Mas Ambon/Sunny,

1/3 dari 16 juta penduduk Belanda = 5 juta lebih berdarah Melayu? 
Saya ragukan itu, namun saya sering mendengar jumlah 2 juta. 2 juta 
dari 16 juta berarti 12,5% penduduk Belanda "kecipratan" darah 
Melayu. Ada yang orang tuanya Indisch, ada yang kakek/neneknya 
Indisch atau orang tua dari kakek/neneknya yang Indisch. Di desa 
saya Wassenaar saja (penduduknya cuma 26.000 orang) saya kenal 3 
meisjes bule yang kakek/neneknya Indisch. Cantik-cantik lho mereka. 
Rambut meisje yang satu kecoklat-coklatan, yang satunya lagi 
mendekati pirang dan yang ke tiga betul-betul blonde. Siapa yang 
menyangka di tubuh gadis-gadis bule itu mengalir darah Indisch?

Bila orang Indonesia di Indonesia masih terus membenci orang 
Belanda, mereka secara tidak langsung menolak generasi berdarah 
campuran itu. Tindakan kolonial Belanda salah, itu saya setuju, 
namun tindakan Inlanders yang berkolaborasi dengan kolonial Belanda 
juga salah, dan jumlah mereka tidak sedikit, bukan? Bila orang 
Indonesia bisa lebih memakai ratio ketimbang emosinya, saya yakin 
kehidupan di Indonesia bakalan lebih bagus dibanding sekarang. Dalam 
arti Belanda selalu ingin membantu Indonesia dalam segala hal. Belum 
lama ini Belanda mengirim team water management-nya ke Jakarta atas 
biaya Belanda untuk membantu pemda Jakarta menanggulangi banjir, itu 
hanya merupakan salah satu contoh konkrit saja. Namun bila sikap 
orang Indonesia selalu memusuhi Belanda, maka bantuan Belanda 
terhadap Indonesia juga akan mengalami hambatan. Siapa yang rugi 
nantinya?

Salam hangat, Danny Lim, Nederland


--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Danny,
> 
> Sedkiti tambahan. Memang sekarang begitu, tetapi lain sekarang 
lain djaman doeloe. Pada djaman doeloe, kalau dikirim foto ke orang 
tua atau familie di Belanda isterinya melajoe berpakaian kain kebaya 
jarang ditampilkan, hanya ayah dan anak-anak yang blond saja, hal 
ini bisa dilihat pada cerita-cerita tempo doeloe  yang kadang-kadang 
muncul dengan gambar di Volkskrant atau NRC Handelsblad. Pernah ada 
artikel di salah satu koran Belanda  dikatakan bahwa 1/3 penduduk 
Belanda itu berdarah "Melayu".
> 
> Salam.
> 
> 
> 
>   ----- Original Message -----
>   From: Danny Lim
>   To: KincirAngin
>   Cc: Media Care ; PMKRI Petojo
>   Sent: Tuesday, March 13, 2007 9:06 AM
>   Subject: [mediacare] Mijn vrouw is Indisch
> 
> 
> 
> 
>   www.ikenindonesie.nl
> 
> 
>   MIJN VROUW IS INDISCH
>   Maurice & Jessy
> 
>   "Mijn vrouw is Indisch" adalah artikel menarik terbaru (dalam 
bahasa Belanda) di www.ikenindonesie.nl. Di jaman penjajahan banyak 
terjadi pernikahan antara orang Belanda dan orang Hindia-Belanda, 
itu bagus. Setelah Indonesia merdeka, terjadi pernikahan antara 
orang Belanda dan orang Indonesia, itu juga bagus. Namun apakah 
pernikahan lain bangsa, dan tidak jarang juga lain agama, tidak 
menimbulkan problem? "Tidaaaak ........ " ujar Maurice dan Jessy 
seperti koor.
> 
>   Maurice (orang Belanda) telah menulis dalam bahasa Belanda 
perkenalan, pertunangan dan pernikahannya dengan Jessy, gadis 
Tionghoa-Indonesia asal Surabaya, khusus untuk pembaca 
www.ikenindonesie.nl. Selamat membaca.
> 
>   Salam hangat, Danny Lim, Nederland
>   www.ikenindonesie.nl
>


Kirim email ke