Para netters yang budiman, perkenankanlah saya mengutarakan pikiran saya 
tentang perdebatan SSakaki di milis Nasional ini, sebagai berikut.
   
  Perdebatan gencar yang dilakukan SSakaki (yang tidak lain adalah Rofiqah, 
Syamsuddin Sungut) tidaklah ada manfaatnya. Tapi bahkan membuang-buang enerji 
dan waktu. Kalau di Indonesia dewasa ini rakyat  mencari jalan keluar dari 
krisis multidimensional dengan jalan mendalami ajaran Bung Karno, maka 
munculnya perlawanan yang anti Bung Karno dan ajarannya tidaklah mengherankan. 
Perlawanan anti Bung Karno tersebut di milis ini dilakukan oleh orang yang 
menamakan dirinya Sato Sakaki.
   
  Sato Sakaki (SSakaki) ini bukanlah orang Jepang (seperti saya ungkap beberapa 
hari yang lalu di milis ini), tetapi adalah orang Indonesia suku Minang, yang 
kabarnya nongkrong di Negeri Belanda (Eh ada juga yang tertipu seakan-akan dia 
itu orang Jepang yang namanya Sato Sasaki).  Kata-kalimat yang digunakan atau 
pernah diucapkan di dalam posting-postingnya seperti: "Sato Sakaki" dan "Abih 
bareh, jaguang disoso" adalah khas Minang, sehingga membuktikan bahwa SSakaki 
adalah orang Minang tulen. Mungkin dia akan muncul lagi dengan nama samaran 
lain.
   
  Semangat penghujatan dan penghinaan SSakaki terhadap Bung Karno dan 
ajarannya, mengingatkan kita kepada seseorang di Milis Apakabar-Mac Dougall 
tempo dulu yang bernama Jusfiq Hajar Sutan Maradjolelo. Mereka yang pernah 
berkecimpung di Milis Apakabar-Mac Dougall tentu ingat kata-kata dia yang kasar 
dan tak senonoh dalam menghina dan menghujat Bung Karno, misalnya "Pancasila 
dan UUD 45 harus dilempar ke kakus dan dikencingi", serta menjelek-jelekkan 
martabat Bung Karno dengan bermacam-macam penghinaan. Tak salahlah kalau orang 
berkesimpulan bahwa SSakaki adalah Jusfiq. Tentu saja gaya tulisan SSakaki 
dalam menghujat Bung Karno dan pengkaitannya dengan Komunis disesuaikan dengan 
jaman "reformasi"dewasa ini.
   
  Mengikuti jejak perdebatan SSakaki sama saja artinya memberi 
kesempatan/peluang  menghina Bung Karno. Bagi SSakaki tidak penting lawan 
debatnya benar atau tidak, yang penting mendapat kesempatan melampiaskan 
penghinaannya terhadap Bung Karno. Maka Pak Hinu benar, tidak perlu debat kusir 
dengan Ssakaki diladeni. Hanya membuang enerji dan waktu. Dan SSakaki akan 
kecele memimpikan tujuan pecah belahnya bisa berhasil di kalangan para netters 
milis Nasional.
   
  Kepada Pak moderator saya berharap agar semua tulisan yang tidak senonoh dan 
menghina founding fathers ditolak saja. Kita bangsa waras tentu tidak akan 
melakukan penghinaan terhadap para founding fathers yang telah berjasa dalam 
mendirikan dan menegakkan NKRI. Terima kasih.
   
  Salam,
  J.Surendro
   
    
--- In [EMAIL PROTECTED], Syarifuddin Sungut
wrote:

Saya kira yang suka berkoar, cepat nganggap enteng lawan sudah
ngumpet mencawat ekor, mbak! Asu-asu kroco yang lain kelihatannya
juga sudah galing (takut). Sekarang mereka mengandalkan suhu-suhu
mereka yang darahnya lebih merah (komunis tulen). Mari sama-sama
kita tonton, kelihatannya bakalan makin menarik.

NB: Asu = Ali-Surachman, hehehehe

----- Original Message ----
From: Rofiqah Choudhury 
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 13, 2007 8:18:49 AM
Subject: RE: [nasional-list] Re: Sato Sakaki: RUNTUHNYA IMPERIUM
KOMUNIS UNI SOVYET


Saya khawatir anda nanti tergigit lidah, Pak.

Kalau kesan saya: dia HEBAT SEKALI. Entah karena

pengetahuan saya yang memang cetek sehingga terlalu

cepat kagum. Tapi sungguh saya ingin sekali melihat

siapa yang akhirnya lari ngumpet "mencawat ekor".

Lanjut mang! Asyik!!



--- koentyo soekadar wrote:

> Mbak Rofiqah yang baik,

> Opa Hinu tidak mengomentari lebih lanjut postingnya

> ssakaki itu bukan karena

> bertulang rawan atau apa yang mbak katakan, tetapi

> karena berdiskusi dengan

> seorang yang kurang pengetahuannya mengenai materi

> yang didiskusikan itu

> sama dengan penganiayaan anak kecil oleh orang

> dewasa.

> Jadi opa Hinu sudah betul, jangan meladeni diskusi

> yang tidak bermutu,

> thematiknya maupun cara berdiskusinya. Kata orang

> Jawa : menang ora kondang,

> asor ora ilang pamor. Jadi walaupun menang opa Hinu

> tidak akan menjadi

> termasyhur. Percuma !

> Gitu lho mbak.

> Salam

> KS



> >From: "rofiqah_ch" 

> >Reply-To: nasional-list@ yahoogroups. com

> >To: nasional-list@ yahoogroups. com

> >Subject: [nasional-list] Re: Sato Sakaki:

> RUNTUHNYA IMPERIUM KOMUNIS UNI

> >SOVYET

> >Date: Mon, 12 Mar 2007 19:00:01 -0000

> >

> >Kok postingan yang ini tidak ditanggapi ya Om Hinu?

> >Tanggapi dong, karena menarik tuh. Jadi kita yang

> muda-muda ini jadi

> >bisa belajar. Kesan saya Om kok seperti mati kutu?

> Ternyata tulang

> >keras ya, bukan tulang rawan.

> >

> >Jadi Om, lain kali jangan berkokok panjang dulu

> sebelum laga selesai.

> >Kesan sementara saya, anda kalah.

> >

> >--- In nasional-list@ yahoogroups. com, "ssakaki2002"

 > >wrote:

> >--- In nasional-list@ yahoogroups. com, "HINU ENDRO

> SAYONO"

> > wrote:

> > >

> > > Kok cuma itu argumentasi anda?

> > > Enteng sekali! 

 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke