> Antara 'pengiburan' dan 'penyebab/motif kejadiannya' adalah 2 hal yg
beda.

Bung, sudah terlalu klise kalau saya katakan: baca ayat jangan dilepas
dari konteksnya. 
Kedua, bagaimanapun Anda dan Mr. Njoo tidak punya legitimasi apa2
untuk berbicara mewakili Tuhan menyimpulkan 'penyebab/motif
kejadiannya'.  

Ikut prihatin atas apa yang menimpa keluarga Anda.

Salam,
Ida Khouw


--- In [email protected], "krisnawanputra"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Idakhouw, wrote:
> Tidak perlu kan sampai orang2 terdekat kita jadi korban dulu untuk
> belajar memilih ungkapan2 yang menghibur? yang tidak potensil
> menyakiti orang2 yg tertimpa kesusahan? 
> 
> Krisnawan: 
> 1. Fyi, rumah orang tua dan dua keluarga kakak saya di Bantul
> rata dengan tanah, semua juga mengalami luka-luka, saat gempa bumi
melanda Jogja.
> 
> Antara 'pengiburan' dan 'penyebab/motif kejadiannya' adalah 2 hal yg
beda.
> 
> 2. 'Murka Tuhan' dalam tulisan saya-> Konteksnya adalah hasil diskusi 
> berdua saya dengan Bp Njoo tentang apa yang tertulis di Roma 12 ayat 19 
> '....berilah tempat kepada murka Allah', sebab pembalasan itu adalah
hakKu 
> Silahkan baca ayat ini selengkapnya. 
> 
> baca juga tanggapan Pak Njoo disurat pertama dia kepada saya 
> (ingat, ini masih di ranah privat, dan belum menyangkut ke korban 
> bencana di tanah air--> belum ke public). 
> Bila mau ke Public tentu bahasa dan kalimat saya 
> akan berbeda (man papan...istilah inggrisnya, he he he)
>

Kirim email ke