Oooh...jadi globaltv sekarang udah langganan wire ya. wah hebat dong, apalagi
seperti kata bung yadi bayarnya SANGAT MAHAL. Saya copy ya tulisan anda:
"..Gambar itu memang kita putar (GlobalTV), dan kita
peroleh dari reuters dan APTN (sebuah jaringan wires
luar negeri), yang pada umumnya seluruh TV di
Indonesia berlangganan, dengan cara membayar sangat
mahal..."
Saya jadi tertarik mau bertanya, dengan langganan yang dibayar SANGAT MAHAL
itu, akan dipakai buat program apa ya? Soalnya setau saya globaltv tidak punya
berita mancanegara. Kalau wire cuman dipake kalau ada kejadian seperti
peristiwa garuda kemarin kok kayanya sangat mubazir ya.
Usul saya, daripada anggaran perusahaan dipakai buat langganan wire yang
bayarnya sangat mahal & sangat jarang dipakai, kenapa tidak untuk membayar
honor kontributor & driver yang sering baru dibayar 2 bulan sekali. Apalagi
menurut beberapa produser, sekarang pemred sering marah2 gara2 terlalu
banyaknya anggaran yang keluar buat bayar kontributor. Sehingga dia menekan
produser untuk membatasi berita dari daerah.
Jadi kesimpulannya: "Daripada buang uang lebih baik sejahterakan SDM anda..."
Mike the Idol
radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seputar tayangan "terbakarnya pesawat Garuda di Bandara Adisucipto
Yogyakarta"
Gambar itu memang kami putar di GlobalTV, dan kami peroleh dari Reuters dan
APTN (sebuah jaringan wires
luar negeri), yang pada umumnya seluruh TV di Indonesia berlangganan, dengan
cara membayar sangat mahal.
Nah, menjawab kegelisahan dan tuduhan Anda, dapat kami jelaskan, gambar itu
memang diambil oleh
seseorang yang kemudian dijual ke Chanel 7 Australia. Gambar itu kemudian
diputar di MetroTV, dengan mencantumkan courtesy C7 Australia.
Namun, pada saat bersamaan pihak C7 Australia menjual gambar tersebut ke dua
news wires APTN dan Reuters.
Kami terima uplink-an dari Reuters, pada pukul 15:00 WIB, pada Rabu, 7 Maret
2007.
Kami baru memutar dalam breaking news di Global TV pada pukul 16:00 hari itu
juga. Selanjutnya gambar tersebut kami putar pukul 18:00 WIB di Global Petang,
24:00 WIB di Saksi Mata, dan keesokan harinya di Sekitar Kita (seperti anda
sebutkan tadi).
Bahkan, sebelum Reuter melakukan uplink visual, kami terlebih dahulu telah
menelpon redaksi C7 via Mr
Ricardo di Australia untuk meminta visual itu. Tapi karena Mr Ricardo
menjelaskan visual itu dia jual ke 2
wires itu, kami cukup mengambil dari Reuters. Jadi, kami yang berlangganan
Reuters/
Kalau Anda jeli, SCTV, ANTV dan televisi lain juga memutar visual itu setelah
pukul 15:00 setelah menerima uplink-an dari Reuters dan APTN.
Jadi kesimpulannya, kami tidak "nyolong"......
Terimakasih,
Yadi Hendriana
Global-TV, Jakarta.
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.