Di Media Care hidup masyarakat kecil Indonesia yang penuh
kekontrasan. Ada yang rese menganggap berhak mengatur apa yang boleh
dan tidak boleh dilakukan orang lain, namun ada banyak juga yang
tidak rese. Ada yang bersifat posko banjir, namun ada juga yang
bersifat "voorkomen is beter dan genezen". Ada yang sehari-hari
menulis culture shock dan ncek/mpe, tapi ada juga yang berbicara
tentang sektor pertanian, banjir di Jakarta yang sekarang sudah
dilupakan orang. Ada yang bermasturbasi dengan slogan, tapi ada juga
yang giat mengamanatkan pasal 34 UUD RI. Ada yang pemikirannya cupat
terbatas (bukan blo'on) tapi ada juga yang broadminded. Semua itu
menunjukkan manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-
sendiri. Tentu kita tidak bisa menyeragamkan semua orang menjadi
sama, bukan?

Apa yang telah saya hasilkan? Ah itu 'kan urusan saya, saya juga
ngga menuntut apa yang telah Leo Tobing hasilkan, bukan? Namun bila
saya bicara tentang pasal 34 UUD RI "Fakir miskin dan anak terlantar
dipelihara oleh negara" maka itu berarti anda dituntut untuk
berprestasi di sektor pelayanan masyarakat oleh pendiri RI, bukan
oleh saya, wong yang bikin UUD RI bukan saya kok, ihik ihik :-).
Singkat kata: orang Indonesia dituntut oleh UUD RI, saya orang
Belanda dituntut oleh UUD Belanda, you got the point Leo?

Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], "Leo TOBING" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Hehehehe ...
> Iya ya, 'da ... Memang otaknya bung danny sangat tidak terbatas,
dan kita
> penuh keterbatasan ... Yaa, ... Maklumlah, kita ini manusia penuh
dengan
> segala keterbatasan. Kalau yang tak terbatas itu, biasanya ada
pada sang
> pencipta. Apakah bung danny telah memposisikan diri sebagai yang
tak
> terbatas? Mungkin beliau tidak bermaksud tulisannya seperti itu,
tetapi
> disnilah kita melihat keangkuhan intelektual-nya.
>
> Ida,
> Kaya'nya si Danny berpikir bahwa dia pikir, dia pintar ...
Hahahahaha
> Apa sih yang telah dia perbuat untuk sesama manusia selain
membangun
> arogansi diri dihadapan anggota mediacare? Hahahahaha ...
>
> Kalau bung danny merasa otaknya lebih pintar daripada kita-kita
yang menjadi
> anggota mediacare ini, coba bayangin ... buat apa "menyemplungkan"
dirinya
> ke kelompok orang-orang tolol? Bukankah itu sebuah perbuatan tolol?
>
> Hahahahahaha ...
> Atau mau diakui menjadi si pintar diantara orang tolol, ya?
>
> Please, dehhh ....
>
> Mau mendidik gak mau ...
> Mau ngobrol, kok ngobrolnya sama orang-orang tolol?
>
> Dulu, opung sering bilang ... Berteman sama orang tolol elo jadi
tolol,
> berteman sama orang pintar kmu akan jadi pintar ...
>
> Bung danny mengklaim bahwa anggota mediacare memiliki kemampuan
terbatas,
> tetapi dia ternyata senang betul dengan kita-kita yang berkemampuan
> terbatas, ... Hahahahaha ... Apakah itu bukannya bermain sama
orang tolol?
>
> Pro: Danny Lim,
> Anda 'kan sudah menyatakan bahwa manneke telah menuliskan email
dengan
> kata-kata yang kurang baik, lalu manneke mengatakan, "email yang
mana?
> Tolong ditunjukkan!"
>
> Nahhhh ...
> Anda 'kan orangnya ingin tampil sempurna, kalau bicara biasanya
teratur, dan
> berdasarkan logika.
> Saya rasa, logis sekali kalau manneke itu meminta anda membuktikan
tuduhan
> anda kalau manneke telah mengirimkan email yang tak baik ke milis
yang anda
> moderasi ... Masa anda tak bisa penuhi hal yg logis itu?
>
> Hal ini 'kan untuk menjaga kredibilitas anda yang ingin dibilang
sebagai
> orang yang pintar ... Orang pintar itu selalu menulis berdasarkan
logika dan
> data.
>
> Tunjukkin dong ....
>
> Kalau anda salah, dan itu wajar, karena setiap manusia tidak
sempurna,
> pernah berbuat salah ... Kok anda sulit menyampaikan permohonan
maaf?
>
> Di indonesia ini, yang sulit mengatakan maaf itu, umumnya pejabat2
negara
> yang kebijakannya sering anda kritisi juga.
>
> Naahhh ...
> Kalau anda juga susah meminta maaf, apa bedanya anda dengan tokoh
itu?
>
> Kebijakan anda yang sewenang-wenang karena telah menerima email
yang melukai
> perasaan anda bukanlah hal baru di negeri ini ... Anda sama aja
kok!
>
> Hahahahahaha ....
>
> Regards,
> LEO TOBING
>
>
> -------------------
> NO PEACE WITHOUT JUSTICE!

Kirim email ke