dimana orang-orang jadi lebih bermoral?.....come on lah!!!!..
Apakah ini bukannya bukti bahwa aturan syariat islam JUGA tidak dapat
menyelesaikan/memperbaiki masalah moral....
Sudahlah jangan mengada-adalah!
----- Original Message ----
From: Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 8, 2007 4:54:13 PM
Subject: Re: [mediacare] Re: Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam
Seharusnya Umat Muslim sendiri yang takut, lantaran syariat barulah tataran
awal dari beragama. Kalau melakukan itu saja mesti harus dipaksa-paksa melalui
aturan negara, bahkan memaksa semua orang mengikuti.. alangkah dangkalnya
tingkat keberagamaannya. Bagaimana akan sampai ke tataran hakekat beragama
kalau terus menerus hanya terkungkung syariat...
Tahap berikutnya adalah dangkalnya ukuran keberagamaan, yaitu hanya sekedar
asal sudah menjalankan syariat dibebaskan dari hukum negara maka menjadi orang
saleh. Tak ada spirit untuk melakukan hal yang baik diluar bingkai syariat.!
Wassalam.
On 3/8/07, amartien2005 <amartien2005@ yahoo.com> wrote:
Hmmmmm ............ .. non Muslim tidak perlu takut Syariat Islam?
Begitu SI diberlakukan di Aceh, kontan belasan gereja ditutup.
Angry Mob attacks Church in Aceh.
Para pemimpin gereja di Aceh Singkil diminta oleh Tokoh Muslim dan Pemerintah
Daerah setempat untuk menandatangi surat perjanjian penutupan gereja.
Di buku editan Robert Spencer, The Myth of Islamic Tolerance - How Islamic
law treats non-Muslims, di artikel oleh Mark Durie, ada terjemahan dari
perjanjian yang dipaksakan oleh pem. Aceh kepada pemuka agama Kristen (th.
2001), dimana disitu pemuka Kristen tsb. berjanji, a.l.:
- adanya pembatasan jumlah gereja di beberapa desa. Contoh: satu gedung
gereja di Kuta Kerangan yang mempunyai izin pemerintah berukuran 12 x 24 meter
dan tidak boleh bertingkat.
- gedung2 gereja tertentu akan di dihabiskan/dibongka r oleh orang2 Kristen
sendiri.
- tidak akan mengadakan ibadah keagamaan di rumah2 penduduk, atau
evangelisasi.
Seperti yang dikatakan oleh Mark Durie di pembukaan dari paragraph ini:
- "Perjanjian bersama ini dipaksakan untuk menghindari ancaman dihancurkannya
semua gedung2 gereja dan ancaman2 terhadap nyawa orang2 Kristen di daerah itu".
Penekanan kemerdekaan beribadah ini dikarenakan oleh satu gereja yang
memperluas gedungnya. Ini dituduh oleh pemimpin2 Muslim sebagai pelanggaran
"perjanjian" di th. 1979, yaitu tidak akan membangun gereja2 tambahan.
The religion of peace indeed!!!!
amartien
--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.republik a.co.id/online_detail.asp?id= 284843&kat_id=23
>
> Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam
>
>
> Banda Aceh -RoL-- Seorang ulama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Tgk H
> Ibrahim Bardan menyatakan, warga non-Muslim tidak perlu khawatir terhadap
> pemberlakuan undang undang Syariat Islam di daerah itu.
>
> "Syariat Islam yang diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Aceh
> menjunjung tinggi HAM, dan bukan teroris atau radikalisme," katanya dalam di
> pondok Pesantren Lamcot Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar,
> Sabtu.
>
> Dalam tausyiah saat membuka Musyawarah besar Himpunan ulama dayah (Pesantren)
> Shalifiah se Provinsi NAD, ia menegaskan, syariat Islam itu sendiri memiliki
> tujuan untuk membentuk jiwa setiap pribadi Muslim taat kepada perintah Allah
> SWT.
>
> Dikatakannya, dalam menjalankan syariat Islam secara kaffah itu juga tidak
> lepas dari bagaimana memperkuat sistem pendidikan di Aceh, sehingga lembaga
> pendidikan umum tersebut dapat berjalan dan bernuansa Islami. "Seharusnya
> Pemerintah instruksikan ke lembaga pendidikan umum di Aceh tentang bagaimana
> penerapan Syariat Islam kepada anak-anak seperti yang selama ini dilakukan di
> pondok-pondok Pesantren," katanya.
>
> Ibrahim Bardan yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Panton itu menyatakan,
> jika lembaga pendidikan umum daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut
> kekurangan guru agama, maka pondok Pesantren siap membantu staf pengajar
> bidang agama Islam.
>
> Di pihak lain, ia juga menyatakan, para ulama juga siap bekerjasama dengan
> seluruh elemen masyarakat untuk mengawal syariat Islam kaffah berjalan di
> provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Dia mengajak seluruh organisasi
> Islam di Aceh untuk bersama-sama saling mengisi dan membantu dalam upaya
> membangun umat sesuai dengan tuntunan syariat Islam di daerah tersebut.
>
> "Mari kita bersama-sama mengawal syariat Islam sebagai upaya memberdayakan
> umat tanpa melihat perbedaan terhadap masalah-masalah kecil yang bersifat
> sunnah," tambah Tgk H Ibrahim Bardan yang juga Ketua Umum Huda Provinsi
> NAD.antara/mim
>
---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
W.S
081808051920
...life's not fair, deal with it !
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.