--- In [email protected], "Budi P" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Menurut perhatian gue. Sebenarnya syariat > Islam diterapkan untuk memberikan tatanan > baru di negara kita.
L: Apanya yang baru? Saya baca di beberapa negara, setiap orang yang mengusulkan SI diberlakukan di negara tsb selalu membuat klaim semacam: "tatanan yang baru, tidak sama dengan SI yang lain, ... dsb". > Karena sudah TERBUKTI, > dengan kondisi sekuler spt sekarang ini > negara kita gak maju maju. Kita sudah > mencoba hidup di negara sekuler dan buktinya > gagal, makanya ada yang mengusulkan syariat > Islam, dan bahkan ada beberapa pihak yang mau > mengusulkan syariat Komunis atau syariat Kristen. L: Hati2 menggunakan kata 'BUKTI' sebelum belajar pada orang matematika atau 'logicians' ttg cara pembuktian yang sahih :-) Negara Indonesia TIDAK pernah, bahkan jauh dari negara sekuler. Pelan2 dan atu demi satu, saya dan teman2 lain di sini pasti bisa bikin satu daftar berisi belasan, mungkin bisa terus sampai puluhan bahkan ratusan indikator2 bahwa Indonesia bukan negara sekuler yang memisahkan urusan agama dengan urusan negara dan yang tak mengabaikan atau membantu satu pun agama. Contoh2 indikator negara kita TIDAK sekuler a.l.: 1. Ada pelajaran agama 2. Ada lembaga negara (KUA) yang mengurusi pernikahan agama 3. Ibadah (azan) pakai corong dibolehkan 4. Saksi Yehova dilarang oleh negara 5. Negara Indonesia anggota OKI 6. Ada departemen agama (Depag) 7. Ada sekolah berbasis agama (dikelola Depag) 8. Di gedung2 pemerintahan ada acara keagamaan, bahkan ada tempat ibadah (paling banyak mushollah) 9. ... capek mengetiknya > Itu kan suka-suka aja, karena dgn kondisi > yang ada sekarang, terbukti negara Indonesia > gak maju. Yang kaya tambah kaya, yang miskin > tambah miskin. kan yang kaya di Indonesia kebanyakan ............. > you know lah L: Apa hubungannya dengan agama? Di negara2 yang kemakmurannya merata, orang2 kaya yang mendapat gaji 50 kali lipat dari gaji rata2, pajak pendapatannya (bukan pajak usaha atau pajak2 lain) juga bisa mencapai 50%. Maaf, asumsi rasis pada kalimat terakhir anda. Kebanyakan koruptor adalah ... Salam
