Ya .... ada beberapa hal yang mejadi catatan 'tidak penting' dalam industri 
televisi.
 Pertama, merunah image tidak mudah dan tidak cukup hanya satu atau dua tahun. 
Hal itu perlu beberapa tahun. Kehadiran ANTV semula adalah TV olahraga... lalu 
berubah menjadi anak muda dan lalu terburuk dan lama tidak terdengar dalam 
ranah pertelevisi. Tentu saja, penonton sudah lama melekat dalam pikiran dan 
bawah sadarnya nonton TV A atau B, dan sekian lama ANTEV tidak terpola dalam 
pikiran penonton, dalam bawah sadarnya. Membangkitkan itu butuh waktu tidak 
satu atau dua tahun.
 Kedua, meski dukungan dengan pentolan di dunia pertelevisian, bukan berarti 
mudah membalikan image sepertu membalikan tangan. Sebab, perlu proses dan 
didukung dengan program-progarm yang bukan instan. Instan dalam arti tiba-tiba 
program itu  menarik pennton dengan lonjakan yang meloncat., maka akan segera 
turun drastis. Berbeda jika program itu merangkan naik pelan, maka pelan-pelan 
memikat penonton.
 

Naratama Rukmananda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Setahun sudah raja televisi Asia, STAR TV masuk kedalam tubuh 
 stasiun milik keluarga Bakrie ANTV. Hadirnya STAR TV menajamkan gigi 
 ANTV untuk menjadi stasiun televisi nomer wahid di seantero negeri 
 Indonesia. Tidak tanggung2x, jago-jago broadcaster dari Indosiar, 
 TPI dan SCTV direkrut ANTV. Sebut saja Karni Ilyas (Liputan 6), 
 Titan Hermansyah (produksi Indosiar), Daniel G Resojoyo 
 (TPI,pencetus KDI), Uni Lubis (TV7), Alex Kumara, dan puluhan 
 lainnya dipasang pada posisi-posisi penting untuk mendongkrak 
 stasiun yang penuh warna-warni ini.
 
 Hasilnya? OM Farhan, Sinetron "Ternyata Ustad Juga Manusia", 
 Espresso, Super Deal 2 Milyar, Teater Bollywood dan banyak program 
 baru lainnya tampil menemani program klasik Lensa Olah Raga dan 
 Sepak Bola FA Cup. Dari sisi produksi dan programming, ANTV sudah 
 berada dijalur yang benar bahkan cenderung untuk selangkah lebih 
 maju dibandingkan stasiun2x lain. Kualitas dan kuantitas programpun 
 semakin berwarna dan penuh dengan improvisasi. Ini menunjukkan bahwa 
 para Profesional dan STARTV berhasil merubah wajah ANTV sebagai 
 stasiun TV yang paling disegani.
 
 Tapi, coba kita lihat Rating ACNielsen di penghujung akhir Februari 
 2007 dibawah ini:
 
 Week 0708 (18 - 24 Februari 2007)
 10 Kota (Jkt, Sby, Mdn, Smg, Bdg, Mks, Ygy, Plb, Dps & Bjm) 
 
 Share All Time 
 Share Pemirsa ABC 5+
 
 1.RCTI (19.8)
 2.SCTV (16)
 3.Trans TV (15.3)
 4.Indosiar (9.7)
 5.TPI (9.5)
 6.Trans 7 (7.3)
 7.ANTV (5.7)
 8.Lativi (5.7)
 9.GTV (5.7)
 10. Metro TV (1.8)
 11. TVRI (1)
 12. Local TV (2.3)
 
 Mengapa ANTV masih saja terpuruk diposisi 7? bahkan dilewati oleh TV 
 lama tapi baru, Trans7? Mungkin banyak teori dan kajian yang 
 dianalisa dari sudut programming maupun marketing. Mungkin banyak 
 lagi ulasan dari sudut manajemen penyiaran hingga ke kualitas 
 produksi termasuk mengkaji para saingan yang terus berevolusi.
 
 Tapi, ada satu hal yang bisa jadi bahan pemikiran. ANTV terpuruk 
 karena WOW KEREN! Masih ingat slogan ini? ini adalah slogan populer 
 anak2x muda pemirsa ANTV di tahun 1990an hingga 1997an. Selama kurun 
 waktu 7 hingga 10 tahun (hampir  1 dekade), pemirsa muda Indonesia 
 dimonopoli dengan ANTV sebagai TVnya Anak Muda. MTV yang pernah 
 hadir lebih dari 12 jam setiap hari, turut menguatkan posisi ANTV 
 diantara anak2x SMP, SMU hingga Mahasiswa yang belum lulus. Belum 
 lagi program Planet Remaja, Betis dan lainnya terus membombastis 
 promo ANTV yang hanya layak ditonton anak muda. Satu2xnya program 
 yang berhasil merubah wajah saat itu hanya FAMILI 100 yang sempat 
 melambungkan nama ANTV.Walau tetap saja, TVnya Anak Muda selalu 
 menempel dalam ingatan.
 
 Nah, WOW KEREN inilah yang turut andil membuat ANTV tetap terpuruk 
 saat ini. Generasi Anak2x muda yang dulu pencinta Wow Keren, telah 
 menjadi dewasa, punya keluarga,punya anak. Mereka sudah 
 terkontaminasi dengan slogan Wow Keren sehingga dalam usia lanjut 
 mereka sulit berpaling lagi ke ANTV, sudah terlanjur milik anak 
 muda. Problema muncul ketika mereka tidak lagi menganjurkan sang 
 generasi penerus para anak-anaknya untuk menonton ANTV karena anak2x 
 itu belum menjadi remaja.... disisi lain, para kakek dan nenek yang 
 sejak dulu kesal dengan MTV di ANTV, sudah terlanjur mencap kalau 
 ANTV adalah TVnya Anak Muda. Jadi mereka lebih baik setia 
 diRCTI,TPI,SCTV dan Indosiar,... . pilihan lain ya Trans TV....
 
 Jadi apa yang harus dilakukan ANTV? Mungkin ANTV perlu berganti 
 nama. Menjadi apa? entah AN-STAR TV atau TVAN,....silahkan saja. 
 Yang penting WoW Keren (yang kalau di Jogja diplesetkan menjadi Wow 
 Kere) harus menghilang dari wajah ANTV.
 
 Ini memang kajian bebas. Hanya pemikiran lepas tanpa batas.
 Untuk almamater tercinta yang turut membesarkan diri ini.
 Agar tidak lagi terpuruk dimakan zaman.
 
 SALAM ANTV
 Naratama
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke