DL - artikel di bawah ini ditutup dengan kalimat ""Ke depan, Jakarta butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat dan menjunjung tinggi pluralisme," Itu bagus, tapi gubernur Jakarta juga mesti piawai mencegah banjir dan membereskan kemacetan jalan donk deh sih nih bah tuh :-). Siapa yang bisa? Fauzi Bowo? I don't think he can. Fauzi Bowo sudah 28 tahun aktif di Jakarta tapi Jakarta banjir setiap tahun dan macet setiap hari.
SUARA PEMBARUAN DAILY -------------------------------------------------------------------------------- Fauzi: Peran Etnis Tionghoa Sangat Besar [JAKARTA] Sejarah Kota Jakarta membuktikan bahwa peranan etnis Tionghoa sangat besar terhadap perkembangan Jakarta. Mereka telah menjadi bagian masyarakat Jakarta sebelum Portugis dan Belanda datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa. "Pada reformasi saat ini, etnis Tionghoa sangat berperan aktif terhadap jalannya roda perekonomian Ibukota," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di sela-sela perayaan Tahun Baru Imlek 2558 DKI Jakarta di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Minggu (25/2). Fauzi mengungkapkan, etnis Tionghoa memiliki potensi yang luar biasa. Mereka menguasai sebagian dari perdagangan di Ibukota. Seharusnya, kepada mereka harus disampaikan penghargaan, apresiasi, dan peluang untuk lebih berpartisipasi terhadap Kota Jakarta ini. Fauzi Bowo berharap, agar ke depan etnis Tionghoa lebih berpartisipasi secara aktif di berbagai sektor pembangunan. "Untuk kepentingan Kota Jakarta yang lebih besar, warga Jakarta keturunan etnis Tionghoa harus lebih proaktif memberikan sumbangsihnya," ujar mantan Sekda DKI ini. Pada saat ini, kata Fauzi Bowo, pembaruan etnis atau naturalisasi merupakan sebuah kebutuhan masyarakat yang mesti diwujudkan, bukan hanya sebatas retorika belaka. Dengan demikian, lanjut Fauzi Bowo, keberagaman atau kebhinekaan akan tercipta di Ibukota sebagai salah satu perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Sementara itu, mengenai perayaan Imlek, Bang Fauzi-sapaan akrabnya, menilai, tradisi tersebut perlu dilestarikan sebagai salah satu khasanah budaya bangsa Indonesia. "Ini merupakan kekayaan warga Jakarta yang mesti terus dipelihara karena ini adalah tradisi yang sangat positif dan sekaligus sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia. Perayaan Imlek kali ini menggambarkan persatuan dan kesatuan antarsesama warga Ibukota. Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Perayaan Imlek 2558, Hanan Soeharto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah menghapus diskriminasi terhadap etnis Tionghoa. "Pemprov DKI telah menjadikan Jakarta sebagai kota multietnis," tegas Hanan. Sedangkan perwakilan tokoh muslim Tionghoa Yusuf Hamka menilai, Fauzi Bowo sebagai pimpinan daerah yang bersahaja dan bersih dari perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), dan selalu dekat dengan warganya. "Ke depan, Jakarta butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat dan menjunjung tinggi pluralisme," kata dia. [M-16] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 26/2/07
