Wayang Beber Kota
-an artist presentation: Dani Iswardana (Solo Indonesia)
Thursday
15th March 2007 (khamis ni!)
8.30 pm
bau bau cafe,
m floor, central market annexe,KL
(the building facing the back entrance of Central Market, KL)
[EMAIL PROTECTED]
tel: 03 203 22207
+6013 243 7092 (poodien)
all are welcome!!!
(and don't expect free beer, drinks of food. this is community 'cafe'
mah!..support skit :-) )
p/s: please disseminate this....tq!
Profil Grup Wayang Beber Kota
Wayang Beber Kota (WBK) didirikan oleh Dani Iswardana, Tri Ganjar Wicaksono dan
Agung PW pada 14 Februari 2004 di Solo, Indonesia. Berangkat dari kekaguman
pada warisan budaya wayang beber Pacitan yang masih tersimpan di Desa
Karangtalun, Kab. Pacitan (JawaTimur) dan di Desa Wonosari, Kab. Gunungkidul
dan mencermati problem perkotaan yang makin hari makin kompleks, kedua karya
wayang beber kuno yang masih tersimpan di dua desa tersebut menjadi inspirasi
sumber penciptaan karya baik dari sisi pemanggungan wayang beber maupun tematik
lukisannya dari sisi seni rupa. WBK sebagai idiom bahasa ungkap mengungkapkan
persoalan-persoalan kekinian menarik kembali dari lukisan ke pertunjukan,
sebagai upaya memahami masa lalu (tradisi) sebagai referensi atau pustaka
hidup, merefleksikannya ke depan dengan pendekatan ruang bermain dan pencarian
spirit hidup untuk memaknai kekinian. Selain itu, pendekatan kewilayahan
menjadi ruang proses penciptaan, khususnya kompleksitas perkotaan, yang
mana saat ini semua wilayah cenderung ingin menjadi kota , dusun menjadi desa,
desa menjadi kota , kota menjadi metropolis, metropolis menjadi kosmopolit.
Semua wilayah berlomba meningkatkan kualitas menjadi kota dalam versi dan
tafsirnya sendiri-sendiri. Tiga karya WBK Pasar Kumandhang, Lesung
Jumenggelung, dan Suluk Banyu, terus kami eksplorasi. Saat ini WBK sedang
mengerjakan fillm esai tentang privatisasi air dengan sutradara Tonny
Trimarsanto.
Alamat kontak:
Jl. Sido Asih Timur 14, Mangkuyudan,
Solo, Jawa Tengah.
Tel. 0271-736388, 0817 0452762 (Dani),
081 331139 120 (Agung PW)
Email: [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
blog: http://wayangbeber.blogspot.com
Profil Dani Iswardana
Lahir di Surakarta, 20 April 1973. Mengenal seni Rupa ketika di STSI
Surakarta dengan mata kuliah yang digemarinya adalah melukis wayang beber.
Wayang beber saya coba untuk bebaskan dari suatu kebiasaan cerita
Panji,.sehingga di tangan saya wayang beber menjadi suatu tafsir personal yang
bebas bisa leluasa memasuki cerita mahabharata, ramayana, fable,
legenda,mitologi,dunia candi,juga tema tema sosial atau apa saja. Bagi saya
melukis wayang beber - suatu kilas balik mengenal kembali kesadaran akan
penolakan dan penerimaan dari masa lalu (tradisi). Penghayatan perjalanan
artistik , rajutan dari pemaknaan dialektika ruang dan waktu. Suatu upaya yang
tidak pernah selesai dalam mehahami segala sesuatu dengan cara pandang baru.
