Judul diatas saya baca sekilas dari tayangan cuplikan koran-koran yang
dikutip dalam acara Kerajaan Mimpi pada Hari Minggu, 11 Maret 2007
pukul 21.30 malam.

Sebagai orang Tionghoa, saya merasa tayangan cuplikan kliping koran
(entah dari koran apa) oleh Penggagas Acara Kerajaan Mimpi, sangat
tidak bijaksana. 

Kenapa? Baik Acara Republik Mimpi, maupun koran yang memuat artikel
berjudul "Republik Mimpi diprotes Tionghoa" telah melakukan kesalahan
serius. (Judul artikel dalam koran itu saja sudah provokatif, apalagi
ditayangkan di TV.)

Karena setahu saya, isi berita tersebut sebenarnya berbicara tentang
protes Lieus Sungkharisma (Ketua Partai Reformasi Tionghoa) terhadap
isi tayangan Republik Mimpi. Penggeneralisasian protes seorang Lieus
yang ketua Parti sebagai dengan satu label "TIonghoa" - sangat
menyakiti hati saya. Lieus tidak mewakili semua orang Tionghoa.

Saya menganggap penayangan ini (oleh Metro TV, yang notabene merupakan
stasiun TV yang bukan hanya kritis namun juga berbobot dan tidak asal
jeplak) sebagai suatu kebodohan kalau bukan sebagai upaya provokasi.   

Oleh karena itu, saya meminta Penanggung Jawab Acara Republik Mimpi
memberikan kejelasan atas ditayangkannya cuplikan kliping koran tersebut. 

Salam
Abdi Christ 

Kirim email ke