Sekadar sharing dari teman di Belanda, niat tulus menyumbang buku ke Indonesia pun
terhalang oleh birokrasi aparat yang ujung2nya duit. Mental korupsi di Indonesia memang menyedihkan. _____ Sent: 14 Maret 2007 21:13 To: Dosen TMUGM; Mesin 97; Katy 97 Subject: [KATY '97] Fw: [d-s] Sumbangan Pendidikan/Riset untuk Tanah Air Dear friends, Sekedar sharing cerita dari Belanda. Duh, sedihnya kalau niat membantu pendidikan dan riset di tanah air malah terhambat oleh birokrasi yang rumit... :-( Wassalam, Ari. Indraswari Kusumaningtyas -- http://gea.ari. <http://gea.ari.googlepages.com/home> googlepages.com/home ----- Forwarded Message ---- From: Dedy H.B. Wicaksono <[EMAIL PROTECTED]> To: Delft Sabtu <[EMAIL PROTECTED]>; Moslem Delft <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, March 14, 2007 2:41:42 PM Subject: [d-s] Sumbangan Pendidikan/Riset untuk Tanah Air Assalamu 'alaykum wr wb. Bang Eddie yth., cc. teman-teman yang concern dengan pendidikan dan riset Indonesia, di D-S dan Moslem Delft Ini teman-teman PPI-Delft punya ide untuk sumbang buku atau jurnal bekas (sebetulnya baru: 2-3 tahun) yang seringkali dibuang begitu saja oleh banyak Lab. atau perpustakaan di Negeri Belanda ini. Rencananya, buku atau jurnal2 tsb ingin disumbangkan ke perguruan tinggi - perguruan tinggi di Indonesia yang membutuhkan. Karena seperti yang kita ketahui, betapa mahal harga impor buku-buku / jurnal teks ilmiah (sains dan engineering) terbaru/mutakhir, sebab bea masuk tinggi, di samping beaya berlangganan juga tinggi. Namun, ternyata ada (baca: banyak) pengalaman buruk teman-teman. Di mana seringkali buku-buku atau jurnal sumbangan ini nyangkut di Pelabuhan (tertahan Bea Cukai) atau di Kantor Pos, bahkan setelah disertai berbagai surat dari berbagai instansi. Mohon Bang Eddie bisa mengangkat masalah ini ke permukaan, dengan artikel tajam ala "Eddie Santosa" di detikcom. Mudah-mudahan banyak pengambil keputusan kita yang sadar, untuk a.l. (1) mempermudah prosedur masuknya dokumen dan alat ilmiah untuk pendidikan dan riset; (2) menghilangkan bea masuk impor untuk sumbangan khususnya untuk dunia pendidikan dan riset; (3) menghilangkan praktek suap dan korupsi di Bea Cukai. Terima kasih Bang sebelumnya. Terlampir di bawah adalah pengalaman Mas Luiss dari PPI-Leiden. wassalam, Dedy van Delft ============ ========= ========= ========= ========= ========= = Re: [IndoTUD] Re: Program pertama PPI Delft??? mau sharing pengalaman cerita aja,.. Teman2 kita, di PPI Leiden taun kmrn sbg salah satu program kerja, sempat juga menghimpun buku2 sumbangan, dlm rangka membantu rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami dibidang pendidikan. Bekerja sama dengan universitas Leiden, Groningen dan Eindhoven, berhasil terkumpul 2.869 buku dari berbagai disiplin ilmu. Sungguh disayangkan, niat baik ternyata ga selalu lancar disambut. Bbrp minggu setelah pengiriman, kita mendpt kabar dr contact person di UNSYIAH bahwa buku2 tersebut ga bisa diambil dan di "sandera" oleh pihak bea cukai bandara Polonia. Pdhl biaya pengirimannya konon sudahlah lunas dan telah disertai pula dgn surat pengantar dari Adikbud KBRI Belanda. Walaupun sudah bolak balik dilengkapi dgn berbagai surat resmi, antara lain tembusan ke: a. Menteri Keuangan Republik Indonesia b. Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nangroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias c. Direktur Jenderal Bea Cukai Departmen Keuangan d. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional e. Rektor Universitas Syah Kuala di Banda Aceh f. Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag g. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Den Haag h. Arsip Pihak bea cukai teteup pd akhirnya bersikeras menahan, dgn alasan kurangnya surat pengantar dari Menteri Pendidikan,. . bayangkan.. wuihh... ada2 aja.. buntut2nya.. ya itu2 jg.. menawarkan "damai" dgn meminta "tebusan" Rp 10 Juta... :( Segala usaha pun dilakukan pd akhirnya utk "membebaskan" buku2 itu,... dari nyusun press release, Berita terkait mengenai hal ini: <http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=17646&rubrik= 2&topik=12> Ribuan Buku utk Unsyiah Ditahan di Medan http://www.serambin ews.com/index. php?aksi= bacaberita&beritaid=17646&rubrik=2&topik=12 menghub teman2 kita yg kiranya dpt membantu disana (beacukai),. . sampai mengirim surat resmi ke Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA sendiri sbg Pak Menteri Pendidikan Nasional... Masalah "penahanan" yg berjln berlarut2 (berbln2) ini pun, saat (akhirnya) "pelepasan" bukanlah tidak menimbulkan masalah baru lagi, ketika kemudian dipertanyakan, .. sapa yg bersedia membayar biaya sewa gudang cargo PT Nats Nusantara di Medan sbg penanggungjawab cargo SIA dgn biaya sekitar Rp 550.000 perhari.. ck ck ck... rumittt.. Singkat cerita,.. Alhmdllh,.. stelah sempat tertahan sejak Mei 2006, Pak Jalal, dari Pustaka UNSYIAH di awal tahun 2007 kmrn mengabarkan bahwa pd akhirnya buku2nya telah sampai. :) ya begitulah negara tercintee kiteee.. indonesiee.. mauu niat yg baee2 ajee suseehh... aneh ye? ;p Kalo boleh saran g tuk Anggara tuk menjalankan Ide bagusnya Pak Dedy,.. biar ga kecewa padahal udah susah payah mengumpulkan, ... mungkin lebih kepada persiapan yg "bener2 mateng" kali ya dlm pengiriman.. . baik disini maupun disananya,.. Maklumlahh.. . walau dah katabelece2an, .. yg namanya urusan birokrasi di Indo, paling tidak sementara ini msh akan selalu mengandung unsur "kejutan" sepertinya.. . Salam, =LuizZz= Nb. Sorry klo kepanjangan. . ;p hehe... _____ _______________________________________________ Itb mailing list [email protected] http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca. -- - Irwan -
