Soalnya kalau bikin yang ideal-ideal sulit cari pemeran dan jalan ceritanya
mungkin kurang menarik serta kurang menghibur. Celakanya kebanyakan orang
Indonesia senang terhibur kalau melihat hal-hal yang lebih buruk daipada
dirinya, sehingga dicarilah jalan cerita atau fenomena yang jelek-jelek
dikemas dengan jalan cerita yang kira-kira masuk akal.
Jadi.. memang benar itu sama sekali pembodohan, dan tidak menambah wawasan
yang lebih baik, dengan demikian sudah pasti tidak pernah menggugah orang
untuk memperbaiki diri. Tetapi yang begitu toh dibangga-banggakan sebagai
hasil karya yang Islami.

Wassalam.

On 3/12/07, Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Keresahanku menonton sinetron Hidayah di RCTI

Tadi malam (Minggu,11 Maret 2007) aku menonton sinetron hidayah di RCTI
yang berjudul: "Perkawinan Janda Gila Harta" yang dimainkan oleh Novia
Ardhana dan Sutan Goergi.

Dan benar saja keresahanku kalo seorang perempuan apalagi seorang janda
mendapatkan stereotype atau penilain miring di sinetron tsb.Digambarkanjanda 
tersebut menceraikan suaminya demi menikah dgn lagi dgn seorang pemuda
yang kaya.Tetapi sang janda digambarkan masih berbuat mesum dengan bekas
suaminya.Belum lagi karakter ibu sang janda yang sangat matre (gila
harta).Pokoknya cerita dalam sinetron itu pembodohan sekali dan amat
streotipe terhadap perempuan.Perempuan (apalagi janda) digambarkan
culas,suka uang/matre,dan memanfaatkan tubuhnya untuk memanfaatkan lelaki.

Menurutku sinetron2 kaya itu adalah pembodohan terhadap masyarakat sama
saja dengan sinetron Office Boy dimana perempuan yang berperan menjadi
Saschya itu bodoh,tidak pernah kerja,kerjaannya dandan melulu.(lihat
tulisanku juga ttg sinetron OB ini di http://layarperak
.com/news/tv/2006/index.php?id=1164312649).Juga di Trans TV ada sinetron
Bajaj Bajuri dimana penggambaran sosok perempuan yang diperankan oleh Oneng
(Rieke Dyah Pitaloka) sbg sosok yang bodoh dan Emak (Nani Wijaya) yang
digambarkan sebagai sosok yang mata duitan dan culas.

Ada apa sebenarnya dengan penulis skenario sinetron kita?Dan barangkali
apa yang ditulis oleh para penulis skenario mewakili pandangan umum org
kebanyakan yaitu sangat stereotype thd perempuan.Aku ingin sekali para
penulis sinetron itu dididik agar lebih peka gender dan tidak terus menerus
memojokkan perempuan.

Lalu pertanyaan aku adalah dimana nih peran Komisi Penyiaran
Indonesia?Jangan-jangan mereka ikut dalam pemberian stereotype thd
perempuan.Habis sampai sekarang sinetron kita begitu mulu sih ceritanya.

Trus selamat ya buat para aktivis perempuan yang tadi malam hadir di
Kerajaan Mimpi;news.com di Metro TV.Sayang sekali proses pemintaran
seperti ini hanya sedikit sekali waktunya bagi perempuan untuk mencerdaskan
bangsa.Aku juga baru lihat mbak Mariana dari Jurnal Perempuan di acara
itu.Selama ini aku hanya mengenalnya lewat komentar-komentarnya yang tajam
di milis forum pembaca kompas saja.Kalo mbak Nia Sjarifudin,mbak Yeni Rosa
Damayanti,Ibu Ndari,dan mbak Masruchah sih udah beberapa kali ketemu.Ok,sekian
dulu komentarku.Makasih.

Salam,

  Dinda


Kunjungi blog aku di:
http://titiana-adinda.blogspot.com/

------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap
spam.
http://id.mail.yahoo.com/<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.mail.yahoo.com/>

Kirim email ke