Dunia kontroversi yang menggoda, menggerakkan saya untuk selalu berusaha
mencari dan memahami gerak hidup Pada 1995, ikut pameran lukis wayang beber di
atas kain dan kaca bersama mahasiswa STSI Surakarta di Museum Kontemporer
Nyoman Gunarsa di
Yogyakarta, Dari perjalanan proses kreatif saya, saat ini telah menghasilkan
karya lukisan wayang beber dengan judul Pasar Kumandhang, Lesung Jumengglung,
dan Suluk Banyu. Sedangkan perkenalan saya dengan seni pertunjukan dipengaruhi
oleh lingkungan dan pergaulan saya dengan para seniman seni pertunjukan di Solo
dan luar Solo. Saya juga beruntung mempunyai ayah yang juga saya seorang
pengrawit di Ramayana Balet Prambanan sejak tahun 1970-an, juga pernah
berproses dengan beberapa penari seperti Sardono W.Kusumo, Bambang Besur
Suryono, Fajar Satriadi, Ketut Rina, Suprapto Suryo Darmo, Jane Chen, dll. Juga
pengalaman perjalanan estetik saya yang sering melihat pertunjukan dan
mengunjungi seniman-seniman tari tradisi di Bali , seperti Ni Ketut Cenik, Ida
Bagus Blangsinga; di Malang dengan: Rasimun, Gimun, Jakimin, Jopo Sumarah Purba
dan Sutrisno. Perjalanan estetik saya tersebut mendorong saya untuk menekuni
sketsa tari sebagai media alternatif.
*****
Profil Tri Ganjar Wicaksono
Ganjar Wicaksono, lahir pada 5 Agustus 1990, dibesarkan dalam lingkungan
seniman tradisi di Pulungdowo, Tumpang, Kabupaten Malang. Sejak kecil telah
akrab dengan kehidupan kesenian tradisional. Ayahnya, Sutrisno, adalah seniman
pembuat topeng malangan (*topeng yang digunakan dalam pertunjukan wayang
manusia, dari kota Malang ), sedangkan ibunya seorang pesinden (*penyanyi dalam
gamelan okestra). Mengenal wayang kulit sejak berusia 3 tahun dari ayahnya
sendiri. Saat itu ayahnya sering bercerita tentang tokoh-tokoh pewayangan, dan
belajar sabetan (*belajar kemahiran ketrampilan bermain wayang) ketika berusia
4 tahun. Pertama kali mendalang ketika kelas 4 SD dengan lakon Pendawa Gugurâ
yang berkolaborasi dengan dalang Pak Arifin dan Pak Djari. Berbagai pertunjukan
wayang di daerahnya selalu ditontonnya. Bakat alamnya terus berkembang sampai
saat ini. Disamping memainkan wayang ia juga membuat
sendiri wayang-wayangnya, sampai sekarang tidak kurang dari 200 wayang kulit
kecil telah dibuatnya. Dalam memainkan wayangnya seringkali iringan musiknya
adalah musik mulut (semacam acapella). Ganjar belajar sabetan dari gurunya -
Pak Santok dan Pak Bari. Kini ia sedang berproses membuat wayang kulit Panji.
Selain mendalang wayang kulit dan wayang beber, membuat wayang kulit, ia juga
menguasai tari topeng Malangan. Tarian itu ia pelajari dari empu (*pakar) tari
Desa Pulungdowo - Mbah Rasimoen (almarhum), Mbah Gimoen, Mbah Jakimin. Setelah
menyelesaikan pendidikannya di SMPK Wignya Mandala Tumpang, kini ia melanjutkan
sekolah ke SMKN 8 Surakarta d/h SMKI (Sekolah menengah Kesenian Indonesia )
Jurusan Karawitan.
Pengalaman kesenian:
2002 - Pertunjukan wayang kulit Kongso Adu Jagoa di STIBA Malang dan STAIN
Malang
2003 - Pertunjukan wayang beber dan tari Bapang pada opening JIFFEST (Jakarta
International Film festival) di Solo dan wayang kulit di Pacitan.
2004 - Pertunjukan wayang beber di pembukaan pameran lukisan wayang beber
Hermin Istianingsih Solo (16 Februari).
2005 - Pertunjukan Wayang Beber Kota yang berkolaborasi dengan pelukis wayang
beber Dani Iswardhana Wibowo di Balai Soedjatmoko, Festival Pasar Kumandhang
yang main di sembilan pasar tradisi Solo (Oktober 2005).
2006 - Pertunjukan Wayang Beber Kota yang berkolaborasi dengan pelukis wayang
beber Dani Iswardhana Wibowo di Kampung Seni Kubu Bingin, Banjar Tegal Bingin
Mas, Ubud (12-23 Juli 2006).
- PEKAN WAYANG KEBANGSAAN galeri cipta budaya II parking hall Taman
Ismail Marzuki 14 nov 2006
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.