Saya malah ada pertanyaan lain yang menggelitik sejak kecelakaan Kapal2 laut 
yang lalu.

Dari 3 kecelakaan itu: KM Senopati, Kapal Levina dan pesawat GA di Yogya, ke-3 
pilot dan nakhodanya selamat, sedangkan penumpang ada yang jadi korban.

Saya cuma heran, karena setahu saya kapten kapal (atau pilot pesawat) 
seharusnya menjadi orang terakhir yang keluar dari kendaraannya.  Saya ingat, 
dulu selalu diceritakan bahwa kapten kapal selalu harus mempertahankan kapal 
dan bertahan paling akhir keluarnya setelah semua orang selamat.

Ataukah jaman sekarang sudah berubah?  Atau cuma di Indonesia saja yang 
demikian karena tidak ada pendidikan etika/karakter kepahlawanan?

Pernah saya baca surat kabar dari luar negeri waktu kecelakaan kapal laut di 
Sabang (sekitar tahun 1995/1996) yang kebetulan ada orang asing yang selamat 
dan jadi saksi hidup.  Mereka cerita bagaimana orang-orang kita berebutan 
pelampung, bahkan para pria merebut dari kaum wanita.  Bagi orang Barat ini 
sangat tidak masuk akal.  Karena mereka sejak kecil dididik untuk mendahulukan 
yang lemah.  Makanya banyak kisah kepahlawanan dari Para Pemadam Kebakaran yang 
adalah sukarelawan.

Ingatkah kisah tenggelamnya kapal Titanic?  Ada bukti sejarah, ada 1 orang 
laki-laki yang menyamar jadi perempuan untuk bisa diprioritaskan naik sekoci.  
Orang itu tercatat dalam sejarah sebagai pengecut besar.

Saya kira media belum pernah mengangkat kisah ini.  Entah kasihan atau apa 
terhadap para nakhoda/pilot ini.  Tetapi, kita perlu adil kan, terutama 
terhadap para korban.  Apakah mereka bersalah, dan terutama, apakah mereka 
mengabaikan tanggung jawabnya demi untuk keselamatan diri sendiri.
  ----- Original Message ----- 
  From: wirajhana eka 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, March 09, 2007 5:28 PM
  Subject: Re: [mediacare] GA 200: Where is our Fire Men? 19 tewas terbakar di 
dalam Pesawat GA 200!


  Dear all lagi,

  Prilo Sekundiari menulis:
  .. sebenernya pemadam kebakaran sudah bergerak ke lokasi hanya saja diujung 
timur landasan pacu terdapat sebuah jalan yang merupakan jalan menuju ke AAU... 
dan posisi pesawat berada di sebelah timur jalan ini... jadi jalan AAU inilah 
yg menjadi jarak antara pesawat dan pemadam kebakaran........
  .....Lokasi ideal terdekat untuk mencapai pesawat ya hanya di jalan AAU 
itu... hanya saja untk mencapai jalan itu mobil pemadam harus mengambil jalan 
memutar keluar dari area landasan pacu...mungkin dibutuhkan waktu sekitar 5-10 
menit... ini dengan syarat mengambil jalan pintas lewat instalasi radar yg 
berada disebelah timur bandara jadi mobil pemadam tidak perlu keluar melewati 
jalan raya jogja-solo
  ------------------------------------<

  Prilo bersaksi bahwa "mereka sudah bergerak" dan "kalo mengambl jalan memutar 
mungkin butuh waktu sekitar 5-10 menit" dan di berita dapat dilihat bahwa, 
sampai dengan waktu tertentu jelas tidak ada kerumunan yang dapat mengakibatkan 
keterlambatan.

  ...artinya kalimat itu buat saya adalah apabila dilakukan menurut taksiran 
prilo maka ADA KEMUNGKINAN BESAR bahwa jumlah korban tidak perlu sebanyak ini. 

  Sebagai unit yang berada dibandara, pihak pemadam kebakaran pastilah sudah 
siap dengan rute terpendek dan tahu dengan kendala yang ada dan juga 
kemungkinan2 penanganan menurut jenis tingkat kebakaran (Kabarnya suhu panas 
dari kebakaran tersebut mencapai 600 derajat)...

  .....inilah yang sangat saya sedihkan kenapa harus lebih dari 20 menit untuk 
mulai dan semprotan yang menurut prilo ada bekas foam ternyata tidak juga dapat 
memadamkan api(apakah juga disebabkan karena semprotan dilakukan diseberang api 
yang membesar?)

   ........boleh saja ini adalah suratan Tuhan, atau pihak Firemen sudah 
berusaha sekuat2nya......but still they are not quick enough...atau....dan atau 
yang lain...

  Wajarlah kalo begitu SBY mempunyai pandangan lain tentang "kecelakaan" 
tersebut dan meminta untuk penyelidikan aspek-aspek NON TEKNIS segera 
dilakukan. 

  Tks

  ----- Original Message ----
  From: Pandu Buntaran <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Friday, March 9, 2007 11:15:33 AM
  Subject: Re: [mediacare] GA 200: Where is our Fire Men? 19 tewas terbakar di 
dalam Pesawat GA 200!


  Dear All,

  Saya senang kita dpt membahas hal ini, mungkin tidak terlalu di gembar gembor 
di media masa kita. Menurut saya: 
  1. Kecepatan adalah suatu kekurangan dari pihak kita, tidak selalu instansi 
terkait pemerintah atau swasta, tapi juga dapat terjadi pada kita.
  2. Tapi jika kerusakan terjadi sebelum pesawat mendarat saya percaya pesawat 
akan memberikan laporan keada'an darurat, dan para petugas berkait harus sudah 
dan di pastikan stand bay sebelum pesawat mendarat, tapi jika tidak maka akan 
terjadi seperti kejadian Garuda Terbakar kemaren.
  3. Pengunduran diri jabatan karena tidak dapat mengendalikan transportasi di 
Indonesia dan di ijinkan pula!!!, kalau saya bilang sih PECUNDANG!!! . Krn tdk 
memecahkan masalah dan sudah pasti tdk membuat kemajuan sama sekali.
  4. Kesimpulan semua di atas tidak akan terjawab jika runtun kejadian yang 
terdapat dalam kotak hitam belum terjawab,dan tdk di buka kpd masyarakat luas 
terutama pengguna jasa angkutan udara dan keluarga korban.
  5. Mungkin utk sementara kita cuma dapat bersabar dan menunggu lagi (seperti 
anjuran pemerintah kita), dan mendoakan saudara2 kita yang telah berpulang 
dengan tidak mengucapkan "Tuh kan pesawat jatuh bukan gara2 tiket murah!!!", 
maaf itu kata yang tdk sopan untuk di ucapkan, mengingat para korban akibat 
angkutan udara (terutama).

  ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- 
--------- --------- --------- --------- --------- -----

  Prilo Sekundiari <unitedstates_ of_whatever@ yahoo.com> wrote: 

    saya mencoba untuk sedikit memberikan penjelasan.. ..

    Pemadam kebakaran berada diujung, paling ujung sebelah timur dari landasan 
pacu.. sebenernya pemadam kebakaran sudah bergerak ke lokasi hanya saja diujung 
timur landasan pacu terdapat sebuah jalan yang merupakan jalan menuju ke AAU... 
dan posisi pesawat berada di sebelah timur jalan ini... jadi jalan AAU inilah 
yg menjadi jarak antara pesawat dan pemadam kebakaran..

    jalan ini sendiri posisinya berada agak dibawah ( tidak sejajar rata dengan 
landasan pacu bandara ) sekitar 2-4 meter, jadi tidak mungkin bagi pemadam 
untuk nekat terus maju karena posisi mobil pemadam sudah berada di ujung timur 
bandara...seandainy a tetap maju mungkin mobil pemadam akan jatuh terjungkal 
dan terguling... 

    Lokasi ideal terdekat untuk mencapai pesawat ya hanya di jalan AAU itu... 
hanya saja untk mencapai jalan itu mobil pemadam harus mengambil jalan memutar 
keluar dari area landasan pacu...mungkin dibutuhkan waktu sekitar 5-10 menit... 
ini dengan syarat mengambil jalan pintas lewat instalasi radar yg berada 
disebelah timur bandara jadi mobil pemadam tidak perlu keluar melewati jalan 
raya jogja-solo


    kl masalah jebol menjebol pagar saya tidak tau pasti.. yg jelas kl pagar 
pembatas antara komplek bandara dengan lingkungan rumah2 penduduk sekitar itu 
tingginya 2 meter dan diujung atasnya terdapat kawat berduri...

    sedangkan untuk pagar pembatas jalan AAU dengan landasan pacu tidak terlalu 
tinggi hanya sekitar perut orang dewasa hanya saja dibagian atasnya diberi 
kawat berduri juga... jadi tingginya kira-kira 1 meteran lebih...

    dari yang saya lihat dilokasi ( mobil pemadam yg stand still di ujung timur 
landasan pacu ) disekitarnya berceceran foam...

    kira2 begitu dari yang saya lihat di TKP, kl ada yg agak kurang jelas atau 
membingungkan harap maklum... saya juga cuma orang awam...thx


    wirajhana eka <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
      Dear all, 
      Saya ikut merasakan duka yang mendalam dari keluarga korban meninggal 
pada kecelakaan pesawat GA 200 tujuan Jogyakarta..

      Melalui media televisi, kita mengetahui bahwa pesawat mengeluarkan asap 
setelah beberapa saat di ujung landasan.... dan pada saat asap mulai terlihat, 
beberapa orang sudah dapat menyelamatkan diri keluar dari pesawat. Petugas yang 
terlihat dalam tayangan adalah Angkatan Udara, Bandar Udara dan dari masyarakat 
disekitar bandara. 
      Dalam tayangan tersebut, Saya melihat satu yang kurang lazim yang 
seharusnya selalu ada di setiap kecelakaan Pesawat Udara dalam tayangan 
tersebut yaitu: 
      1. Kemana Unit Pemadam Kebakaran? Butuh waktu Berapa lama untuk berada di 
lokasi kebakaran? 
      3. Berapa lam butuh wktu untuk menjebol pagar diluar landasan?
      4. Apakah benar yang di semprotan dari pemadam kebakaran itu adalah air 
dan bukan sejenis foam?

      Mungkinkah kecepatan datang pemadam kebakaran juga menjadi salah satu 
faktor meningkatnya jumlah korban hingga 22 orang..

      Apakah ada yang dapat membantu saya untuk menjelaskan hal ini?

      Hormat saya
      Wirajhana


--------------------------------------------------------------------------
      We won't tell. Get more on shows you hate to love
      (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. 



----------------------------------------------------------------------------
    It's here! Your new message!
    Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. 




------------------------------------------------------------------------------
  Food fight? Enjoy some healthy debate
  in the Yahoo! Answers Food Drink Q&A. 





------------------------------------------------------------------------------
  Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
  in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.  

Kirim email ke