--- In [EMAIL PROTECTED], "gold_codo" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

Siapa paling jelek ??! 

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. 
Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian 
terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau 
telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau 
kamu bisa menjawab berarti kamu lulus ", kata Kyai. "Baik pak Kyai, 
apa pertanyaannya ?" "Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek 
dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari ". Akhirnya santri tersebut 
meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas 
pertanyaan Kyai-nya. 

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg 
dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam 
hati, " Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah 
puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus ". Tetapi sesampai ia di 
rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan 
siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi Hidayah (petunjuk) dan 
dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada 
akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu 
lebih jelek dari saya. 

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing 
yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri 
bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah 
haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah 
dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur 
sehabis `Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara 
dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, 
sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg 
kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. "Aku tidak lebih 
baik dari anjing itu. 

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah 
dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata 
orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu 
aku nyatakan lulus". 

Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama 
hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk 
lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu 
bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan 
belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama 
ciptaan Allah.

--- End forwarded message ---


Kirim email ke