Halo Semua, Awalnya saya tidak berminat mengomentari email-email sampah seperti ini, memberikan fakta sepotong-sepotong sembari menyudutkan umat agama lain. Mirisnya, email ini sudah dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh sebagian anggota milis ini, tanpa ada chek-rechek tentang kebenaran dari apa yang ditulis diemail ini. Pembentukan opini, sebuah tirani minoritas. :)
Namun ada baiknya saya memberika fakta yang sebenarnya pada anda semua : Saya adalah penduduk asli Komplek Permata CImahi, Desa Tani Mulya, Ngamprah. Saat ini saya sedang bermukim di Canada. Tapi saya tahu betul apa yang terjadi di kampung saya sebenarnya. Perlu anda ketahui Gereja ini menempati sebuah rumah tinggal biasa, dan perlu anda ketahui juga di komplek gereja ini tak ada seorangpun penduduk asli yang beragama nasrani, kecuali si Suster Hennoch. Setiap minggu diadakan kegiatan keagamaan di Rumah yang difungsikan sebagai gereja ini, Sejauh ini hal ini tak mengusik penduduk setempat. Sampai kemudian ada usaha-usaha klasik dari jemaat gereja untuk mengajak penduduk meninggalkan agama mereka pindah ke nasrani, atau sebut saja *kristenisasi.* Berulang kali aparat desa mengingatkan pihak gereja agar menghentikan aktivitas mereka, tapi seperti biasa hal ini tidak mendapat respon positip dari pihak gereja. Lalu siapa yang mesti disalahkan disini ?? Mengenai pembakaran 1000 gereja, wow, anda mengigau atau meracau. Berikan pada saya faktanya! Bagaimana dengan pembantaian kaum muslim di Poso oleh Pasukan Salib Kelelawar Hitam pimpinan Fabianus Tibo Cs ( Rest in Hell) ?? Siapa sebenarnya yang tak bertoleransi ?? Johan Pahlawan Salam dari Montreal On 3/14/07, Mawar Liar Merah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Walaupun saya bukan beragama Kristen ataupun Katolik tetapi ikut sangat prihatin dengan ulah-ulah kekerasaan terhadap penganut agama atau kepercayaan lain. Tampaknya bersumber pada kebencian dan tidak adanya toleransi. Yang membuat saya lebih prihatin bahkan khawatir ialah bahwa pemerintah Pak SBY dan Pak HM Jusuf Kalla sangat kelihatan tidak serius dalam menangani tindak-tindak kekerasaan seperti itu. Saya bahkan tidak heran bila ybs karena rasa takutnya akan mencari perlindungan dan pertolongan oleh pihak di luar negeri. Maklum kalau di dalam negeri tidak ada perlindungan yang semestinya didalam negara hukum, lalu dicari keadilan di badan-badan LN. Misalnya yang didalam PBB (UNO). Apalagi yang dapat mereka perbuat? MLM *Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: Ada hal yang kurang diperhatikan oleh otoritas negara Indonesia dan figur-figur sentral bangsa tercinta ini sehubungan dengan gerakan ricuh yang mengancam kebebasan beragama. Sangatlah rendahnya pemahaman pengelola keamanan bahwa skenario-skenario liar dan yang terjadi di negeri lain bisa saja terjadi di Indonesia kita ini. Ujung-ujungnya kita jadi semacam arena persaingan kepentingan global yang tengah gontok-gontokan sekarang ini. Siapa yang membayangkan bahwa sebuah Fiji akhirnya harus dikendalikan oleh Australia? Beberapa tahun yang lalu seorang pastor kulit putih disembelih oleh kalangan relijius lokal di sana (bukan Islam). Tak berapa lama di sana kerap terjadi kerusuhan, namun bukan bermotif agama. Lalu kemudian, setiap kerusuhan menghadirkan militer Australia. Dan akhirnya jadilah setiap ada persoalan di sana pasukan Australia hadir untuk menertibkan. Pembakaran fasilitas keagamaan yang terjadi di Bandung pasti akan dapat diselesaikan. Saya yakin itu bisa diselesaikan. Namun dampak informasi global dari tindakan itu ialah menguatnya sentimen ummat Kristiani di tempat lain dunia bahwa ada trend yang mengancam kebebasan beragama di Indonesia. Padahal, amat sulit mengatakan bahwa pemangku amanat rakyat di negeri ini siap menerapkan pengawasan atas kebebasan beragama, khususnya agama Kristiani. Sangat riskan melakukan itu sebab akan mendorong sentimen yang lebih tinggi lagi di Papua untuk merdeka, dan juga di Sulawesi Utara. Jadi, tanpa disadari kita kembali menurunkan rating imej kita sebagai negara yang aman untuk investasi. Ingat bahwa sebagian besar investor internasional adalah berlatar belakang Kristiani, atau sedikitnya uang mereka juga didukung oleh bursa saham global, yang uangnya adalah uang orang-orang kulit putih di sana. Mereka bukan membela agamanya, tetapi khawatir investasinya dibakar massa, lalu uangnya hangus jadi abu. Oleh sebab itu jangan lagilah urusan demikian ini diperluas. Diselesaikanlah dengan baik. --- Maya Sianturi <[EMAIL PROTECTED] <Maya.Sianturi%40gmail.com>> wrote: > Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ... > > Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang > sedang dibangun dibakar > massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres > seperti pelacuran, > perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan > aktifitas mereka. Tetapi > sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat > menjadi pribadi yang melayani > Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari > ini tidak satupun mereka > yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. > Sangat prihatiin dengan > kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang > tidak mau tahu tentang > kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan. > > Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus > supaya Tuhan Yesus berbelas > kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran > serta keadilanNya. Kita > terus berdoa supaya saudara seiman kita yang > mengalami penganiayaan boleh > terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus > memperjuangkan kebebasan > beragama yang merupakan hak asasi manusia. > > Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan > pikiran dan wawasan yang luas > yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini > ingin maju, kita harus > belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya > takutkan, bukan penindasan > terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang > siap dituang atas > kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai > dituangkan dengan banyaknya > bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. > Pembalasan Tuhan jauh > lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya > membawa akibat positif > bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah > kekristenan sudah > membuktikan hal ini. > > Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, > belajar saling menghargai > keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika. > > Merdeka! > MS > > > > On 3/8/07, ~YOGHA <[EMAIL PROTECTED] <selaras%40gmail.com>> wrote: > > > > Forward : > > > > Gangguan terhadap gereja-gereja di Bandung dan > > sekitarnya tak pernah berhenti .Walaupun sudah ada > > Perber 2 Menteri yang konon katanya akan > menghentikan > > gangguan tersebut ternyata tak mempan apa-apa . > Kini > > menteri agama sendiri terseret isu ketidak beresan > > dalam masalah urusan pengiriman haji sehingga > jangan > > harap menteri dapat berfungsi dengan baik apalagi > > melindungi gereja-gereja kecil, yang dganggu > > orang-orang tak bertangung jawab . > > Dalam lampiran Anda dapat membaca laporan seorang > > wartawan yang telah mengunjungi gereja-gereja di > > Bandung dan sekitanya dan laporan tersebut telah > pula > > dimuat dalam Tabloid Gloria dari Kelompok Jawa > Pos, > > Surabaya edisi terakhir . > > Saya terpaksa mengirim surat ini pada Anda > sekalian > > karena tadi pagi saya menerima telpon dari Ibu > Pendeta > > Hennoch dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia > > (GSPDI) di komplek Permata Cimahi, Desa Tani > Mulya, > > Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.(Dari jalan > tol > > Cikampek menuju Bandung keluar di Padalarang) Ibu > > Pdt.Hennoch mengatakan didinding rumah-rumah > disekitar > > mereka kini ada tulisan-tulisan yang berbau SARA > > seperti "Yesus Orang Gila", "Yesus Tukang Bual" > dsb > > .Sungguh hal ini sangat memiluhkan hati karena > > pemerintah setempat kelihatannya tidak berbuat > apa-apa > > untuk mencegah kejadian yang memalukan ini . > > Ibu Pdt.Hennoch mengatakan bahwa pihak > gereja-gereja > > disana sudah diminta datang oleh pihak Koramil > > setempat namun tanggal pertemuan belum ditentukan > > dengan pasti. Mungkin perteman akan diadakan Sabtu > > atau Minggu mendatang (tanggal 10 atau 11 Maret > yad). > > Menurut Ibu Pdt. Hennoch pihak Koramil bukannya > > melindungi gereja-gereja disana tapi malah ikut > > menekan pihak gereja ditempat mereka . > > Saya usulkan supaya Anda meghubungi Ibu > Pdt.Hennoch > > untuk mendengar sendiri tentang keadaan > gereja-gereja > > di Permata Cimahi melalui nomor telpon beliau > > 022-6623180 atau HP 0856-225-1782 > > Anda juga boleh menghubungi Bp Pdt.Danny L dari > Gereja > > Sidang Jemaat Allah (GSJA) diwilayah yang sama > dengan > > nomor HP 08122-154-282 > > Saya juga memohon kesediaan Anda untuk > bersiap-siap > > meliput acara pertemuan antara pihak gereja dengan > > Koramil pada hari Sabtu atau Minggu yang akan > datang . > > Anda akan diundang melalui SMS untuk acara > tersebut . > > Wassalam, > > Theophilus Bela > > Ketua Umum, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta > (FKKJ) > > Sekjen, Indonesian Committee on Religions for > Peace > > IComRP > > Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace) > > HP 0816-180-6644 fax 021-4265903 email : > > [EMAIL PROTECTED] <theo_bela%40yahoo.co.id> <theo_bela%40yahoo. co.id> > > > > > > > __________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
