Yang menentukan tarif telepon bukan perusahaan telekomunikasi, tetapi tingkat 
kecerdasan rata-rata di bidang telekomunikasi.

Salam,

Nasrullah Idris
0818 0202 8158


  ----- Original Message ----- 
  From: axmals 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, March 12, 2007 5:16 PM
  Subject: [mediacare] Tarif Telepon Di Indonesia, Mahalkah?


  Forum Diskusi Wartawan Telekomunikasi Indonesia (FDWTI) Menggelar
  Apakah mungkin tarif telepon dapat ditekan lebih murah lagi sehingga
  terjangkau oleh masyarakat Indonesia yang penghasilannya masih rendah?
  Forum Diskusi Wartawan Telekomunikasi Indonesia (FDWTI) Bandung akan
  menggelar Seminar Nasional Kamis 15 Maret 2007 di Panghegar Hotel
  Bandung. Seminar akan dibuka Dirjen POSTEL Basuki Yusuf, membahas
  Tarif dan Interkoneksi Jasa Telepon Di Indonesia, mahalkah atau
  sebaliknya? selanjutnya session kedua mengupas tentang Hubungan
  Lembaga dan PERS. Bagaimana jika ada pemberitaan yang merugikan baik
  secara pribadi, lembaga atau instansi. "Jika Timbul masalah
  pemberitaan di media yang merugikan baik pribadi ataupun instansi, apa
  yang harus dilakukan"?, kata Ketua Panitia Pelaksana Jan Pieter H
  Sitompul yang akrab dipanggil JPH yang juga wartawan Sinar Indonesia
  Baru (SIB) di Bandung Jumat lalu.
  Pembicara antara lain Drs. Eddy Kurnia (V.P MarCOMM PT Telkom.Tbk),
  Tarif Jastel Di Indonesia dibahas oleh Badan Regulasi Telekomunikasi
  Indonesia (BRTI), ada juga DR. Ir Armen Z Langi (ITB, DR Ir Yusep
  Hermansyah (ITB), Husna Zahir (Ketua YLKI) Ir. Alex J Sinaga M.Sc.
  Sementara untuk Session Hubungan Lembaga dan PERS, akan dibahas oleh
  Bambang Harymurti (Dewan PERS) dan US. Tiarsa (Ketua PWI-JABAR)
  Undangan dapat diperoleh diSekretariat Panitia Seminar Nasional
  JASTEL-PERS Indonesia Rp 500.000 (Seminar Kits,Makan siang,Coffe break
  2x dan Sertifikat)
  Jl. Japati No 1 Bandung Telepon 022-4521410 atau HP 081320309895 (JPH)
  atau 085220348999 (AkmaL) 



   

Kirim email ke