Sebagian Menteri Layak Diganti  
Jakarta (Bali Post)- 
Imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar semua pihak tidak menggaduhkan 
wacana reshuffle kabinet, tidak diindahkan politisi di DPR. Wakil Ketua DPR 
Muhaimin Iskandar malah mengatakan separo menteri Kabinet Indonesia Bersatu 
layak diganti. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini bahkan 
terang-terangan menyatakan telah menyiapkan kadernya untuk menggusur menteri 
yang akan dipecat Presiden.

Penegasan tersebut dikemukakan Muhaimin saat membuka Akademi Politik Kebangsaan 
(Kursus Kader Bangsa Angkatan I) DPP PKB di Jakarta, Minggu (11/3) kemarin. 

Reshuffle menteri, menurutnya, dimungkinkan karena memang ada tujuannya yaitu 
agar kinerja pemerintah segera dibenahi. Bukan karena keinginan si A atau si B, 
juga bukan karena ada surat nyelonong yang masuk kemudian menyatakan siap 
menjadi menteri ini dan itu. ''Ini kan untuk penyegaran di tubuh kabinet,'' 
imbuhnya. 

Ada tiga hal, katanya, yang menyebabkan reshuffle kabinet perlu dilakukan. 
Pertama, karena kinerja kabinet saat ini tidak memiliki sense of crisis dan 
sense of emergency. Kedua, karena rendahnya profesionalisme para menteri. 
Ketiga, karena rendahnya koordinasi antarkementerian. 

Ia mencontohkan banyaknya bencana alam dan musibah kecelakaan transportasi 
tidak pernah direspons dengan baik oleh pemerintah. Padahal, kondisi bangsa 
saat ini sangat emergency.  Begitu juga dengan kasus lumpur Lapindo yang hingga 
kini tidak bisa diselesaikan, baik dalam upaya menghentikan semburan lumpur 
maupun penanganan korban. 

Terkait dengan itu, Muhaimin mengatakan di antara menteri yang layak diganti 
adalah Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah 
karena dianggap tidak berdaya menghadapi permasalahan yang menjadi tanggung 
jawabnya

Kirim email ke