Hak Cipta tidak usah diurus, Dian, bila Parmin membuat foto 
penemuannya di mana di foto itu terlihat orang lain selain Parmin, 
atau Parmin memamerkan penemuannya di sebuah event, atau dengan 
menuliskan penemuannya ke Media Care, maka Parmin TELAH mendapat Hak 
Cipta.

Hak Cipta terjadi otomatis, asal sang penemu bisa membuktikan bahwa 
dia telah memiliki produk itu tanggal sekian, maka mulai saat itu 
sang penemu (dalam hal ini Parmin) berhak menuliskan C (Copyright) 
di belakang nama produknya. Paling kedap air dan murah tentunya 
mendeponir penemuannya ke seorang notaris, itu sudah kuat sekali di 
muka hukum. Sukses kepada Parmin.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], "Dian Kartika Sari" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Salut dengan penemuan cemerlang ini. 
> 
> Mas Parmin jangan lupa urus hak ciptanya lho 
> supaya dikemudian hari ide cemerlang itu tidak di daku sebagai 
penemuan orang lain. 
> 
> Deperindag mungkin bisa bantu ....
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: [EMAIL PROTECTED] 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Tuesday, March 13, 2007 11:23 AM
>   Subject: [mediacare] Kompor tenaga Air
> 
> 
> 
> 
>   TEMUAN SUPARMIN DARI BANYUMAS ; 
>   Kompor Air : Nyalanya Bisa Hebat     
> 
>    Suparmin Sinuang Raharjo (47) pria asal Kelurahan Kalibagor, 
Banyumas 
>   berhasil menemukan kompor berbahan bakar air setelah riset 3,5 
tahun. Parmin 
>   mengungkapkan, proses menemukan kompor berbahan bakar air 
dimulai sejak ia 
>   tergugah untuk menemukan suatu alat memasak yang tidak atau 
sedikit 
>   menggunakan minyak sebagai bahan bakarnya. 
> 
>    Setelah melalui proses percobaan berulang kali di bengkel 
sebelah rumah dan 
>   dibantu seorang karyawan, kini alat masak berupa kompor berbahan 
bakar air 
>   sudah ditemukan papar Sukardi kepada KR, Sabtu (3/3) di rumahnya 
kompleks 
>   Perumahan Kalibagor Indah, Blok A II dan III. 
> 
>   Kompor air menggunakan air tawar dan minyak tanah dengan 
perbandingan 1 : 
>   10, sehingga hanya mencampurkan 0,1 liter minyak tanah dengan 1 
liter air. 
>   Kedua bahan diuapkan dalam sebuah tabung menggunakan pemanas 
listrik 
>   kemudian dibakar hingga api menyala. Dengan menggunakan seliter 
air mampu 
>   memasak 24 jam nonstop. 
> 
>   Kompor buatan Suparmin tidak menimbulkan asap, jelaga dan bau. 
Selain itu, 
>   daya listrik yang digunakan tidak besar, untuk angkatan pertama 
hingga air 
>   dan minyak menguap, membutuhkan 100 watt selanjutnya hanya 5 
watt. 
> 
>   Nyala apinya juga besar, bahkan lebih panas dibanding kompor 
gas. Untuk 
>   memasak air menggunakan panci besar hanya membutuhkan 5-10 
menit. Kompor air 
>   juga minim risiko meledak. Lelaki beranak empat itu mengaku, 
meski status 
>   temuannya dipatenkan, hingga kini belum ada investor dalam 
negeri yang berniat 
>   membuat kompor air secara massal. Publikasi melalui sejumlah 
media sudah 
>   dijalankan namun belum menarik pengusaha lokal untuk mengucurkan 
dana guna 
>   membeli hak paten kompornya. 
> 
>   Saya membuka diri kepada penanam modal untuk bekerja sama dengan 
sistem 
>   kontrak produksi. 
> 
>   (Jarot Sarwosembodo)-k 
>   note : 
>   Kalau ada calon investor yg berminat utk pengembangan, 
>   bisa hubungi : Lulu : 081548813525  (L.O. dari deperindag 
Banyumas) 
> 
> 
>    
> 
>   __________ NOD32 2098 (20070306) Information __________
> 
>   This message was checked by NOD32 antivirus system.
>   http://www.eset.com
>


Kirim email ke