Yth. Bpk Dinasty,
1. Saya bukan ahli pramuka. Maaf.
2. Setiap situasi dan kondisi masyarakat/ kegiatan masyarakat mengandung
potensi kerawanan/ faktor korelatif kriminogen atau "police hazard" yang
berbeda-beda. Justru karena adanya para Calang pada kegiatan Nyepi sebagai
bentuk pemolisian masyarakat (community policing), timbulnya kejahatan dapat
dicegah. Para Calang ini merupakan "mitra Polri" dalam pengamanan wilayah.
3. Kejahatan yang bisa timbul dalam situasi demikian tidak mesti perampokan.
Tetapi bisa saja perkelahian atau kejahatan-kejahatan lain.
4. Pada dasarnya penjahat selalu pandai memanfaatkan situasi (maling sering
pandai mengibuli polisi).
5. Mohon ijin, Bapak pergunakan sudut pandang polisi atau aparat keamanan
dalam memandang situasi seperti Nyepi itu.
Wassalam,
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Re: 7.400 Polisi Siap Amankan Nyepi di Bali
Posted by: "ddinasty_a04" [EMAIL PROTECTED]
ddinasty_a04
Sun Mar 11, 2007 5:26 pm (PST) --- In [EMAIL
PROTECTED] ps.com, Endiarto Wijaya <art_wijaya@ ...>
wrote:
> Bagaimanapun juga, ketika orang sedang berkonsentrasi untuk
khusyuk melakukan ibadah, penjahat biasanya mengambil kesempatan.
Tidak usah terorisme, perampokan bank dan pencurian kendaraan
bermotor sangat potensial terjadi pada kegiatan seperti ini
mengingat pada waktu Nyepi jalanan pun menjadi sepi.
> Wassalam,
> Endiarto Wijaya
~ Paragraf di atas menarik buat saya, karena saya percaya bahwa
rekan Wijaya yg ahli pramuka ini tidak faham benar situasi saat
Nyepi.
Baiknya saya informasikan sedikit soal situasi Nyepi di Bali,
tepatnya di Denpasar atau Kuta (khususnya daerah Kerobokan, Oboroy
atau Legian). Saat hari "H" Nyepei ini, semua aktifitas dan
mobilitas masyarakat nyaris lumpuh, jalan-jalan raya sepi sunyi
seperti kota mati cowboy yg habis dijarah oleh Kill Bill, pada
umunya masyarakat berdiam diri dirumah tanpa, tanpa radio atau
tv,tanpa electric, namanya juga Nyepi. Memang ada beberapa
gerombolan anak2 muda yg kongkow-kongkow sambil main gaple, tapi
kegiatan ini tergolong ilegal meskipun tetap ditoleransi oleh para
Calang (Calang bisa diartikan; barisan ´berani mati´ dari warga Bali
asli).
Atas gambaran situasi Nyepi ini, maka dimana logikanya kalau disaat-
saat "hening" dalam arti yg sebenarnya tersebut bisa ada penjahat
atau terroris berkeliaran hingga sampai nyuri motor atau ngerampok
bank?
Jangan kata anda mau mencuri motor, anda mengerakkan kaki anda
dijalan saja sudah menarik perhatian para Calang, boro-boro mau
ngerampok bank, anda buka pintu saja deritnya sudah kedengaran
sampai radius puluhan meter karena begitu sepi-sunyinya saat
hari "H" ´perayaan´ Nyepi tersebut.
Nah,situasi akan lain bila anda bicara soal situasi sehari sebelum
Nyepi,baik saat acara Melis atau Ogoh-ogoh di malam harinya, saat
itu keadaan chaos karena bisingnya bunyi2an alat tradisional musik
Bali atau oleh hiruk-pikuknya manusia yg ingin nonton ogoh-
ogoh,saat2 seperti itu biasanya saya shoping karena esoknya semua
toko pada tutup, kalau kulkas kita lupa kita isi makanan atau
minuman, kita bisa mati kelaparan atau kehausan, apalagi kalau
Nyepinya ´diperpanjang´ hingga satu minggu-:)
Saat saya dulu masih tinggal di Bali (Legian), saat Nyepi adalah
saat yg paling saya suka,karena saat2 seperti itu saya bisa dgn puas
menikmati keindahan daerah Legian di sekitar rumah saya tinggal
(dari lantai tiga),tanpa diganggu kebisingan jalanan dan tanpa harus
melakukan aktifitas usaha,hanya di saat Nyepi saja kita bisa
istirahat total di Bali (Legian khususnya) kalau kita punya usaha
disana.
Salam,
---------------------------------
Découvrez une nouvelle façon d'obtenir des réponses à toutes vos questions !
Profitez des connaissances, des opinions et des expériences des internautes sur
Yahoo! Questions/Réponses.